Satu Tekad : Hiasi Negerimu dengan Akhlak dan Karyamu yang Abadi !

- Publisher

Kamis, 13 Februari 2025 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi untuk kesadran bangga pada negeri

ilustrasi untuk kesadran bangga pada negeri

Tingkah laku Seseorang ( Masyarakat ) terus bergulir karena tanpa sengaja memberikan pengaruh yang cukup besar pada regeneratif. Dimana tingkah laku orang tua yang diwariskan kepada anak-anaknya, atau anaknya sendiri meniru akhlak kedua orang tuanya.

Demikian pula dengan lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat Apabila akhlaknya baik (berakhlak terpuji), akan sejahteralah lahir batinnya, akan tetapi apabila akhlaknya buruk (tidak berakhlak), maka rusaklah lahir dan batinnya.

Berkaitan dengan seseorang memiliki akhlak yang terpuji, yaitu sikap dan tingkah laku seseorang yang terpuji terhadap Allah, sesama manusia dan lingkungannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari pengertian tersebut di atas, dapat dimengerti bahwa akhlak adalah tabiat atau sifat seseorang, yakni keadaan jiwa yang terlatih, sehingga dalam jiwa tersebut benar-benar telah melekat sifat-sifat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan spontan tanpa dipikirkan dan diangan-angankan terlebih dulu.

BACA JUGA :  Momen sakral yang mempertemukan modernitas industri dan keluhuran tradisi baru saja terukir. PYM Datu Amir MA, Raja Muda Perkasa, Memimpin ritual adat di wilayah PT Antasena.

Mengapa akhlak lebih penting daripada ilmu, Karena Akhlak menjadi cerminan dari seberapa jauh seseorang mengamalkan ilmunya untuk kebaikan dan tanpa akhlak maka ilmu bisa menjadi bumerang bagi pemiliknya. Oleh karena itu, setiap Muslim seharusnya berusaha untuk tidak hanya mencari ilmu, tetapi juga terus memperbaiki akhlaknya.

Dimanakah Perbedaan akhlak dan adab, yaitu Akhlak dapat diartikan sebagai watak dasar manusia yang menentukan seberapa beriman seseorang pada Allah SWT. Sedangkan Adab sebaliknya, adalah ekspresi yang lahir dari watak tersebut dan berfungsi sebagai perangkat lahiriah yang bekerja berdasarkan warna akhlak.

Dalam bermasyarakat dan bernegara, kita harus memiliki akhlak yang terpuji, sebab dengan memiliki akhlak yang baik, kita tidak hanya mendapatkan ridha Allah tetapi juga menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai. Marilah kita senantiasa berusaha untuk memperbaiki akhlak kita dan menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.

BACA JUGA :  Waisak 2570 BE Jadi Momentum Umat Buddha Peduli Anak Yatim Piatu

Upaya kita mendapatkan akhlak yang baik, yaitu :

  1. Menuntut ilmu agama untuk memahami prinsip-prinsip akhlak mulia.
  2. Meneladani akhlak Rasulullah SAW dan para sahabat.
  3. Melatih diri secara konsisten untuk melakukan perbuatan baik.
  4. Muhasabah atau introspeksi diri secara rutin.
  5. Berdoa kepada Allah SWT memohon akhlak yang baik.

Sedangkan untuk menjaga akhlak yang terpuji dalam kehidupan bisa diikuti :

  1. Rajin Berbuat Kebaikan.
  2. Selalu Memberi Teladan.
  3. Menggunakan Nilai dan Budaya yang Baik.
  4. Membiasakan Menerapkan Akhlak yang Baik.
  5. Mendengarkan Nasihat.
  6. Bergaul dengan Orang Berakhlak Baik.
  7. Memiliki Rasa Takut kepada Tuhan.
BACA JUGA :  PWI Sulsel 2026-2031 Resmi Diadili Duet Suwardi-Dahlan

Dalam kehidupan sehari hari  menerapkan akhlak terpuji terhadap orang lain, yaitu  sikap adil, jujur, kasih sayang dan menghormati kepada sesama, ikhlas, dermawan.

Bagaimana seandainya  seseorang tidak mempunyai akhlak, bilamana  akhlak telah hilang maka akan hilang pula suatu perasaan, sikap, dan perbuatan yang baik-baik kepada orang lain.

Tidak ada lagi yang namanya bertenggang rasa terhadap sesama, tidak ada lagi rasa kasih sayang, peduli terhadap sesama, saling bantu- membantu dan bentuk dari akhlak mulia lainnya.

Kesimpulannya bahwa Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang penting, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dan warga Bangsa. Sebab jatuh bangunnya, jaya dan hancurnya, sejahtera tidaknya suatu masyarakat dan bangsa tergantung bagaimana akhlaknya,

Penulis : Tonny Rivani

Sumber Berita: Ilyas, Yunahar. Kuliah Akhlak. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam,2005. Mustopa, Akhlak Tasawuf, Cet, V.Bandung : Pustaka Setia, 2010. Kasmuri, Slamet. Ihsan Sanusi. Akhlak Tasawuf, Jakarta: Kalam Mulia, 2012.

Berita Terkait

Lahan 80 Hektare Raib Tanpa Hasil, Ahli Waris Gandeng DPD LSM BAKIN Jambi Laporkan Kasus ke Mabes Polri
SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat di Seluruh Indonesia
Pemimpin Redaksi Andre Hariyanto Ajak Seluruh Keluarga Besar Hadiri Silatnas & Anniversary 2026
Musyawarah Hutan Adat Adolang Sepakati Usulan Pengalihan Hutan Lindung Menjadi Hutan Adat
Bapelkum dan BNNK Bitung Siapkan Podcast Edukasi Hukum dan Anti-Narkoba.
Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya
PWI Provinsi Jambi Lakukan PAW Kepengurusan 2025–2027, Sejumlah Jabatan Strategis Bergeser
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Manggala Gelar Turnamen Domino 80 Pasang Peserta
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:13 WIB

Lahan 80 Hektare Raib Tanpa Hasil, Ahli Waris Gandeng DPD LSM BAKIN Jambi Laporkan Kasus ke Mabes Polri

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:47 WIB

SMSI dan Mahkamah Agung Bersinergi Cetak Mediator Bersertifikat di Seluruh Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:28 WIB

Pemimpin Redaksi Andre Hariyanto Ajak Seluruh Keluarga Besar Hadiri Silatnas & Anniversary 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:31 WIB

Musyawarah Hutan Adat Adolang Sepakati Usulan Pengalihan Hutan Lindung Menjadi Hutan Adat

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:35 WIB

Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya

Berita Terbaru