Menjelang Nataru, harga Cabai di pasar Simpang Pematang melonjak tajam

- Publisher

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Doc. Suara Utama – Cabai dan bawang merupakan komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan

SUARA UTAMA, Mesuji – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah harga kebutuhan pokok kembali mengalami kenaikan. Salah satu komoditas yang paling mencolok adalah cabai. Di Pasar Simpang Pematang, pasar tradisional terbesar di Kabupaten Mesuji, harga cabai terpantau merangkak naik cukup tajam dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan ini diduga kuat dipicu oleh cuaca buruk dan bencana alam di sejumlah daerah sentra produksi. Kondisi tersebut membuat pasokan cabai ke tingkat pedagang pasar berkurang, sementara permintaan tetap tinggi menjelang akhir tahun.

BACA JUGA :  Ancaman Konstitusional Pasal 50A UU P2SK terhadap Sistem Anti Pencucian Uang Nasional

Berdasarkan pantauan di lapangan, berikut harga terkini cabai di Pasar Simpang Pematang:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Cabai merah besar: hingga Rp90.000 per kilogram
  • Cabai rawit: hingga Rp70.000 per kilogram
  • Cabai rawit cablak: hingga Rp80.000 per kilogram

Salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa kenaikan harga sudah terjadi sejak pemasok pertama atau tengkulak. “Dari tengkulaknya aja udah tinggi loh, Om. Kita juga enak nggak enak mau naikin harga. Soalnya belum juga tahun baru, belum juga puasa, tapi udah pada naik,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat para konsumen semakin resah. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan mengendalikan harga agar tidak semakin memberatkan masyarakat, mengingat cabai hanya salah satu dari berbagai bahan pokok yang juga mengalami kenaikan menjelang Nataru.

BACA JUGA :  Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa kenaikan komoditas strategis seperti cabai, beras, hingga minyak goreng dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga. Pemerintah diharapkan mengambil langkah cepat, mulai dari operasi pasar hingga stabilisasi pasokan, untuk mencegah lonjakan harga lebih lanjut.

BACA JUGA :  Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika

Dengan tren kenaikan harga yang terus terjadi setiap menghadapi hari-hari besar, masyarakat meminta adanya solusi jangka panjang dari pemerintah agar kestabilan harga bahan pokok dapat lebih terjaga dan tidak selalu menjadi beban menjelang momen-momen penting nasional.

Berita Terkait

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong
Ketua Umum FOR SANTRI Kukuhkan Pengurus Subkorwil V Jawa Timur di Kota Batu
Pernyataan Hotman Paris, Pemred SUARA UTAMA Ajak Hormati Profesi Wartawan
Ancaman Konstitusional Pasal 50A UU P2SK terhadap Sistem Anti Pencucian Uang Nasional
Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika
Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya
Ketua STAI Samarinda: Akreditasi Program Studi Bukan Sekadar Formalitas, Ini Kewajiban Hukum
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:55 WIB

Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:48 WIB

Ketua Umum FOR SANTRI Kukuhkan Pengurus Subkorwil V Jawa Timur di Kota Batu

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:15 WIB

Pernyataan Hotman Paris, Pemred SUARA UTAMA Ajak Hormati Profesi Wartawan

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:22 WIB

Ancaman Konstitusional Pasal 50A UU P2SK terhadap Sistem Anti Pencucian Uang Nasional

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand