Rindu yang tak sama

Senin, 30 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

file 5C3tQDiv8TxCB6jPbuFvwC Rindu yang tak sama Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

 

Kelak,
di ujung senja yang kau tatap dengan mata sendu,
akan ada bayangku yang berbisik lirih,
seperti rintik hujan mengetuk jendela hatimu.
Aku bukan badai yang mengoyak,
hanya angin tenang yang pernah kau hirup,
menyelinap dalam rongga tanpa kau sadari,
menjadi sesuatu yang kau rasa,
tanpa pernah benar-benar kau tahu.

Kalau kata Baskara Langit,
aku ini semesta kecil di matamu,
tidak bercahaya, namun ada.

Kelak,
kau akan merindukanku bukan karena aku pergi,
tetapi karena aku tinggal dalam cara yang tak bisa kau sebut nama.

Aku pernah menjadi pagi yang kau bangunkan,
kopi yang kau teguk saat embun masih bersandar,
dan napas panjang yang kau hembuskan,
ketika dunia terasa begitu berat.
Namun, semua itu kau biarkan berlalu,
seperti daun-daun gugur yang tak pernah kau hitung,
seperti desir pasir yang tak pernah kau genggam.

BACA JUGA :  Dandim 0702 Panen Perdana Talas Pratama di Purbalingga: Langkah Menuju Ketahanan Pangan Nasional

 

Kelak,
rindumu padaku bukan sekadar kehilangan,
tetapi perburuan tanpa ujung,
mencari sesuatu yang hanya kau temukan di mataku,
di suaraku, di caraku mencintaimu tanpa suara.
Rindumu akan terasa seperti langit yang terlalu luas,
namun kosong.
Seperti lautan yang terlalu dalam,
namun tak berisi.

Aku ini bukan yang terbaik,
bukan pelangi yang mempesona,
hanya gerimis yang pernah kau lewati,
yang kau rasakan sesaat,
lalu kau lupa.

 

Namun kelak,
di sela waktu yang menggigit dinginmu,
kau akan menyadari,
gerimis itu menghangatkanmu lebih dari yang kau tahu.

Dan saat itu tiba,
kau akan merindukanku,
bukan sebagai seseorang yang pernah ada,
tetapi sebagai sesuatu yang tak pernah kau temukan
pada siapapun.

Penulis : Putri Aningtyas

Berita Terkait

Komunitas Sastra Dewi Sartika dan PKM UPI Sukses Launching Antologi Puisi Dua Negara
Wall Street Terperosok, Tarif Baru Trump Picu Kepanikan Pasar Global
Membaca Diskresi dalam Kasus Pelantikan Empat Kepala Desa di Halsel
Papua Negeri Damai
Titip Salam, Katakan: Aku Masih Menunggu
Mengapa Pulau Tabuan Harus Menjadi Kecamatan?
Djojodigdo dan Pesanggrahan Djojodigdan: Jejak Seorang Patih di Tanah Blitar
Denting Gamelan di Sumber Gamol: Gending Pambuko Hidupkan Semangat Lintas Generasi di Paguyuban Madya Laras

Berita Terkait

Minggu, 21 Desember 2025 - 11:52

Komunitas Sastra Dewi Sartika dan PKM UPI Sukses Launching Antologi Puisi Dua Negara

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 08:23

Wall Street Terperosok, Tarif Baru Trump Picu Kepanikan Pasar Global

Kamis, 25 September 2025 - 16:05

Membaca Diskresi dalam Kasus Pelantikan Empat Kepala Desa di Halsel

Senin, 18 Agustus 2025 - 19:50

Papua Negeri Damai

Selasa, 1 Juli 2025 - 06:40

Titip Salam, Katakan: Aku Masih Menunggu

Selasa, 24 Juni 2025 - 21:45

Mengapa Pulau Tabuan Harus Menjadi Kecamatan?

Kamis, 12 Juni 2025 - 20:19

Djojodigdo dan Pesanggrahan Djojodigdan: Jejak Seorang Patih di Tanah Blitar

Sabtu, 31 Mei 2025 - 18:49

Denting Gamelan di Sumber Gamol: Gending Pambuko Hidupkan Semangat Lintas Generasi di Paguyuban Madya Laras

Berita Terbaru

FOTO: Tips Mengenal Wartawan Bodrex dan Wartawan Profesional (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Artikel

Tips Mengenal Wartawan Bodrex dan Wartawan Profesional

Minggu, 15 Feb 2026 - 15:18