Gerakan Lakas Sigar UNISKA, ruang literasi publik bagi mahasiswa dan masyarakat

- Publisher

Kamis, 22 Mei 2025 - 20:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

SUARA UTAMA, Banjarmasin- Mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) membentuk suatu gerakan ruang literasi bagi masyarakat yang disebut “Lakas Sigar” yang digelar pada Kamis, 22 Mei 2025. Gerakan tersebut dilakukan di Kampus UNISKA, Jl. Adhyaksa No.2, Sungai Miai, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

Kegiatan ini merupakan inisiasi dari sekumpulan mahasiswa yang menilai bahwa perlu ada perbaikan pada pola pikir mahasiswa yang selama beberapa dekade belakangan mulai menurun. “mahasiswa yang seharusnya menjadi kekuatan utama dalam menghadapi kompleksitas zaman mulai terkikis oleh pragmatisme apatis dan budaya serba instan, serta dunia yang serba digital tidak selalu disertai kemampuan nalar secara mendalam. Hal itu menjadikan mahasiswa terjebak didalam pola pikir pasif dan sekarang mungkin ada istilah yang bernama brain rot.
Berdasarkan hal tersebut kami mahasiswa UNISKA memutuskan untuk membentuk ruang sadar yang bernama “Lakas Sigar”, sebagai sarana untuk menjadikan mahasiswa kembali berpikir kritis, membangun kesadaran intelektual serta menjuangkan keberanian moral dalam menghadapi masalah yang aktual. Ruang Lakas Sigar hadir tidak hanya menjadi forum diskusi melainkan menjadi tempat pembelajaran yang kolektif dan mendalam yang diharapkan dapat membentuk pikiran yang kritis serta karakter mahasiswa yang tangguh secara intelektual dan progresive secara moral” Kata Maulidinur Rahman selaku penggerak Lakas Sigar.

BACA JUGA :  Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat

Tambahnya, Lakas Sigar berasal dari dua kata dalam bahasa Banjar, yaitu Lakas yang berarti Cepat, dan Sigar yang berarti sembuh, sehingga Lakas Sigar dapat diartikan sebagai cepat sembuh. Selain itu, Lakas merupakan akronim dari Lapak Kamis Sadar, sedangkan Sigar merupakan akronim dari Senin Bergerak Sadar.

Gerakan Lakas Sigar dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin dan Kamis sekitar pukul 14.00 WITA. Gerakan Lakas Sigar direncanakan dilaksanakan secara berpindah-pindah di setiap kampus UNISKA. Kedepannya gerakan Lakas Sigar akan melaksanakan program literasi mereka secara masif dan konsisten, namun tidak menutup kemungkinan gerakan ini akan mengadopsi program lain pada pelaksanaan kedepannya.

BACA JUGA :  Siswa SDN 66 Jelatang I Diduga Dikeroyok Enam Teman di Dalam Kelas, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

Maulidinur Rahman juga menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan budaya intelektual mahasiswa yang lebih baik serta menjadi awal terbentuknya kondisi kampus yang inklusif “Harapannya  Lakas Sigar dapat membangun budaya intelektual mahasiswa UNISKA untuk berpikir kritis, sadar, legmatis serta memiliki orientasi pada perubahan sosial yang adil dan beradab, serta kegiatan ini juga menggagas agar terbentuknya kampus yang inklusif dengan harapan semua elemen masyarakat dapat mengakses pendidikan di kampus tanpa harus menjadi mahasiswa, tanpa harus menjadi dosen, atau tanpa harus menjadi warga kampus”.

Penulis : Muhammad Rizky Fadirubun

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat
Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI
Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan
Pemkab Dogiyai Serahkan 16 Calon Mahasiswa untuk Kuliah di UNPAR Bandung
Bupati Yudas Tebai Tegaskan Beasiswa Dogiyai Harus Berkelanjutan
Kabut Asap Pekat Selimuti Padang Pariaman, Masyarakat Diimbau Waspadai Gangguan Pernapasan
Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Berita ini 158 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pemkab Dogiyai Serahkan 16 Calon Mahasiswa untuk Kuliah di UNPAR Bandung

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Bupati Yudas Tebai Tegaskan Beasiswa Dogiyai Harus Berkelanjutan

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp