Polisi Tangkap Aktivis KNPB Jelang Hari Tani Internasional di Sentani

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA,Dogiyai— sebanyak 13 anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sentani dilaporkan ditangkap oleh aparat Polres Jayapura saat hendak membagikan selebaran aksi damai dalam rangka memperingati Hari Tani Internasional yang jatuh pada 24 September 2025. Pada Selasa (23/9).

Penangkapan terjadi sekitar pukul 10.08 Waktu Papua di kawasan Pasar Lama Sentani. Menurut laporan dari lapangan, para aktivis KNPB saat itu sedang membagikan selebaran ajakan untuk bergabung dalam aksi damai memperingati Hari Tani.

Namun, aparat kepolisian datang ke lokasi dan langsung menghentikan kegiatan tersebut. Meski sempat terjadi negosiasi selama kurang lebih 20 menit, aparat tetap mengambil tindakan penangkapan secara paksa dengan kekuatan penuh.

Daftar Nama Aktivis yang Ditangkap:Nasman Mallo, Rendi Mallo, Agus Deal, Maickel Wisal, Lukas Wisal, Mendanus Wisal, Demanus Deal, Lukas Deal, Emar Matua, Deni Esema, Elky Matua, Hosan Pegon, Omickzon Balingga.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait alasan penangkapan ataupun status hukum dari para aktivis yang ditahan. Pihak keluarga dan rekan-rekan aktivis sedang berupaya mencari informasi dan akses terhadap mereka yang ditahan.

Penangkapan ini kembali menyoroti situasi kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai di Tanah Papua. Hari Tani Internasional yang diperingati setiap 24 September, secara global merupakan momentum untuk mengangkat isu perjuangan petani dan kedaulatan atas tanah.

Berita Terkait

Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Kaleidoskop 2025: Bukan Sekadar Bencana Alam, tetapi Bencana Tata Kelola
Andi Jadi Sorotan: Pembangunan Sumur Bor di Kelurahan Mampun Diduga Tak Sesuai Aturan Transparansi
Proyek Sumur Bor APBN di Dusun Baru Diduga Tidak Transparan, Warga Pertanyakan Tanpa Papan Informasi
Bidan PPPK Desa Beringin Sanggul Dinilai Tak Maksimal, Warga Minta Dinkes Merangin Turun Tangan
Ironi Merangin: Jembatan Hampir Ambruk, Warga Terjatuh, Pemerintah Belum Juga Hadir
Proyek Drainase Tanpa Papan Informasi di Kelurahan Mampun Diduga Milik CV Masyarakat Merangin Mandiri: Warga Pertanyakan Transparansi
Pernah Berhadapan dengan Hukum, Eko Wahyu Pramono Kini Aktif di Advokasi Publik
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:16 WIB

Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:11 WIB

Kaleidoskop 2025: Bukan Sekadar Bencana Alam, tetapi Bencana Tata Kelola

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Andi Jadi Sorotan: Pembangunan Sumur Bor di Kelurahan Mampun Diduga Tak Sesuai Aturan Transparansi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 05:56 WIB

Proyek Sumur Bor APBN di Dusun Baru Diduga Tidak Transparan, Warga Pertanyakan Tanpa Papan Informasi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 05:16 WIB

Bidan PPPK Desa Beringin Sanggul Dinilai Tak Maksimal, Warga Minta Dinkes Merangin Turun Tangan

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:53 WIB

Proyek Drainase Tanpa Papan Informasi di Kelurahan Mampun Diduga Milik CV Masyarakat Merangin Mandiri: Warga Pertanyakan Transparansi

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:30 WIB

Pernah Berhadapan dengan Hukum, Eko Wahyu Pramono Kini Aktif di Advokasi Publik

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:49 WIB

Memahami SP2DK dari Kacamata Wajib Pajak dan Fiskus

Berita Terbaru