SUARA UTAMA, Hulu Sungai Tengah – Berlokasi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan kembali dilanda banjir. Hujan intensitas tinggi sejak Senin (18/05/2026) dini hari hingga siang, menyebabkan meluapnya air sungai dibeberapa kecamatan, yakni Batu Benawa, Barabai dan Pandawa, akibatnya menggenangi jalan, pekarangan rumah, bahkan merendam rumah warga, dengan ketinggian air bervariasi. Demikian informasi yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) & Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kabupaten HST, PLT Kepala BPBD & Damkar melalui kepala seksi kedaruratan Fitriadinoor, kepada Suara Utama pada Selasa (19 /05/2026).

Dia merincikan, wilayah yang terdampak banjir, adalah Kecamatan Batu Benawa, meliputi desa Aluan Besar, desa Paya Besar. Di Kecamatan Barabai meliputi, Kelurahan Barabai Darat. Kecamatan Barabai Timur & Kecamatan Barabai Selatan. sedangkan di kecamatan Barabai Utara, meliputi, kelurahan Bukat, Mandingin, Pajukungan Pandawan, desa Kayu Rabah, desa Jaranih, desa Masiraan & desa Palajau. Pada rilisnya BPBD menyebutkan data yang diperoleh, sedikitnya total 2.909 rumah dan 8.889 jiwa, terdampak banjir dengan ketinggian mencapai 100 cm dipekarangan dan 50 cm air masuk kedalam rumah warga. Selain itu. sejumlah fasilitas umum, mushola/langgar, kantor desa dan kelurahan, sekolah dasar dan madrasah, perkantoran juga tidak luput dari bencana dadakan di Bumi Murakata ini.
Sementara itu, lanjut Fitri, ketinggian debit air di Kecamatan Batu Benawa sudah berangsur surut, namun di Kecamatan Barabai masih tetap dan justru sebagian cenderung mengalami kenaikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun langkah yang terus dijalankan, adalah melakukan Pendataan wilayah terdampak banjir yang melibatkan seluruh anggota BPBD dan DAMKAR Kabupaten HST, imbuhnya.
Seorang warga yang tinggal di kelurahan Barabai Darat, Kecamatan Barabai, ibu Ani kepada Suara Utama Senin (17/05/2026) mengatakan, kondisi banjir saat ini, sangat khawatir terhadap keselamatan keluarganya yang tinggal hanya berseberangan jalan dengan bantaran sungai.
Apa lagi, belajar dari pengalaman banjir yang sudah pernah terjadi sebelumnya, selama tiga hari, tidak mendapatkan bantuan bahan makanan, membuat warga disini sempat kelaparan, tutupnya.
Penulis : Ahmad Arbani
Editor : Andre Hariyanto
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











