Pasien Hamil 7 Bulan Keluhkan Lambannya Pelayanan IGD RSUD Bangko, Keluarga Pilih Pindah ke MMC

- Publisher

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin— Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kolonel Abundjani Bangko kembali mendapat sorotan. Kali ini, seorang pasien perempuan yang tengah hamil tujuh bulan disebut mengalami sesak pada pernapasan dan diduga tidak mendapatkan penanganan medis secara cepat sebagaimana yang diharapkan pihak keluarga.

Keluhan tersebut disampaikan Tabroni, orang tua pasien bernama Dian. Kepada media ini, Tabrani mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diterima anaknya ketika dibawa ke IGD RSUD Kolonel Abundjani Bangko. Senin (31/8/26).

Menurut Tabroni, sebelum membawa Dian ke rumah sakit, pihak keluarga terlebih dahulu membawa pasien berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan, dr. Kusairi. Karena kondisi pasien mengalami sesak pada pernapasan dan sedang dalam kondisi hamil tujuh bulan, keluarga kemudian disarankan untuk membawa pasien ke rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengingat lokasi RSUD Kolonel Abundjani Bangko cukup dekat dengan kediamannya, Tabroni memilih membawa anaknya ke rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Namun, setibanya di IGD, Tabrani mengaku justru merasa kebingungan lantaran keluarganya disebut diarahkan dari satu bagian ke bagian lainnya. Ia juga mengaku sempat ditanyakan mengenai surat pengantar dari dokter yang sebelumnya menangani Dian.

BACA JUGA :  Jejak Teduh Indonesia Luncurkan Project Planet Proklim di Majene, Perempuan Jadi Garda Terdepan Aksi Iklim dan Ketahanan Pangan

“Ya, Bang. Sebelumnya anak saya yang hamil tujuh bulan mengalami sesak pada pernapasan. Saya bawa ke dokter spesialis kandungan, Pak Kusairi, dan disarankan untuk dibawa ke rumah sakit umum,” ujar Tabrani.

“Karena rumah saya dekat dengan rumah sakit umum dan mengingat istri saya juga berjualan dari pagi sampai sore, saya memilih RSUD Kolonel Abundjani yang dekat dengan kediaman saya,” sambungnya.

Tabrani mengaku semakin kecewa karena menurutnya, dalam kondisi tersebut anaknya membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Ia menyebut sekitar 15 menit anaknya berada dalam kondisi yang menurutnya belum mendapatkan pertolongan medis sebagaimana yang diharapkan.

“Setibanya di IGD kami malah dilempar sana-sini. Bahkan ditanya surat pengantar dari Pak Kusairi, dan tentunya tidak ada. Saya sangat menyayangkan. Seharusnya cepat diambil tindakan karena ini menyangkut nyawa. Selama 15 menit anak saya tergantung-gantung, tidak diberikan pertolongan medis,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Jalan Limunjan–Mantaritip tercatat dalam Nomor Kontrak 05/PPK-PJ.1

Merasa kecewa dengan pelayanan yang diterima, Tabrani akhirnya memutuskan meninggalkan RSUD Kolonel Abundjani Bangko dan membawa Dian ke Rumah Sakit Merangin Medical Center (MMC).

Menurutnya, setibanya di MMC, Dian langsung mendapatkan pelayanan medis dan penanganan yang dinilainya lebih cepat.

“Untuk itu saya meninggalkan rumah sakit tersebut dengan membawa anak saya dan berpindah ke MMC. Dengan penuh kekecewaan, alhamdulillah setelah di MMC kami langsung mendapatkan pelayanan tanpa membutuhkan waktu lama dan cepat tanggap. Beda dengan pelayanan yang ada di RSUD milik pemerintah tersebut,” kata Tabroni.

Tabroni juga mengungkapkan bahwa ketika Dian masih berada di IGD RSUD Kolonel Abundjani Bangko, dirinya sempat menghubungi Plt Direktur RSUD Kolonel Abundjani Bangko, dr. Irwan Kurniawan.

Ia mengatakan, dalam komunikasi tersebut dirinya kemudian diberikan nomor telepon kepala ruangan bernama Andika untuk membantu menangani persoalan yang dialaminya.

“Iya, Bang. Saya waktu anak saya berada di IGD sempat menelepon Pak Direktur. Saya kemudian diberi nomor telepon kepala ruangan yang bernama Andika. Setelah itu saya dihubungi Andika,” jelas Tabroni.

BACA JUGA :  Penayangan Film Mencari Jeda Jadi Ruang Apresiasi Karya Cine Vidya 2026

Namun, menurut Tabroni, saat itu dirinya sudah terlanjur kecewa dan memilih membawa anaknya ke rumah sakit lain.

“Saya sudah terlanjur kecewa karena saya menganggap pelayanan terhadap pasien di RSUD Bangko ini sangat buruk,” ujarnya.

Keluhan keluarga pasien tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana standar pelayanan dan respons petugas IGD terhadap pasien dengan kondisi khusus, terutama pasien hamil yang datang dengan keluhan sesak pada pernapasan.

Hingga berita ini ditayangkan, keterangan mengenai kronologi dari pihak keluarga tersebut masih merupakan versi Tabroni selaku orang tua pasien. Media ini belum memperoleh penjelasan resmi dari manajemen RSUD Kolonel Abundjani Bangko terkait prosedur pelayanan terhadap Dian, alasan pasien belum mendapatkan penanganan sesuai harapan keluarga, maupun klarifikasi mengenai dugaan lambannya respons petugas IGD.

Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak manajemen RSUD Kolonel Abundjani Bangko maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara utuh mengenai peristiwa tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Respons Cepat Bupati Merangin H.M. Syukur, Naqi Cake di Desa Rasau Dapat Dukungan Pemerintah
Program Magang di PT Dupoin Indonesia, Mahasiswa Djuanda Perkuat Pengalaman di Bidang Marketing
PKK dan Pemdes Rasau Dinilai Abai Pendampingan UMKM, Baru Datang Saat Usaha Berkembang
12 Karyawan, Produksi 700 Kotak Roti Sehari, Naqi Cake Mengaku Tak Pernah Dilirik Pemerintah Merangin
Nama ‘Tiar’ Muncul dalam Sorotan PETI Menggunakan Alat Berat di Desa Pulau Baru
Rentetan Keributan Libatkan SAD, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat Penegak Hukum
Perda Akui Wilayah Adat Kajang, Eks-HGU Lonsum Disebut Masuk 2.801 Hektare, AMAN Sulsel : Jangan Negara Kontradiktif !
PETI Menjamur di Tanjung Lamin, Sungai Keruh dan Alam Rusak: Warga Desak Aparat Tangkap Pelaku
Berita ini 940 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 07:18 WIB

Respons Cepat Bupati Merangin H.M. Syukur, Naqi Cake di Desa Rasau Dapat Dukungan Pemerintah

Selasa, 1 September 2026 - 00:57 WIB

Program Magang di PT Dupoin Indonesia, Mahasiswa Djuanda Perkuat Pengalaman di Bidang Marketing

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Pasien Hamil 7 Bulan Keluhkan Lambannya Pelayanan IGD RSUD Bangko, Keluarga Pilih Pindah ke MMC

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:19 WIB

PKK dan Pemdes Rasau Dinilai Abai Pendampingan UMKM, Baru Datang Saat Usaha Berkembang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:34 WIB

12 Karyawan, Produksi 700 Kotak Roti Sehari, Naqi Cake Mengaku Tak Pernah Dilirik Pemerintah Merangin

Berita Terbaru

mancingjitu