Etika Kekuasaan Dalam Demokrasi Modern adalah Refleksi Moralitas Kekuasaan di Era Politik Kontemporer

- Publisher

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Oleh: Dr. Firman Tobing

Akademisi/Anggota Megawati Institute

SUARA UTAMA, Riau – Jika mengamati fenomena demokrasi modern yang sering dipahami sebagai sistem politik yang memberikan ruang bagi rakyat untuk menentukan arah kekuasaan melalui mekanisme pemilihan umum. Dalam teori politik klasik, demokrasi bukan sekadar prosedur memilih pemimpin, tetapi juga sistem nilai yang menempatkan etika sebagai fondasi dalam menjalankan kekuasaan. Namun dalam praktiknya, demokrasi modern di berbagai negara justru sering memperlihatkan gejala yang mengkhawatirkan, seperti kekuasaan dijalankan secara legal, tetapi kehilangan dimensi moralnya. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mendasar, apakah demokrasi masih memiliki etika dalam praktik kekuasaan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harus diakui bahwa kekuasaan dalam sistem demokrasi memang memperoleh legitimasi dari rakyat. Namun legitimasi politik tidak selalu identik dengan legitimasi moral. Seorang pemimpin dapat memperoleh mandat melalui mekanisme yang sah, tetapi cara ia menggunakan kekuasaan itulah yang menentukan kualitas demokrasi suatu negara. Di sinilah letak etika politik memainkan peran yang sangat penting. Dalam sejarah pemikiran politik dunia, persoalan etika kekuasaan telah lama menjadi perdebatan. Salah satu tokoh yang sering dikaitkan dengan diskursus ini adalah Niccolò Machiavelli, seorang pemikir politik dari Italia yang hidup pada abad ke-16. Melalui karya monumentalnya The Prince, Machiavelli mengemukakan pandangan yang realistis tentang kekuasaan. Ia berpendapat bahwa seorang penguasa sering kali harus mengambil keputusan yang keras demi menjaga stabilitas negara.

BACA JUGA :  Harmoni Nyepi dan Idulfitri di Tengah Pencemaran Cahaya Buatan

 

Dr. Firman Tobing

Dalam negara demokratis, etika kekuasaan seharusnya tercermin dalam beberapa prinsip utama. Pertama, kekuasaan harus dijalankan dengan kesadaran bahwa mandat yang diperoleh berasal dari rakyat. Oleh karena itu, setiap kebijakan publik harus diarahkan untuk kepentingan bersama, bukan untuk memperkuat kepentingan kelompok atau elite tertentu. Kedua, kekuasaan harus tunduk pada prinsip akuntabilitas. Demokrasi menuntut adanya mekanisme pengawasan terhadap penyelenggara negara agar kekuasaan tidak disalahgunakan. Tanpa akuntabilitas, kekuasaan cenderung berkembang menjadi otoritarianisme yang terselubung. Ketiga, kekuasaan harus dijalankan dengan integritas moral. Integritas ini tidak hanya berkaitan dengan kejujuran pribadi seorang pemimpin, tetapi juga komitmen terhadap nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan tanggungjawab publik.

Membangun Etika Kekuasaan Dalam Demokrasi

Dalam praktik politik kontemporer, tantangan terbesar demokrasi justru terletak pada upaya menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan moralitas. Politik sering kali menjadi arena persaingan kepentingan yang keras, sementara etika menuntut adanya batasan moral dalam menggunakan kekuasaan. Ketegangan antara keduanya merupakan dinamika yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan demokrasi. Namun sejarah menunjukkan bahwa demokrasi yang bertahan lama adalah demokrasi yang tidak hanya kuat secara institusional, tetapi juga kokoh secara moral. Ketika etika politik diabaikan, maka legitimasi kekuasaan akan perlahan terkikis, bahkan jika secara formal sistem demokrasi masih berjalan.

BACA JUGA :  Puasa dan Muhasabah di Era Digital

Dalam konteks inilah peran pemimpin menjadi sangat menentukan. Pemimpin demokratis tidak hanya dituntut mampu memenangkan dukungan politik, tetapi juga harus mampu menjaga integritas moral dalam menjalankan kekuasaan. Kepemimpinan yang etis akan menciptakan kepercayaan publik, sementara kekuasaan yang kehilangan etika hanya akan melahirkan krisis legitimasi. Demokrasi modern pada akhirnya bukan sekadar persoalan sistem pemerintahan, tetapi juga persoalan karakter moral dari mereka yang menjalankan kekuasaan. Kekuasaan yang dijalankan dengan etika akan memperkuat demokrasi, sementara kekuasaan tanpa etika justru akan menggerogoti demokrasi dari dalam. Karena itu, menjaga etika kekuasaan bukan hanya tanggung jawab para pemimpin, tetapi juga tanggung jawab seluruh warga negara dalam mengawal kehidupan demokrasi.

Pada akhirnya, demokrasi bukan sekadar mekanisme memilih pemimpin, tetapi juga cermin dari kualitas moral suatu bangsa. Kekuasaan dapat memberikan kewenangan, tetapi hanya etika yang memberikan legitimasi sejati. Sebagaimana pernah diingatkan oleh Niccolò Machiavelli, kekuasaan memang menuntut ketegasan dalam menghadapi realitas politik. Namun sejarah juga mengajarkan bahwa kekuasaan yang kehilangan moralitas pada akhirnya akan kehilangan kepercayaan rakyatnya. Sebab dalam kehidupan bernegara, kekuasaan mungkin mampu memaksa ketaatan, tetapi hanya etika yang mampu melahirkan kepercayaan, tanpa kepercayaan, kekuasaan pada akhirnya hanya akan menjadi bayang-bayang dari legitimasi yang pernah dimilikinya.

BACA JUGA :  Board of Peace dan Arah Politik Luar Negeri Indonesia dalam Perspektif Konstitusi

Catatan penting dari fenomena yang terjadi adalah beranjak dari sejarah bangsa-bangsa tidak pernah benar-benar diingat karena besarnya kekuasaan yang pernah dimiliki para pemimpinnya, tetapi karena kebijaksanaan moral yang mereka tunjukkan ketika memegang kekuasaan itu. Kekuasaan dapat bertahan melalui kekuatan, strategi, bahkan ketakutan. Namun hanya kekuasaan yang dijalankan dengan etika yang mampu bertahan dalam ingatan dan penghormatan rakyatnya. Demokrasi yang kita bangun hari ini pada dasarnya adalah pertaruhan moral, apakah kekuasaan akan kita biarkan menjadi alat dominasi, atau kita jaga sebagai amanah untuk menghadirkan keadilan. Karena dipenghujung semua ini akan menjawab, bukan seberapa lama seseorang berkuasa yang akan dikenang oleh sejarah, melainkan seberapa bermartabat ia menggunakan kekuasaan itu ketika kesempatan berada di tangannya.

 

Penulis : Zulfaimi

Editor : Zulfaimi

Sumber Berita: Suara Utama

Berita Terkait

Unifikasi Hukum untuk Kepastian Hak Warga Negara
Sengketa Tanah di Kalimantan Timur: Kenapa Sertifikat Tidak Selalu Menjamin Kepemilikan?
KUHAP 2025 Perkuat Hak Bantuan Hukum: Advokat Kini Wajib Hadir Sejak Awal Penyidikan
Kantor Hukum Samarinda Tangani Sengketa Ketenagakerjaan Tambang Bernilai Tinggi di Kutai Timur
Mengapa Strava & Body Goals Menjadi Mata Uang Sosial Baru Menggeser Flexing Harta
PUTUSAN FENOMENAL PRA PERADILAN 2026: KORBAN MENANG, NEGARA DIPAKSA MEMBERI KEPASTIAN HUKUM
Desakan Keadilan Menguat: DPRD Kalteng, Pangdam, dan Kapolda Didesak Tuntaskan Kasus Andrie Yunus
Hukum Adat di Bawah Bayang – Bayang KUHP Baru
Berita ini 188 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 13:48 WIB

Unifikasi Hukum untuk Kepastian Hak Warga Negara

Senin, 27 April 2026 - 19:23 WIB

Sengketa Tanah di Kalimantan Timur: Kenapa Sertifikat Tidak Selalu Menjamin Kepemilikan?

Sabtu, 25 April 2026 - 05:36 WIB

KUHAP 2025 Perkuat Hak Bantuan Hukum: Advokat Kini Wajib Hadir Sejak Awal Penyidikan

Rabu, 22 April 2026 - 16:00 WIB

Kantor Hukum Samarinda Tangani Sengketa Ketenagakerjaan Tambang Bernilai Tinggi di Kutai Timur

Kamis, 16 April 2026 - 15:59 WIB

Mengapa Strava & Body Goals Menjadi Mata Uang Sosial Baru Menggeser Flexing Harta

Berita Terbaru

https://3.33.146.175/id/ https://117.18.0.23/ https://117.18.0.16/ https://117.18.0.24/ https://chinesemedicinenews.com/ https://revistaenigmas.com/ https://topweddinglists.com/ https://ayahqq.com https://ayahqq.it.com https://klik66.com https://klik66.it.com https://radiofarmacia.org https://atendamais.org https://thedramaparadise.com/ https://villamadridbrownsville.com/ https://gamesvega.com/ https://bhpi.org/ https://globelegislators.org https://controlesocial.cg.df.gov.br/ https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/ https://www.aux.com.sg/ https://global-edu.uz/ https://chessellpotterycafe.co.uk/menu http://ipcr.gov.ng/ https://globelegislators.org/about-us/ https://globelegislators.org/biodiversity/ https://id.pandamgadang.com/ https://cheersport.at/about-us/ https://www.sna.org.ar https://www.riifo.com/id/ https://tourism.perlis.gov.my/ https://www.riifo.com/ https://ppg.fkip.unisri.ac.id/ https://feednplay.dei.uc.pt/ https://fkip.unisri.ac.id/ https://fh.unisri.ac.id/ https://map.fisip.unisri.ac.id/ https://vokasi.unbrah.ac.id/ https://inspira.dei.uc.pt/ https://training.unmaha.ac.id/ https://uk.unmaha.ac.id/ https://an.fisip.unisri.ac.id/ https://fisip.unisri.ac.id/ https://hi.fisip.unisri.ac.id/ https://ebooks.uinsyahada.ac.id/ https://cultura.userena.cl/ https://middlepassage.dei.uc.pt/ https://discurso.userena.cl/ https://ictess.unisri.ac.id/ https://duniapenfi.kemendikdasmen.go.id/ https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/slot-garansi-kekalahan.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/bandarqq.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/poker-qq.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/mix-parlay.html https://pioneer.schooloftomorrow.ph/ mpo slot https://stem-md.swu.bg/ mpo https://cheersport.at/doc/pkv-games/ https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/ https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/ https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/ https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/ https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/ https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/ https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/ https://uniestate.com/pkv-games/ https://uniestate.com/bandarqq/ https://uniestate.com/qiuqiu/ https://pojoktim.com/public/pkv-games/ https://pojoktim.com/public/bandarqq/ https://pojoktim.com/public/dominoqq/ https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/ https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/ https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/ https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/ https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/ https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/ https://graceconference.com/public/pkv-games/ https://graceconference.com/public/bandarqq/ https://graceconference.com/public/dominoqq/ https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/ https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/ https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/ https://pksoganilir.com/pkv-games/ https://pksoganilir.com/bandarqq/ https://pksoganilir.com/dominoqq/ https://bhor.gov.pg/pkv-games/ https://bhor.gov.pg/bandarqq/ https://bhor.gov.pg/dominoqq/ https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/ https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/ https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/ https://legacy.wespa.org/pkv-games/ https://legacy.wespa.org/bandarqq/ https://legacy.wespa.org/dominoqq/ https://ac-group.hr/chip/pkv-games/ https://ac-group.hr/chip/bandarqq/ https://ac-group.hr/chip/dominoqq/ https://aenfis.com/cloud/pkvgames/ https://aenfis.com/cloud/bandarqq/ https://aenfis.com/cloud/dominoqq/