SUARA UTAMA – Bitung. Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Bitung berkomitmen memperkuat penerapan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) dalam setiap program kedinasan.
Langkah ini diwujudkan dengan partisipasi jajaran Bapelkum Bitung dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Aparatur Negara Tahun Anggaran 2026 yang digelar secara daring Rabu (26/8/2026).
Agenda strategis ini diinisiasi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Kementerian Hukum, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM Kementerian HAM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain Bapelkum Bitung, kegiatan ini juga diikuti oleh jajaran Bapelkum Semarang, Bapelkum Batam, serta perwakilan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai lini satker.
Kepala Bapelkum Bitung, Sudarsono, menegaskan bahwa keikutsertaan institusinya bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk menginternalisasi prinsip-prinsip HAM ke dalam sistem pelatihan dan pelayanan hukum di wilayahnya.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh aparatur memiliki pemahaman yang sama. Pelayanan publik yang kita berikan harus responsif terhadap prinsip kemanusiaan, inklusif, dan berkeadilan,” ujar Sudarsono usai mengikuti pemaparan via Zoom.
Sepanjang kegiatan, para peserta menerima pembekalan intensif mengenai tata kelola pemerintahan yang berbasis HAM.
Fokus materi mengupas tuntas tentang perlindungan hak-hak dasar warga negara serta implementasi standar instrumen HAM global dalam birokrasi pemerintahan sehari-hari.
Lewat penguatan ini, ASN diharapkan tidak hanya memahami regulasi di atas kertas, tetapi mampu mengejawantahkannya dalam pelayanan yang menghormati martabat manusia tanpa diskriminasi.
Pasca-pelatihan, Bapelkum Bitung menargetkan poin-poin instrumen HAM tersebut bisa langsung diadopsi ke dalam kurikulum kedinasan maupun pelaksanaan tugas operasional kantor.
Upaya ini menjadi bagian dari dukungan penuh Bapelkum Bitung terhadap program Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM (P5HAM) yang digelorakan pemerintah pusat.











