Keikhlasan dan Amal Lebih Utama dari Sekadar Wadah Organisasi

Menjaga Persaudaraan Umat dan Keikhlasan dalam Beramal

- Publisher

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Mas Andre Hariyanto bersama Ustadz Endang AR, Pengasuh Pondok Pesantren, yang memberikan nama hijrah Rahmat Rahman (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA).

FOTO: Mas Andre Hariyanto bersama Ustadz Endang AR, Pengasuh Pondok Pesantren, yang memberikan nama hijrah Rahmat Rahman (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA).

Penulis: Rahmat Rahman (Nama Hijrah: Mas Andre Hariyanto asal Mojokerto, Jawa Timur)

SUARA UTAMA Dalam kehidupan bermasyarakat, organisasi hadir sebagai wadah untuk belajar, berdakwah, bersosial, dan berkontribusi bagi kebaikan bersama. Keberadaan organisasi tentu memiliki banyak manfaat, selama dijalankan dengan niat yang lurus dan sikap yang bijak. Namun, sebagai umat Islam, penting untuk selalu mengingat bahwa organisasi adalah sarana, bukan tujuan utama.

Menjadikan Organisasi sebagai Jalan Berbuat Kebaikan
Menjadikan Organisasi sebagai Jalan Berbuat Kebaikan

Islam mengajarkan nilai persaudaraan dan keseimbangan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Ayat ini menegaskan bahwa identitas utama seorang Muslim adalah sebagai saudara sesama mukmin. Perbedaan wadah, metode, atau latar belakang tidak seharusnya menghilangkan rasa saling menghormati dan menghargai.

BACA JUGA :  TK PGRI 05 Kota Batu Tampil Percaya Diri, Siap Rebut Juara di Kejurkot Drumband Open 2026

Semua Sama di Hadapan Allah

Dalam Islam, ukuran kemuliaan bukanlah jabatan, kelompok, atau atribut yang melekat pada diri seseorang. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa yang menjadi tolok ukur di sisi Allah adalah ketakwaan. Karena itu, setiap Muslim hendaknya lebih fokus pada peningkatan kualitas iman, akhlak, dan amal saleh.

BACA JUGA :  PETI Excavator Diduga Milik Juri di Lubuk Beringin Tuai Kecaman, Warga Minta Polda Jambi Turun Tangan

Pentingnya Menjaga Niat dan Jati Diri

Berorganisasi adalah bagian dari ikhtiar dalam menebar manfaat. Namun, seorang Muslim tetap perlu menjaga jati dirinya sebagai hamba Allah. Loyalitas terhadap organisasi tidak boleh menggeser nilai-nilai dasar Islam seperti keikhlasan, persatuan, dan saling menghormati.

Sikap bijak adalah ketika seseorang mampu mencintai dan mendukung organisasinya, namun tetap terbuka, rendah hati, dan menghargai perbedaan.

Amal yang Terus Mengalir

Kehidupan di dunia bersifat sementara. Setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

BACA JUGA :  Penggurus Kelompok Tani Meraang Dan Tokoh Adat Menyambangi Mapolres Berau. Menyerahkan Surat Garapan Mereka

Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim ibn al-Hajjaj ini mengingatkan bahwa yang akan terus bernilai adalah amal kebaikan yang ikhlas dan bermanfaat bagi sesama.

Persatuan umat dan keikhlasan dalam beramal adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Organisasi dapat menjadi sarana untuk berbuat baik, tetapi yang paling utama adalah menjaga hati, memperkuat ketakwaan, dan memperbanyak amal yang membawa manfaat luas.

Semoga kita senantiasa diberikan kebijaksanaan dalam bersikap, ketulusan dalam beramal, dan semangat untuk menjaga persaudaraan umat. Aamiin.

Penulis : Zhafran Saif Ghazi Al-Amin

Editor : Zahwa Qarira Nazhira

Sumber Berita: Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Borok PPDB SMKN 13 Bandung: Anak Yatim Diperas Oknum TU Rp4 Juta, Gurita “Jalur Tembak” Capai Rp10 Juta
Sengkarut Makan Bergizi Gratis Soreang: Air Mata UMKM di Balik Ambisi ‘4.000 Kue Semalam’ dan Bayang-Bayang Politik Partai Penguasa
Diduga Abaikan SOP, Oknum Kepala SPPG Disorot: Relawan Mengeluh, Sistem Kerja Dinilai Semrawut.
Korban Angkat Bicara: “Kalau Merasa Benar, Buktikan di Pengadilan, Bukan Bermain Opini di Media
Mencari Keadilan di Tengah Kemakmuran yang Semu
Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan
Kesultanan Sambaliung dan Organisasi Sabang Merah Borneo DPD Berau Pesisir, Mosi tidak percaya dan kecaman keras terhadap PT Tridaya Hutan Lestari (PT THL).
Ridwan Andi Wittiri: Kurban PDI Perjuangan Sulsel Bentuk Kepedulian untuk Masyarakat
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:45 WIB

Borok PPDB SMKN 13 Bandung: Anak Yatim Diperas Oknum TU Rp4 Juta, Gurita “Jalur Tembak” Capai Rp10 Juta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:42 WIB

Sengkarut Makan Bergizi Gratis Soreang: Air Mata UMKM di Balik Ambisi ‘4.000 Kue Semalam’ dan Bayang-Bayang Politik Partai Penguasa

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:44 WIB

Diduga Abaikan SOP, Oknum Kepala SPPG Disorot: Relawan Mengeluh, Sistem Kerja Dinilai Semrawut.

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:06 WIB

Korban Angkat Bicara: “Kalau Merasa Benar, Buktikan di Pengadilan, Bukan Bermain Opini di Media

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:41 WIB

Mencari Keadilan di Tengah Kemakmuran yang Semu

Berita Terbaru