Anggaran DD Tahun 2026 di Pangkas, Citra Kades di Pertaruhkan dan Siap Menjadi Cibiran Warganya 

- Publisher

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Pagu anggaran Dana Desa (DD) di seluruh Indonesia khususnya di kabupaten Probolinggo Jawa Timur tahun anggaran 2026, di pangkas sekira 60% lebih. Di tahun ini citra kepala desa di Pertaruhkan, Selain siap menerima cibiran dari masyarakat setempat. 27/02/2026.

Warga masyarakat kabupaten Probolinggo yang mengatasnamakan dirinya sebagai pedagang kayu “JML” Saat bertemu media menyampaikan informasi yang di dapatkan nya perihal pemotongan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026. Menurutnya, Citra kades di tahun 2026 di Pertaruhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Informasi nya di tahun ini (2026) Anggaran Dana Desa di potong sekitar 60%. Sisanya itu tetap masih ada mandatori yaitu penganggaran yang bersifat wajib seperti RTLH, BLTDD dan KETAHANAN PANGAN. Kenapa DD tidak di hapus Rp.0% saja biar semua di transfer agar citra kades tidak selalu menjadi cibiran. jadi kades itu hanya menerima Siltap. “Ucap nya

BACA JUGA :  Fasilitas Umum di Bongkar, Pertanggung Jawaban Masih Misteri, BPN atau Pemerintah Desa Gading Kulon 

Ia mengatakan, bahwa kepala desa khususnya di kabupaten Probolinggo harus siap mental menghadapi cibiran dari warga nya sendiri. menurutnya, jika penerima BLT DD di kurangi dengan keterbatasan anggaran,maka akan timbul masalah baru di desa tersebut.

“Seperti BLTDD wajib di lakukan sementara anggaran sangat berkurang, otomatis penerima BLT DD nanti di kurangi melalui Musdes. Ini akan menjadi persoalan baru karena penerima BLT DD tahun kemarin sudah tepat benar benar warga yang rentan dan tidak tersentuh bantuan apapun.mudah mudahan yang tidak masuk BLT DD bisa tercover dengan PKH. “Ucap nya.

BACA JUGA :  Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)

Lebih lanjut Ia menambahkan, Berdasarkan informasi yang di dapatkan nya, PMT Posyandu selalu menjadi sorotan. bahkan Ia membandingkan dengan program MBG yang di duga tidak berdampak secara langsung kepada ekonomi masyarakat. Ia juga mempertanyakan kenapa MBG tidak bekerja sama dengan Bumdes?.

“PMT Posyandu di desa desa kerap kali jadi sorotan untuk membuat personal di desa. Padahal sudah jelas di manfaatkan masyarakat, yang memasak melalui ibu kader di desa. sedangkan MBG, apakah selama ini di kira sudah sesuai?. kenapa Program MBG tidak melibatkan Bumdes untuk menyuplai bahan bahan nya?. “Pungkas nya.

BACA JUGA :  Akhirnya Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Buka Suara, Pakopak Ikut Angkat Bicara Terkait Tukin P3K Tahun 2025

Sementara team media mengklarifikasi salah satu kepala desa di kabupaten Probolinggo yang enggan di publikasikan identitas nya. Ia mengakui adanya pemangkasan anggaran Dana Desa tahun 2026. Ia mengaku pasrah, manut serta mendukung program presiden Prabowo.

“Ini realita yang ada di masyarakat kita sebagai pengabdi di desa berada di garda depan, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dengan segala warna persoalan yang ada di desa. kami hanya bisa manut dan mendukung apa yg menjadi ASTACITA presiden kita. “Ucap nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Saudi Edu Expo 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Pengunjung Melonjak Tiga Kali Lipat
Terindikasi Arogansi dan Tidak Kooperatif, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Enggan Bertanggung jawab 
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand