Ahmad Fahmi Suarakan Aspirasi Petani Sawit, Menteri Pertanian Langsung Respons Keluhan PKS Nakal

- Publisher

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA,Merangin – Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, mengusulkan diri kepada pemerintah pusat untuk ditetapkan sebagai Pilot Project Kabupaten Sawit Berkelanjutan. Usulan tersebut disampaikan langsung Wakil Ketua DPRD Kabupaten Merangin, Ahmad Fahmi, dalam audiensi bersama Menteri Pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perkebunan kelapa sawit rakyat sekaligus meningkatkan daya saing industri sawit nasional.

Dalam audiensi tersebut, Ahmad Fahmi menyampaikan delapan usulan strategis yang dinilai mampu mendorong transformasi sektor perkebunan sawit rakyat menjadi lebih profesional, produktif, dan berkelanjutan. Selain menyampaikan berbagai usulan kebijakan, ia juga mengangkat persoalan yang selama ini menjadi keluhan petani sawit, yakni praktik sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang membeli Tandan Buah Segar (TBS) di bawah harga yang telah ditetapkan Dinas Perkebunan (Disbun), serta menerapkan potongan atau penyusutan melebihi batas kewajaran, bahkan lebih dari empat persen.

BACA JUGA :  Sarbumusi Kota Batu Peringati Harlah ke-71, Perkuat Silaturahmi dan Perjuangan Buruh

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian memberikan respons cepat. Keluhan yang disampaikan langsung diteruskan kepada Direktur Jenderal Perkebunan yang membidangi sektor kelapa sawit untuk segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan. Langkah tersebut diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah dalam menciptakan tata niaga TBS yang lebih adil dan berpihak kepada petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ahmad Fahmi sendiri dikenal aktif dalam pengembangan sektor perkebunan. Selain menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Merangin, ia juga merupakan Manajer Koperasi Nalo Tantan, koperasi pertama di Indonesia yang memperoleh bantuan sarana dan prasarana jalan usaha tani dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Pada 2022, ia juga dipercaya sebagai Ketua Bidang RSPO–ISPO Petani Kelapa Sawit Produktif Indonesia (PKSPI).

Adapun delapan usulan strategis yang disampaikan kepada Menteri Pertanian meliputi penguatan kelembagaan pekebun sawit swadaya melalui program nasional, pembenahan tata niaga TBS berbasis kelembagaan petani, penyusunan Roadmap Nasional Percepatan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), penguatan penegakan kepatuhan sertifikasi ISPO, pembangunan sistem informasi sawit yang terintegrasi secara digital, penetapan Kabupaten Merangin sebagai Pilot Project Kabupaten Sawit Berkelanjutan, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan nasional berkelanjutan, serta mendorong kemitraan wajib antara PKS dan kelembagaan petani.

BACA JUGA :  PETI Mengancam Sungai dan Permukiman Tanjung Lamin, Polda Jambi Diminta Turun Tangan

Menurut Ahmad Fahmi, pembenahan tata niaga menjadi salah satu poin yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan petani. Melalui penguatan koperasi, penjualan TBS diharapkan dapat dilakukan langsung kepada PKS sehingga posisi tawar petani meningkat, harga menjadi lebih transparan, rantai distribusi lebih pendek, dan ketergantungan terhadap tengkulak dapat dikurangi.

Selain itu, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan Good Agricultural Practices (GAP), pertanian regeneratif, konservasi lingkungan, dan manajemen usaha juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus membuka lahan baru yang berpotensi menimbulkan deforestasi.

BACA JUGA :  Puluhan Dompeng Rakit Mengobrak-abrik Sungai Tanjung Lamin, Warga Desak Polda Jambi Turun Tangan

Ahmad Fahmi menegaskan, Kabupaten Merangin memiliki modal yang kuat untuk menjadi pelopor transformasi sawit berkelanjutan di Indonesia. Keberhasilan Koperasi Nalo Tantan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, DPRD, dan dunia usaha mampu menciptakan tata kelola perkebunan yang lebih baik.

“Kami memiliki petani yang antusias, pemerintah daerah yang berkomitmen, DPRD yang siap mendukung dari sisi regulasi dan anggaran, serta dunia usaha yang siap bermitra. Saat ini yang kami butuhkan adalah keberpihakan kebijakan dari pemerintah pusat,” tegas Ahmad Fahmi.

Ia berharap usulan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat sehingga Kabupaten Merangin dapat ditetapkan sebagai percontohan nasional dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, modern, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Dishub Pangkalpinang Sosialisasi Smart Parking di SMADA, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Digitalisasi
Aula Bappeda Merangin Dipakai Pengukuhan PKB, Publik Pertanyakan Penggunaan Fasilitas Pemerintah
Sorotan Tajam! Juhendri Disorot Usai Hadiri Pengukuhan PKB Berseragam PNS
BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Bedeng Rejo Merangin, Pasangan Suami Istri Meninggal Dunia di Lokasi Kejadian
Jakarta Surabaya Tarif 100 Ribu Naik Kereta Api Airlangga. Berikut Jadwal dan Rute
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Dishub Pangkalpinang Sosialisasi Smart Parking di SMADA, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Digitalisasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Aula Bappeda Merangin Dipakai Pengukuhan PKB, Publik Pertanyakan Penggunaan Fasilitas Pemerintah

Berita Terbaru

Berita Utama

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:19 WIB

Chat via WhatsApp