Melalui Pembinaan Kemandirian, Lapas Kelas IIB Bangko Dorong Produktivitas Warga Binaan

- Writer

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Lapas Kelas IIB Bangko terus mendorong pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program pembinaan di bidang pertanian yang kembali menunjukkan hasil positif dengan dilaksanakannya panen sejumlah komoditas pertanian.

Hasil pertanian yang dikelola oleh WBP tersebut dipasarkan secara internal dan dijual kepada petugas Lapas Kelas IIB Bangko. Kegiatan ini menjadi bagian dari pemanfaatan hasil kerja warga binaan yang produktif sekaligus bernilai ekonomis.

BACA JUGA :  P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Heri, mengatakan bahwa program pembinaan pertanian merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas dalam memberikan bekal keterampilan kepada WBP selama menjalani masa pidana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang nyata. Selain meningkatkan kemampuan bertani, mereka juga belajar bertanggung jawab dan mandiri, sehingga nantinya dapat menjadi modal positif ketika kembali ke masyarakat,” ujar Heri.

BACA JUGA :  Mahasiswa FH Unila Asal Tanggamus Raih Juara Nasional Lomba Dakwaan Hukum Tindak Pidana Lingkungan Hidup

Ia menambahkan, penjualan hasil panen secara internal juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi WBP, mulai dari proses perawatan tanaman, panen, pengemasan, hingga pemasaran.

BACA JUGA :  Diduga Sarat Mark Up, Dana Desa Rantau Bayur Era Kades Edi Surianto Diminta Diaudit APH

Menurut Heri, kegiatan pembinaan kemandirian ini diharapkan mampu mengubah pola pikir warga binaan agar lebih produktif serta memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.

“Harapannya, warga binaan tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan keahlian yang berguna untuk mendukung reintegrasi sosial mereka ke tengah masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Aktivitas PETI di Desa Koto Baru Beroperasi Hingga Malam, Warga Minta Penertiban
Ramadhan Sebagai Momentum Refleksi Spiritual Dan Penguatan Solidaritas Sosial
Di Tengah Kemuliaan Ramadhan, Pandawa Media Group Salurkan Kebaikan Lewat Bukber dan Santunan
Menjaga Keteduhan Ramadan di Bangka Belitung melalui Sinergi Kebijakan dan Informasi
47 Pejabat Pemkab Tanggamus Dilantik, Bupati Saleh Asnawi Tekankan Birokrasi Profesional dan Berintegritas
Semerbak Takjil dan Syiar di Jantung Kota: Kampung Ramadan Gerak Syariah Resmi Dibuka
Proyek Puskesdes Parit Jawa Disorot, PPK Dinkes Belum Beri Penjelasan, Inspektorat Sulit Dikonfirmasi
PETI Lubuk Birah Menggila, Diduga Libatkan Oknum Kades dan Aparat Desa, Akankah Polda Jambi Turun Tangan?
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:10 WIB

Aktivitas PETI di Desa Koto Baru Beroperasi Hingga Malam, Warga Minta Penertiban

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:00 WIB

Ramadhan Sebagai Momentum Refleksi Spiritual Dan Penguatan Solidaritas Sosial

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:44 WIB

Menjaga Keteduhan Ramadan di Bangka Belitung melalui Sinergi Kebijakan dan Informasi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:23 WIB

47 Pejabat Pemkab Tanggamus Dilantik, Bupati Saleh Asnawi Tekankan Birokrasi Profesional dan Berintegritas

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:53 WIB

Semerbak Takjil dan Syiar di Jantung Kota: Kampung Ramadan Gerak Syariah Resmi Dibuka

Berita Terbaru