SUARAUTAMA.ID |MAKASSAR – UPT SPF SDN Cendrawasih resmi ditetapkan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) dan saat ini tengah menjalani proses pembinaan intensif guna mempersiapkan diri menghadapi tahapan penilaian tingkat nasional. Dalam upaya memperkuat kesiapan tersebut, pihak sekolah menggandeng UPT SPF SDN Sudirman 3 yang telah berstatus Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) sebagai sekolah pendamping dan pembina.
Langkah kolaboratif ini menjadi bentuk komitmen kedua sekolah dalam mendukung program sekolah berbudaya lingkungan yang dicanangkan pemerintah melalui Program Adiwiyata. Pembinaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekolah sekaligus memperkuat keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala UPT SPF SDN Cendrawasih, Pak Basri, menjelaskan bahwa proses pembinaan tidak hanya berfokus pada pemenuhan administrasi penilaian Adiwiyata, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan sekolah ramah lingkungan.

“Pembinaan ini untuk saling sharing dan berbagi pengalaman agar berbagai kekurangan yang masih ada dapat segera teratasi, mulai dari sarana prasarana pendukung lingkungan, pengelolaan sampah yang lebih efektif, hingga peningkatan partisipasi orang tua murid dalam mendukung sekolah menuju Adiwiyata Nasional,” ujar Pak Basri saat ditemui, Minggu (25/5/2026).
Menurutnya, status sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional menjadi motivasi besar bagi seluruh tenaga pendidik, peserta didik, serta orang tua siswa untuk terus meningkatkan budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.
Ia menambahkan, pembinaan dari SDN Sudirman 3 menjadi kesempatan berharga karena sekolah tersebut telah lebih dulu menjalankan berbagai program lingkungan secara konsisten dan berhasil memenuhi banyak indikator penilaian Adiwiyata tingkat mandiri.
“Banyak hal yang kami pelajari dari SDN Sudirman 3, terutama mengenai sistem pengelolaan lingkungan sekolah yang terstruktur, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, serta bagaimana membangun kesadaran seluruh warga sekolah agar peduli terhadap lingkungan sekitar,” lanjutnya.
Dalam proses pembinaan tersebut, terdapat sejumlah fokus utama yang menjadi perhatian bersama, di antaranya penataan dan penghijauan lingkungan sekolah, pengelolaan sampah berbasis program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penghematan energi listrik dan penggunaan air secara bijak, hingga penguatan peran komite sekolah dan orang tua murid dalam mendukung program lingkungan.
Selain itu, siswa juga didorong aktif dalam berbagai kegiatan berbasis lingkungan seperti kerja bakti rutin, pemilahan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan barang bekas menjadi produk kreatif, penanaman pohon, serta pengembangan kebun sekolah sebagai sarana edukasi.
Pak Basri menegaskan bahwa keberhasilan menuju Sekolah Adiwiyata Nasional tidak dapat dicapai hanya oleh pihak sekolah semata, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.
“Kesadaran lingkungan harus menjadi budaya bersama. Kami berharap keterlibatan orang tua murid semakin meningkat sehingga program yang dijalankan di sekolah juga dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPT SPF SDN Sudirman 3 menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendampingi dan memberikan pembinaan secara maksimal kepada SDN Cendrawasih selama proses menuju penilaian nasional berlangsung.
Menurutnya, kolaborasi antar sekolah merupakan langkah penting dalam mempercepat peningkatan kualitas sekolah berbasis lingkungan hidup sekaligus memperkuat semangat gotong royong di dunia pendidikan.
“Kami siap berbagi pengalaman dan praktik baik yang selama ini diterapkan di sekolah kami. Semangat kolaborasi seperti ini sangat penting karena tujuan utama Program Adiwiyata bukan sekadar penghargaan, tetapi membentuk karakter peduli lingkungan pada peserta didik sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa SDN Cendrawasih memiliki potensi besar untuk lolos sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional apabila seluruh program yang direncanakan dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
Program Adiwiyata sendiri merupakan program penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada sekolah yang berhasil menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).
Melalui program tersebut, sekolah didorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, nyaman, hijau, serta mampu membangun karakter peserta didik yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Penilaian Adiwiyata meliputi berbagai aspek, mulai dari kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif warga sekolah, hingga pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan secara berkelanjutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, program Adiwiyata terus menjadi perhatian banyak sekolah karena dinilai mampu meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan sekaligus membentuk budaya disiplin dan tanggung jawab sosial pada siswa.
Di SDN Cendrawasih sendiri, berbagai upaya pembenahan terus dilakukan secara bertahap. Mulai dari memperbanyak tanaman hijau di area sekolah, menyediakan tempat sampah terpilah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga membiasakan siswa membawa botol minum sendiri sebagai bentuk pengurangan sampah plastik.
Tidak hanya itu, sekolah juga mulai mengembangkan berbagai inovasi lingkungan seperti pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, pembuatan taman kelas, serta program Jumat Bersih yang melibatkan seluruh siswa dan guru.
Antusiasme siswa terhadap program lingkungan pun terlihat semakin meningkat. Banyak siswa mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan sekolah dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan peduli lingkungan yang dilaksanakan secara rutin.
Dengan adanya pendampingan dari SDN Sudirman 3, pihak sekolah optimis seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi dengan baik sebelum tahapan evaluasi nasional dilaksanakan.
“Kami berharap melalui pembinaan ini, SDN Cendrawasih dapat memberikan hasil terbaik dan berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Ini bukan hanya kebanggaan sekolah, tetapi juga kebanggaan masyarakat dan dunia pendidikan di Kota Makassar,” tutup Pak Basri.












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.