Fenomena Kenakalan Remaja Suku “MEE” di Papua Pada Abad 20

Anak-anak Suku Bangsa MEE di Tanah Papua Hancur Harapannya Akibat Kenakalan Remaja

- Publisher

Sabtu, 7 Januari 2023 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA – Saat ini kenakalan remaja semakin hari semakin meningkat di Indonesia khususnya di provinsi Papua Tengah dan lebih khususnya lagi MEEUWODIDE. Kenakalan remaja makin merajalela di kalangan masyarakat Meepago. Sehingga hal ini tidak asing lagi sebab sudah menjadi kultur di abad 20. Anggapan kulturalis inilah, sekarang rata-rata berkisar anak/remaja berusia 7 hingga 17 tahun sudah mengerti hal yang layak diperbuat oleh orang dewasa, ditambah lagi melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh orang tuanya seperti Miras, Merokok, narkoba, dan masih banyak lagi.

Para remaja akhir-akhir ini menganggap kenakalan adalah hal yang biasa saja dan wajib diperbuat oleh kaum muda-mudi di abad ini. Jadi, ketika saya bertanya-tanya kepada beberapa remaja 10-15 orang dengan pertanyaan yang sama yaitu :

– kenapa kamu terjerumus didunia kenakalan dan berbuat hal-hal yang tidak diinginkan orang tuamu seperti ini ?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasti akan ada balasan (jawaban) yang tak wajar yakni “Badan, badan saya. Dosa, dosa saya. urus saja diri masing-masing. Yang akan mengadili saya adalah Tuhan”.

Jika demikian, ada 2 pertanyaan muncul di benak saya dan yang harus menjawab pertanyaan ini adalah mereka yang berkata demikian.

1. Apakah Tuhan yang anda sebut dan sembah serta merta keluargamu dan kamu sendiri bangga dengan apa yang anda lakukan ?

2. Jika itu termasuk dosa, Apakah dosa itu bisa dihapuskan dan diampuni ketika anda sudah jatuh/dapat sakit akibat perbuatan sendiri ?

Selamat Dalam Plagiarisme

Anak remaja sekarang, nasehat orang tua tak lagi mereka mau patuhi, sudah pasti nasehat diberikan namun ada istilahnya “Masuk telinga kanan keluar telinga kiri”. Penyebab kurang patuh terhadap orang tua, banyak anak dan remaja terjerumus kedalam kenakalan remaja. Adapula penyebab lain yang mengakibatkan anak remaja terjun kedunia gelap yaitu kurang perhatian (kasih sayang) dari orang tua, pengaruh lingkungan, keinginan yang kuat, Ekonomi lemah, dan lainnya.

Terjerumusnya anak-anak MEE kedalam kenakalan remaja itu, Entah mungkin karena kesalahan didikan orang tua semanjak bayi hingga balita, ataukah mungkin lingkungan pergaulan yang kurang baik. Entahlah…

Berdasarkan topik pembahasan yakni “MARAKNYA KENAKALAN REMAJA DAN HANCURNYA MASA DEPAN ANAK-ANAK SUKU BANGSA MEE DI PAPUA” saya akan mencoba mengulas beberapa fakta menyangkut dengan kenakalan remaja yang sering dan atau sedang terjadi berlangsung di PAPUA lebih spesifik MEEUWO DIDEE sekarang yang kini mengakibatkan banyak anak-anak suku bangsa MEE hancur masa depannya dan hancur harapannya.

BACA JUGA :  Bangun Generasi Berkarakter, SMA Negeri 1 Gunung Alip Hadirkan Seminar Parenting untuk Orang Tua

Disini ada dua factor utama yang mendasar memicu terjadinya kenakalan remaja menurut pengamatan saya yaitu LINGKUNGAN SOSIAL dan SOSIAL MEDIA.

Untuk meyakinkan para orang tua agar mengetahui gejala bahkan penyebab terjerumusnya anak-anak Suku Bangsa MEE sekarang dalam kenakalan remaja hingga masa depannya hancur adalah sebagai berikut. Mari kita ikuti pembahasannya dengan saksama:

A. LINGKUNGAN SOSIAL

Lingkungan sosial (social environment) adalah suatu tempat dan situasi dimana sekelompok manusia bersosialisasi, bergaul antara satu dengan yang lainnya dilingkungan masyarakat. Dari lingkungan inilah seorang anak dalam proses pertumbuhannya akan belajar bagaimana beradaptasi dan bagaimana menjalin serta membangun hubungan yang erat dilingkungan tersebut baik terhadap manusia, hewan dan tumbuhan.

Kemudian dalam konteks “Kenakalan Remaja”, lingkungan sosial inipun yang berkemungkinan besar memicu terjadinya pelbagai hal baik dan buruk dalam pergaulan remaja. Pertumbuhan sesorang itu bertumbuh dan berkembangan dengan cara beradaptasi. Maka, lingkungan tempat tinggal juga menjadi faktor penyebab kenakalan remaja. Jika lingkungan tempat tinggal banyak pelaku buruk seperti mabuk-mabukan, judi, pencurian, narkoba dan lain-lain, bisa jadi remaja akan terpengaruh.

Lingkungan sosial dalam pergaulan menjadi salah satu penyebab utama seorang remaja berbuat kenakalan yang tak ada batasnya. Dalam pergaulan remaja sekarang kebanyakan remaja bergaul dengan orang yang kurang tepat. Sebab, dilingkungan itu terdapat banyak orang dengan berbeda tipe. Jika anak remaja bergaul dengan orang yang tipenya suka melakukan sex bebas nanti yang lain akan ikutan jua.

Jika orang itu tipenya suka cerita orang ya tentu tak ada persoalan lain yang selalu dibincangkan hanya soal laki-laki dan perempuan serta merta keburukan orang, niscaya anak remaja yang lain akan terbawa. Oleh sebab itu, pergaulan yang salah dan bernalar yang kurang peka mengakibatkan banyak anak remaja suku bangsa MEE terjerumus kedalam kenakalan remaja.

Kenyataan yang sedang terjadi di MEEUWODIDE sekarang perkumpulan-perkumpulan kecil di kalangan remaja baik disiang hari maupun malam hari bahkan berhari-hari dari rumah ke rumah menjadi budaya. Tujuan mereka hanya satu yaitu saling memberi “pengaruh” yang buruk. Ketika perkumpulan remaja itu terjadi pembahasan yang mereka bahas hanyalah soal cinta dan pacar (Laki-laki dan Perempuan) bahkan topik pembicaraannya yang tidak masuk dilogika.

Paling disayangkan dari hal ini adalah ketika anak berusia 15 tahun kebawah bercerita bahwa dia pernah melakukan hubungan intim dengan lawan jenisnya dan itu dibuat menjadi hal atau bahan cerita lucu-lucuan semata. Di umur yang bisa dikatakan masih sangat mudah Yang semestinya/perlu bahas dari mereka adalah bagaimana hidup mereka kedepan, cita-citanya, apakah akan menjadi sukses dan yang lainnya. Tetapi itu sudah tidak terjadi pada anak remaja Suku Bangsa MEE saat ini.

BACA JUGA :  PJI Kaltim Dorong Profesionalisme Jurnalis, Dengan mengadakan Audiensi dengan ‎GM Bandara SAMS

Seorang anak jika tidak perna mendapatkan bimbingan dari orang tua dirumah yang jelas dia akan dengan mudah, akan mengikuti teman di pergaulannya. Dengan demikian, pergaulan remaja harus serius diperhatikan oleh orang tua.

B. SOSIAL MEDIA DAN TELEPON

Kita perlu mengetahui apa itu sosial media. Jadi, sosial media dapat dipahami sebagai suatu platform digital yang menyediakan fasilitas untuk melakukan aktivitas sosial bagi setiap penggunanya. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di media sosial, misalnya yaitu melakukan komunikasi atau interaksi hingga memberikan informasi atau konten berupa tulisan, foto dan video. Berbagai informasi dalam konten yang dibagikan tersebut dapat terbuka untuk semua pengguna selama 24 jam penuh.

Telepon adalah salah satu alat elektronik yang berperan aktif dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Telepon ini sudah beredar dikalangan masyarakat, telepon menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan manusia di era modern ini. Mulai dari anak-anak sampai tua bangka sudah harus menggenggam Telepon. Sebenarnya tak ada keuntungan/kelebihan dari Telepon (HP). Cuma ada Satu manfaat dari HP yakni KOMUNIKASI suara dari jarak jauh. Penggunaan dan kelebihan dari telepon (HP) disalah gunakan oleh kalangan anak remaja saat ini.

The Correlation of “PHONE” Handphone, Smartphones, Cellphones to Their Impact on Humans

Para orang tua boleh saja memberikan HP kepada anaknya namun harus di control juga. Sebab beredarnya aplikasi-aplikasi yang tidak mendidik sudah tersedia didalamnya. Tak ada larangan bagi siapa saja untuk bersosial media, hanya saja social media tidak digunakan sebagaimana mestinya. Penggunaan Sosial media di kalangan para remaja di MEEUWODIDE sudah sangat masif sebab wi-fi dan data 4G sudah tersedia dilingkungannya. Sehingga, mulai dari masyarakat (Remaja) yang tahu menulis hingga yang tidak tahu menulis, dan dari yang tinggal di perkotaan hingga di pelosok-pelosok sudah mahir menggunakan sosial media.

Sosial media yang mereka gunakan saat ini adalah FACEBOOK, MESSENGER, TIK-TOK, INSTAGRAM. Messenger dan facebook sudah paling pupuler di kalangan remaja saat ini di meeuwodide dan Tik-Tok menjadi sangat populer dilingkungan remaja yang tinggal di perkotaan. Dengan beredarnya sosiaal media seperti Facebook, tiktok, Instagram dan lainnya, banyak anak remaja sedang menjual diri dengan memamerkan diri dari kaki hingga rambut dengan penampilan yang sangat menggoda. Sudah tentu lawan jenisnya akan merasa tertarik sehingga terjadilah perbincangan dengan cara saling kirim-mengirim pesan di medsos dan diakhir dari perbincangan itu akan menghasilkan hal buruk semacam memuaskan dahaga birahi diantara mereka.

BACA JUGA :  Serah Terima Jabatan Pengurus Baru MKKS SMP Padang Pariaman

C. ESENSI MENGANTISIPASI DAMPAK KENAKALAN REMAJA

Tentunya hal paling dasar adalah berawal dari orang tua. Biar bagaimanapun, orang tua memegang peran penting dalam membina dan membesarkan anaknya mulai dari bayi hingga dewasa. Maka dari itu, orang tua harus berpikir bagaimana caranya menjadikan anak-anaknya menjadi manusia seutuhnya agar dikemudian hari tidak terjerumus dalam dunia gelap.

Ketika anak sudah beranjak remaja, baik buruk akan dia lakukan. Jadi, kembali lagi peran orang tua sangat dibutuhkan pada tahap ini. Masalah utama ketika anak beranjak usia remaja adalah “pergaulan”. Pergaulan menjadi motif dalam kehancuran masa depan anak-anak suku bangsa MEE saat in. orang tua wajib mengontrol anaknya sedang bergaul dengan siapa dan dimana. Jika pergaulannya buruk orang tua boleh dan wajib ambil tindakan tegas.

Melawan Lapar Ketika Perjuangan Dalam Studi

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Tak ada arti kehidupan yang benar dizaman ini. Maraknya kenakalan remaja membuat harapan suku bangsa MEE kedepan semakin memudar jika para penerus generasi tidak menyadari dan membedakan baik dan buruk. Anak remaja suku bangsa MEE akan segera hancur jika berbagai aspek sosial tidak dikontrol dengan saksama. Baik dari pemerintah yang ada Bupati hingga ke RT/RW serta kerja sama dengan masyarakat atau orang tua. Pergaulan zaman sekarang dengan zaman dulu sudah sangat jauh berbeda. Pemerintah hadir Agama hadir membuat semuanya haus akan segala sesuatu tak ada kepuasan dalam hidup. Solusinyanya satu “Pengawasan” harus diperketat oleh orang tua.

Saran

Untuk para remaja Mee:
– fokus Belajar untuk Papua dan hari esok
– Para remaja harus pintar membedakan mana yang baik dan buruk.

Untuk orang tua
– Kontrol anak dengan baik dalam pertumbuhannya dan pergaulannya.
– Tak perlu memberikan HP ketika anak masih berumur 17 tahuh kebawah.

Penulis adalah Jurnalis Aktif di Media SUARA UTAMA.ID dengan jabatan Kepala Wilayah Provinsi Papua Tengah (Kaperwil), asal dari Paniai, Kampung Muyetadi.

Penulis : Jhon Minggus Keiya

Berita Terkait

Siswi SMAIT Darul Fikri Makassar Raih Juara 3 Duta Baca Pelajar 2026
HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal
Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)
Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh
Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Perselisihan di Warung Mentawak Berujung Pemukulan, YL Lapor ke Polres Merangin  
Silatnas dan Milad 2026 Perkuat Ukhuwah, Komitmen, dan Kompetensi Anggota AR Learning Center serta Suara Utama
Raker Ma’had Ar-Rohmah Bogor Perkuat Mutu Pendidikan dan Prestasi Santri
Berita ini 1,075 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:44 WIB

Siswi SMAIT Darul Fikri Makassar Raih Juara 3 Duta Baca Pelajar 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:17 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Barsel Kumpulkan 26 Kantong Darah Lewat Donor Massal

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:45 WIB

Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:45 WIB

Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:11 WIB

Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Berita Terbaru

Berita Utama

Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:43 WIB