Penayangan Film Mencari Jeda Jadi Ruang Apresiasi Karya Cine Vidya 2026

- Publisher

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Jambi — Suasana berbeda terasa di halaman belakang Broyat, Jambi, Minggu (16/8/2026). Sejumlah penonton berkumpul untuk menyaksikan penayangan film Mencari Jeda, karya peserta Cine Vidya 2026 yang digagas Sinema Kajang Lako.

Penayangan ini menjadi bagian akhir dari rangkaian Workshop dan Produksi Cine Vidya 2026. Selama program berlangsung, peserta diajak mengenal proses pembuatan film dari awal, mulai dari menemukan ide, menulis cerita, mempersiapkan produksi, hingga akhirnya menghasilkan sebuah film yang bisa dinikmati bersama.

Yang menarik, proses kreatif tersebut tidak berdiri sendiri. Peserta diajak melihat warisan budaya Jambi sebagai sumber cerita dan bagian dari proses penciptaan karya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cine Vidya 2026 diselenggarakan Sinema Kajang Lako dengan dukungan Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 dan Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi.

BACA JUGA :  Di Tengah Gencarnya Penertiban PETI, Excavator Sany Diduga Milik Ijal Beroperasi di Pulau Baru

Penayangan Mencari Jeda turut dihadiri berbagai kalangan. Mulai dari perwakilan instansi, penggiat dan komunitas film, UKM film, akademisi, hingga orang tua peserta Cine Vidya.

Kehadiran mereka membuat penayangan tidak sekadar menjadi acara pemutaran film. Momen tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk melihat langsung bagaimana karya yang mereka kerjakan selama proses workshop mendapat respons dari publik.

Film Mencari Jeda sendiri mengambil latar Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi. Pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan Cine Vidya yang mencoba mempertemukan dunia film dengan kekayaan warisan budaya yang ada di Jambi.

Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi, Novie Hari Putranto, mengapresiasi karya yang dihasilkan para peserta.

“Film ini sangat luar biasa. Selain dari pemeran yang kuat, kita juga berterima kasih karena sudah mengangkat film dari sisi arkeologi,” ujar Novie.

BACA JUGA :  Bupati Yudas Tebai Turun Langsung ke RSUD Dogiyai, Dengarkan Keluhan Nakes

Menurutnya, film bisa menjadi cara yang menarik untuk mengenalkan arkeologi dan kawasan cagar budaya kepada masyarakat. Narasi tentang warisan budaya tidak harus selalu disampaikan dalam bentuk yang formal, tetapi juga bisa hadir melalui cerita dan karya kreatif yang lebih dekat dengan generasi muda.

Bagi peserta, Cine Vidya juga menjadi pengalaman baru dalam belajar membuat film sekaligus bekerja dalam sebuah proses kreatif bersama.

Jasmine, salah satu peserta, berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu penyelenggaraan saja.

“Saya harap kegiatan ini akan terus ada setiap tahunnya,” ujarnya.

Penayangan Mencari Jeda sekaligus menandai berakhirnya rangkaian workshop dan produksi Cine Vidya 2026. Namun, bagi Sinema Kajang Lako, berakhirnya program justru diharapkan menjadi awal untuk langkah berikutnya.

BACA JUGA :  Guyup Rukun, Warga Tempel Sukoharjo Sukses Gelar Rangkaian HUT RI ke-81

Salah satu gagasan yang mulai dibangun adalah menghadirkan festival film dengan tema warisan budaya. Ruang tersebut nantinya diharapkan bisa mempertemukan film, komunitas, akademisi, pelaku budaya, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang sama.

Cine Vidya menjadi langkah awal menuju gagasan tersebut. Tidak hanya menghasilkan film, program ini juga mencoba membangun cara pandang bahwa warisan budaya bisa menjadi sumber cerita yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Dari proses belajar lahir sebuah karya. Dari karya, terbuka ruang untuk bertemu dan mengapresiasi. Dan dari ruang itulah, Sinema Kajang Lako berharap ekosistem film berbasis warisan budaya di Jambi bisa terus tumbuh.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Viral! Dugaan Aktivitas Dompeng di Tengah Kota Bangko Disorot Publik, Warga Khawatir Anak-Anak Jadi Korban
Suara Utama Buka Ruang Berkarya bagi Penulis, Jurnalis dan Wartawan di Indonesia
Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap, Lapas Bangko Bagikan Masker dan Vitamin kepada Masyarakat
Jaga Kesehatan, Perkuat Pembinaan. Warga Binaan Lapas Bangko Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Lapas Bangko Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak
Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
Yayasan Suara Utama Indonesia Soroti Polemik Sound Horeg dan Etika, Pernyataan “Goblok” Jadi Sorotan
Puluhan Dompeng Rakit Gegerkan Tanjung Lamin, Warga Sebut Oknum BPD dan RT Terlibat PETI: “Jangan Hanya Imbauan!”
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:48 WIB

Viral! Dugaan Aktivitas Dompeng di Tengah Kota Bangko Disorot Publik, Warga Khawatir Anak-Anak Jadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 18:16 WIB

Suara Utama Buka Ruang Berkarya bagi Penulis, Jurnalis dan Wartawan di Indonesia

Jumat, 11 September 2026 - 14:36 WIB

Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap, Lapas Bangko Bagikan Masker dan Vitamin kepada Masyarakat

Jumat, 11 September 2026 - 14:30 WIB

Jaga Kesehatan, Perkuat Pembinaan. Warga Binaan Lapas Bangko Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Jumat, 11 September 2026 - 14:25 WIB

Lapas Bangko Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/