Nasib Eduardo Almeida di Ujung Tanduk, Semen Padang FC Wajib Menang Lawan Bali United

- Publisher

Kamis, 25 September 2025 - 03:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Padang,suarautama.id–

Posisi Eduardo Almeida sebagai pelatih kepala Semen Padang FC (SPFC) kini berada di ujung tanduk setelah serangkaian hasil kurang memuaskan pada awal kompetisi Super League 2025/2026.

Dari lima laga perdana, Kabau Sirah hanya mampu meraih satu kemenangan atas Dewa United, satu hasil imbang kontra PSM Makassar, dan tiga kekalahan saat menghadapi Persebaya Surabaya, Persib Bandung, serta PSBS Biak. Hasil tersebut membuat SPFC terpuruk di peringkat 17 klasemen sementara dan harus segera bangkit untuk keluar dari zona merah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CEO Semen Padang FC, Win Bernadino, menegaskan bahwa pihak manajemen telah meminta laporan evaluasi pasca kekalahan beruntun. Pertandingan melawan Bali United di GOR Haji Agus Salim, Padang, Jumat (26/9/2025), menjadi laga yang akan menentukan nasib Eduardo Almeida.

BACA JUGA :  Persidangan Sengketa Lahan Desa Sukabumi, Kecamatan Kota Bangun Darat.

> “Pelatih sudah diberi ultimatum. Wajib menang saat menjamu Bali United. Kalau kalah, posisinya sebagai pelatih kepala akan dievaluasi,” ujar Win.

Sementara itu, Bali United datang dengan catatan yang juga belum konsisten. Dari enam laga awal, Serdadu Tridatu baru mengoleksi enam poin hasil satu kemenangan, tiga imbang, dan dua kali kalah. Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengakui timnya masih beradaptasi dengan filosofi permainan baru, namun tetap menargetkan kemenangan di Padang.

Laga Semen Padang FC kontra Bali United diprediksi berlangsung ketat dan krusial. Bagi SPFC, kemenangan bukan hanya penting untuk memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga untuk menyelamatkan karier Eduardo Almeida di kursi pelatih kepala.

Pendukung Semen Padang FC Berikan Peringatan Keras: Harus Menang Lawan Bali United!

BACA JUGA :  Anggaran Fantastis Senilai Rp19.331.476.644 dengan Kode Tender 10118384000 hanya untuk pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT).

Padang, 24 September 2025 –
Tekanan semakin berat dirasakan oleh Eduardo Almeida, pelatih kepala Semen Padang FC (SPFC), jelang laga penting menghadapi Bali United di GOR Haji Agus Salim, Padang, Jumat (26/9/2025).

Rentetan hasil buruk di awal kompetisi Super League 2025/2026 membuat posisi Almeida kini di ujung tanduk. Dalam lima laga perdana, Kabau Sirah hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan, sehingga terpuruk di peringkat 17 klasemen sementara.

CEO SPFC, Win Bernadino, menyatakan laga melawan Bali United akan menjadi penentu masa depan pelatih asal Portugal tersebut.

> “Pelatih sudah diberi ultimatum. Wajib menang saat menjamu Bali United. Kalau kalah, posisinya sebagai pelatih kepala akan dievaluasi,” tegas Win.

 

Tak hanya manajemen, suporter Semen Padang FC juga mulai kehilangan kesabaran. Sejumlah kelompok suporter mengeluarkan pernyataan keras, mendesak tim tampil habis-habisan demi kemenangan.

BACA JUGA :  Sasaran utama kini mengerucut Ke DPRD Kalimantan Timur, Aliansi Rakyat Kaltim memastikan gelombang aksi belum akan berhenti.

> “Cukup sudah hasil mengecewakan! Laga lawan Bali United harga mati untuk dimenangkan. Kami akan datang penuh ke stadion, mendukung dari awal sampai akhir. Tapi kami minta pemain dan pelatih berjuang total. Tidak ada alasan lagi,” ujar perwakilan suporter.

 

Bali United sendiri datang dengan motivasi memperbaiki posisi mereka di klasemen. Meski masih dalam masa adaptasi dengan filosofi permainan baru, Johnny Jansen menegaskan timnya mengincar poin penuh di Padang.

Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit. Bagi SPFC, kemenangan bukan hanya soal keluar dari zona degradasi, tetapi juga menjadi penentu kelanjutan karier Eduardo Almeida serta menjaga kepercayaan ribuan pendukung setia Kabau Sirah.

Penulis : Ziqro Fernando

Editor : Ziqro Fernando

Sumber Berita: Media partner semen Padang fc

Berita Terkait

Pemberitahuan STOP PRESS Media Suara Utama Atas Nama Fajar Ahmad Wahyuddin
Ketika Hukum Kehilangan “RUH”
Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 
Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Pemberitahuan STOP PRESS Media Suara Utama Atas Nama Fajar Ahmad Wahyuddin

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:23 WIB

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:51 WIB

Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:48 WIB

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Hukum

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Jun 2026 - 14:23 WIB

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB