Dugaan Intimidasi Wartawan, Kades Masoso Disorot

- Publisher

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Suara Utama, Mamasa – Dugaan tindakan intimidasi terhadap insan pers kembali mencuat di Sulawesi Barat. Kali ini, sorotan tertuju kepada Kepala Desa Masoso, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, yang diduga melakukan ancaman kepada seorang wartawan senior melalui sambungan telepon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tersebut diungkapkan oleh Sarman, wartawan bersertifikat Utama dari Dewan Pers, mantan Sekretaris PWI Sulawesi Barat, sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Barat. Ia mengaku menerima panggilan telepon dari Kepala Desa Masoso pada Kamis sekitar pukul 14.40 WITA.

Dalam percakapan tersebut, Sarman menyebut kepala desa meminta alamat tempat tinggalnya dan menyampaikan keinginan untuk datang menemuinya dengan nada yang dinilai penuh kemarahan. Sikap tersebut dianggap sebagai bentuk intimidasi yang tidak sejalan dengan etika seorang pejabat publik.

BACA JUGA :  PETI Merajalela di Bukit Batu Sungai Manau, Warga Minta Aparat Telusuri Dugaan Keterlibatan Azral

“Saya keberatan atas dugaan ancaman yang disampaikan melalui telepon. Meminta alamat sambil menyampaikan keinginan untuk datang menemui dengan nada marah merupakan tindakan yang tidak mencerminkan etika dan kedewasaan seorang pemimpin,” ujar Sarman.

Menurutnya, persoalan yang melatarbelakangi insiden itu berkaitan dengan dugaan utang piutang yang melibatkan warga masyarakat yang memiliki hubungan keluarga dengannya. Sebagai bagian dari masyarakat sekaligus insan pers, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu warga yang mengaku mengalami kerugian dan mencari keadilan.

BACA JUGA :  Kesempatan Bergabung di Media Massa Nasional dan Internasional, Redaksi Suara Utama Buka Peluang untuk Kaperwil dan Kabiro di Seluruh Indonesia

Sarman menegaskan bahwa pendampingan terhadap masyarakat merupakan bagian dari kepedulian sosial serta bentuk keberpihakan terhadap kepentingan publik. Ia menilai setiap persoalan semestinya diselesaikan melalui jalur hukum dan komunikasi yang santun, bukan dengan tekanan maupun intimidasi.

Kasus ini pun kembali memunculkan kekhawatiran mengenai pentingnya perlindungan terhadap kebebasan pers dan keselamatan wartawan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Sebagai salah satu pilar demokrasi, pers memiliki hak untuk menyampaikan informasi kepada publik tanpa tekanan, ancaman, maupun upaya pembungkaman dari pihak mana pun.

Atas kejadian tersebut, Sarman mengajak seluruh insan pers untuk tetap menjaga profesionalisme dan solidaritas dalam mengawal kebebasan pers. Ia juga berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

BACA JUGA :  Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan

“Pejabat publik seharusnya menjadi teladan dalam menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang bijaksana dan bermartabat. Saya berharap ada klarifikasi serta itikad baik agar persoalan ini tidak berkembang lebih jauh,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Kepala Desa Masoso terkait dugaan ancaman yang disampaikan oleh Sarman. Oleh karena itu, ruang klarifikasi tetap terbuka guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penghormatan terhadap kebebasan pers, etika komunikasi, dan supremasi hukum merupakan fondasi penting dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat, khususnya di daerah.

Penulis : Hamsir

Editor : Hamsir

Sumber Berita: Suara Utama

Berita Terkait

Polri dan Mitra Kamtibmas Perkuat Sinergi di Manggala
Kelangkaan Pertalite dan Solar di Banjar Kalsel, Berlanjut
GOR SMKN 6 Disewakan
pekerja mengaku bekerja di PT BAR site PT BERAU COAL. mengeluhkan pembayaran upah molorrr.!
Bapelkum Bitung dan BNNK Perkuat Sinergi, Bahas Persiapan Penandatanganan PKS
Aliansi Masyarakat Karawang Jabar Menuntut Ketegasan Pemkab Menutup TNM
Pertalite dan Solar Langka di Banjar Kalsel, Namun Masih Banyak Dijual Eceran
Pertamax Rp16.650 per Liter: Rakyat Dipaksa Menyesuaikan. UMKM, Hingga Pengemudi Transportasi Terasa Dampaknya.
Berita ini 51 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:10 WIB

Dugaan Intimidasi Wartawan, Kades Masoso Disorot

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:01 WIB

Polri dan Mitra Kamtibmas Perkuat Sinergi di Manggala

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:21 WIB

Kelangkaan Pertalite dan Solar di Banjar Kalsel, Berlanjut

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:23 WIB

GOR SMKN 6 Disewakan

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:17 WIB

pekerja mengaku bekerja di PT BAR site PT BERAU COAL. mengeluhkan pembayaran upah molorrr.!

Berita Terbaru

Berita Utama

Dugaan Intimidasi Wartawan, Kades Masoso Disorot

Kamis, 11 Jun 2026 - 19:10 WIB

Pendidikan

PONDOK TAHFIZ MEMBLUDAK

Kamis, 11 Jun 2026 - 15:43 WIB

Berita Utama

Polri dan Mitra Kamtibmas Perkuat Sinergi di Manggala

Kamis, 11 Jun 2026 - 14:01 WIB