Di Lelilef Kematian Mengawasi

Kamis, 13 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Firmansyah Usman

Di Lelilef darah para buruh tambang tak terkeringkan

Angin musim ini tak dapat menghapusnya

Juga hujan tak dapat membersihkannya

 

Begitu pula darah petani

Waktu pun tak dapat menghilangkannya

Aku tak mau bersaksi seperti Pablo Neruda

‘Sejak saat itu tanah, roti dan anggur di El Salvador berasa darah’

– Banemo, (Rabu 13/03/2024)

 

Matinya Buruh Tambang

Oleh: Firmansyah Usman

Di surat kabar pagi

Seorang buruh tambang ambruk semalam

Tubuhnya terbakar api

Dari semburan tungku nikel

 

Di meja tuan Bupati surat kabar itu belum di baca

Ada tamu penting dari Ibu Kota

Di kantor Serikat Pekerja tak nampak seorang pun

BACA JUGA :  Puisi: Tanya

Tubuh buruh tambang itu terbujur kaku di kamar jenazah

Sedang di pabrik pagi itu juga

Buruh kembali bekerja

Seperti biasa, seperti biasa

Aroma maut malam itu

Berganti partikel-partikel debu

Dan besi-besi karat

Di loket pendaftaran, manusia-manusia baru Antri untuk menjadi buruh

Alangkah bahagianya maut

Datang tak dijemput

Pulang tak diantar

– Banemo, (Senin, 11/03/2024)

 

Aku Butuh Rumah Tadinya

Oleh: Firmansyah Usman

Aku butuh rumah tadinya

Tadinya aku butuh rumah

Lantas aku ganti kalimat rumah dengan tanah

Ternyata semua orang butuh tanah

Aku tegaskan lagi semua orang butuh tanah

Tanah untuk sebuah rumah

Apa yang kita harapkan dari cerobong besi…

– Banemo, (Minggu 10/3/2024)

Penulis : Firmansyah Usman

Berita Terkait

Komunitas Sastra Dewi Sartika dan PKM UPI Sukses Launching Antologi Puisi Dua Negara
Wall Street Terperosok, Tarif Baru Trump Picu Kepanikan Pasar Global
Papua Negeri Damai
Mengapa Pulau Tabuan Harus Menjadi Kecamatan?
Rindu yang tak sama
Puisi : Ibu, Apa Kabarmu Disana ?
Puisi Pelangi Cinta Para Guruku
Bimbang

Berita Terkait

Minggu, 21 Desember 2025 - 11:52

Komunitas Sastra Dewi Sartika dan PKM UPI Sukses Launching Antologi Puisi Dua Negara

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 08:23

Wall Street Terperosok, Tarif Baru Trump Picu Kepanikan Pasar Global

Senin, 18 Agustus 2025 - 19:50

Papua Negeri Damai

Selasa, 24 Juni 2025 - 21:45

Mengapa Pulau Tabuan Harus Menjadi Kecamatan?

Senin, 30 Desember 2024 - 11:22

Rindu yang tak sama

Minggu, 22 Desember 2024 - 23:37

Puisi : Ibu, Apa Kabarmu Disana ?

Senin, 25 November 2024 - 23:19

Puisi Pelangi Cinta Para Guruku

Jumat, 30 Agustus 2024 - 00:12

Bimbang

Berita Terbaru