SUARA UTAMA, Pangkalpinang – Kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadan tidak hanya bergantung pada stabilitas harga pangan, tetapi juga pada kepastian pasokan energi dan akurasi informasi yang diterima masyarakat. Di tengah dinamika tersebut, penguatan sinergi antara lembaga legislatif, eksekutif, dan pers menjadi kunci utama untuk meredam kecemasan publik di Negeri Serumpun Sebalai.
Pesan kolaborasi tersebut mengemuka dalam acara ramah tamah yang digelar Anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung, Rudianto Tjen, bersama puluhan jurnalis di Jabrik Resto, Pangkalpinang, Jumat (6/3/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung khidmat ini juga dihadiri oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, dan Anggota DPD RI, Bahar Buasan.
Rudianto Tjen memberikan perhatian khusus pada fenomena panic buying Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat mencuat di sejumlah SPBU. Menurut dia, keresahan masyarakat sering kali dipicu oleh informasi yang tidak utuh, yang kemudian berdampak pada perilaku pembelian berlebih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Stok BBM di Bangka Belitung aman dan tidak ada pengurangan pasokan. Kami sudah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sesuai kuota yang ditetapkan melalui koordinasi intensif dengan komisi terkait di DPR RI yang membidangi energi dan migas,” tegas Rudianto.
Ia menambahkan, jika masyarakat melakukan pembelian secara wajar, alur distribusi akan tetap normal. Namun, perilaku menimbun atau membeli di luar kebutuhan justru akan menciptakan kemacetan distribusi yang semu.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan operasional di lapangan tetap berjalan lancar. Ia menyatakan bahwa pihak pemkot terus memantau titik-titik distribusi untuk mencegah adanya praktik spekulasi yang merugikan warga.
“Pemerintah kota berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi warga selama Ramadan. Kami mengapresiasi langkah Pak Rudianto dalam mengawal kuota energi di pusat, sementara kami di daerah akan memastikan pengawasan di tingkat pengecer dan SPBU agar tidak ada ruang bagi oknum yang memanfaatkan situasi,” ujar Saparudin.
Sementara itu, Anggota DPD RI, Bahar Buasan, menyoroti pentingnya ketenangan batin masyarakat dalam beribadah. Ia menilai bahwa peran pers sangat vital dalam menjaga “suhu” sosial agar tetap sejuk melalui pemberitaan yang berbasis data.
“Pers adalah jembatan informasi. Di saat ada isu kelangkaan, media harus hadir dengan data yang valid dari otoritas resmi agar masyarakat tenang. Kami di DPD RI juga terus mengawal agar hak-hak daerah terkait pasokan energi ini tidak terabaikan,” kata Bahar.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi jurnalis dalam menjaga transparansi informasi, acara diakhiri dengan diskusi santai dan penyerahan cinderamata secara simbolis. Rudianto Tjen menilai, kerja-kerja jurnalistik yang akurat merupakan bentuk kontribusi nyata bagi stabilitas nasional dan daerah.
Melalui momentum Ramadan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, wakil rakyat, dan media massa semakin kokoh. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada isu energi, tetapi juga meluas pada seluruh aspek pembangunan demi kemajuan Provinsi Bangka Belitung.
Penulis : Rozi
Editor : Aisyah Putri Widodo
Sumber Berita: Redaksi Suara Utama











