Perbaikan Jalan Raya Provinsi Lamongan Dikebut hingga Larut Malam

- Penulis

Kamis, 27 November 2025 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Perbaikan Jalan Raya Provinsi Lamongan Dikebut hingga Larut Malam (Suroso/SUARA UTAMA

FOTO: Perbaikan Jalan Raya Provinsi Lamongan Dikebut hingga Larut Malam (Suroso/SUARA UTAMA

SUARA UTAMA, Lamongan – Rabu (26/11/2025), Pekerjaan perbaikan jalan raya provinsi Lamongan, Jawa Timur, yang membentang dari Kecamatan Sukodadi hingga Paciran terus dikebut. Demi mengejar target penyelesaian cepat, aktivitas pengerjaan berlangsung hingga larut malam dengan penerapan sistem kerja shift.

Di sepanjang ruas tersebut, alat berat seperti vibratory roller tampak beroperasi di bawah sorot lampu penerangan malam. Tahapan pengerjaan meliputi pengerukan badan jalan, penambalan lubang, hingga pelapisan ulang aspal (hotmix overlay) menggunakan material berkualitas tinggi. Upaya percepatan ini menjadi langkah strategis Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas jalan dan konektivitas antarwilayah.

Masyarakat menyambut positif percepatan proyek ini meski terdapat rekayasa lalu lintas sementara. Jalan Sukodadi – Paciran sendiri merupakan akses utama menuju berbagai destinasi wisata, seperti Pantai Paciran, Wisata Bahari Lamongan (WBL), serta kawasan religi Makam Sunan Drajat. Selain itu, jalur ini juga menjadi penghubung penting bagi distribusi logistik dan sektor perikanan.

Kontraktor pelaksana menegaskan bahwa pengawasan mutu tetap menjadi prioritas meski pengerjaan dipercepat. Setiap tahap, mulai dari proses pondasi hingga pemadatan akhir, dilakukan sesuai standar jalan nasional dan provinsi guna memastikan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan berat.

Pemerintah Daerah berharap proyek perbaikan jalan provinsi Lamongan ini dapat rampung tepat waktu. Keberhasilan pembangunan ini diyakini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, kelancaran akses pendidikan dan kesehatan, serta membuka peluang investasi baru di kawasan pesisir Lamongan.

Masyarakat juga berharap perhatian dari pemerintah provinsi terus berlanjut agar jalur Sukodadi – Paciran tetap terawat, mengingat pentingnya akses tersebut bagi wisata dan aktivitas ekonomi regional.

Penulis : Suroso

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Kaleidoskop 2025: Bukan Sekadar Bencana Alam, tetapi Bencana Tata Kelola
Andi Jadi Sorotan: Pembangunan Sumur Bor di Kelurahan Mampun Diduga Tak Sesuai Aturan Transparansi
Proyek Sumur Bor APBN di Dusun Baru Diduga Tidak Transparan, Warga Pertanyakan Tanpa Papan Informasi
Bidan PPPK Desa Beringin Sanggul Dinilai Tak Maksimal, Warga Minta Dinkes Merangin Turun Tangan
Ironi Merangin: Jembatan Hampir Ambruk, Warga Terjatuh, Pemerintah Belum Juga Hadir
Proyek Drainase Tanpa Papan Informasi di Kelurahan Mampun Diduga Milik CV Masyarakat Merangin Mandiri: Warga Pertanyakan Transparansi
Pernah Berhadapan dengan Hukum, Eko Wahyu Pramono Kini Aktif di Advokasi Publik
Berita ini 3,411 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:16 WIB

Pemerintah Sesuaikan PTKP 2025 untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:11 WIB

Kaleidoskop 2025: Bukan Sekadar Bencana Alam, tetapi Bencana Tata Kelola

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Andi Jadi Sorotan: Pembangunan Sumur Bor di Kelurahan Mampun Diduga Tak Sesuai Aturan Transparansi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 05:56 WIB

Proyek Sumur Bor APBN di Dusun Baru Diduga Tidak Transparan, Warga Pertanyakan Tanpa Papan Informasi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 05:16 WIB

Bidan PPPK Desa Beringin Sanggul Dinilai Tak Maksimal, Warga Minta Dinkes Merangin Turun Tangan

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:53 WIB

Proyek Drainase Tanpa Papan Informasi di Kelurahan Mampun Diduga Milik CV Masyarakat Merangin Mandiri: Warga Pertanyakan Transparansi

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:30 WIB

Pernah Berhadapan dengan Hukum, Eko Wahyu Pramono Kini Aktif di Advokasi Publik

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:49 WIB

Memahami SP2DK dari Kacamata Wajib Pajak dan Fiskus

Berita Terbaru