Tidak Mendapat Kartu KIP, Siswa SMKN 2 Merangin Nekat Temui Presiden Jokowi

- Publisher

Rabu, 1 Mei 2024 - 08:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ahmad Fhuzeil Siswa SMK Negeri  2 Merangin

Foto: Ahmad Fhuzeil Siswa SMK Negeri 2 Merangin

SUARA UTAMA, MERANGIN – Pemerintah telah menghadirkan Program KIP sebagai bantuan dana pendidikan bagi masyarakat tidak mampu, mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA/SMK, hingga kuliah.

PIP Kemdikbud adalah bantuan berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin. Dalam penyalurannya, dana diserahkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kemendikbudristek.

Dengan bantuan dana PIP, pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Besar dana bantuan PIP yaitu Rp 450.000 untuk jenjang SD, Rp 750.000 untuk jenjang SMP, dan Rp 1,8 juta untuk jenjang SMA. Untuk menjadi penerima PIP Kemdikbud, siswa harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (DTKS Kemensos).

Namun pemberian bantuan dalam Program Indonesia Pintar (PIP) dinilai belum merata. Sebab, banyak yang mengeluh tak mendapat bantuan padahal termasuk siswa miskin.

BACA JUGA :  Bahasa Banua Terancam Punah, Sekda Berau: Jangan Biarkan Identitas Daerah Hilang

Seperti yang terjadi di SMKN 2 Merangin yang beralamat di Jln. LINTAS SUMATERA KM. 11 , Mentawak, Kec. Nalo Tantan, Kab. Merangin Prov. Jambi ini, salah satu murid kelas XI yang berasal dari keluarga tidak mampu bernama Ahmad Fhuzeil ini, dirinya tidak bisa mendapatkan bantuan PIP walaupun namanya sudah berulang kali di usulkan oleh pihak sekolah ke Kemendikbud.

Namun perjuangan keluarga Ahmad Fhuzeil untuk mendapatkan hak nya tidak berhenti begitu saja, saat kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Merangin beberapa waktu lalu, dirinya bersama orang tuanya nekat menerobos barisan paspampres guna agar bisa menemui presiden Jokowi dan menyampaikan keluhannya.

“Ya pada kunjungan pak Jokowi ke Kabupaten Merangin beberapa waktu lalu saya bersama ibu saya nekat menerobos barisan Paspampres untuk bertemu pak Jokowi, waktu itu saya mendapat kabar kalau pak Presiden mau datang ke Merangin, mendengar hal ini Ibu saya mengajak saya untuk datang ke stadion lapangan Koni, dan kami berdua nunggu di luar, terlihat ada tiga Helikopter datang, dan ketika pak Jokowi turun dari Helikopter mau menuju ke mobil, ibu saya langsung lari menuju ke arah pak Jokowi, dan saya mengikuti dari belakang sambil berusaha mecari jalan agar bisa lolos dari barisan paspampres, dan alhamdulillah ibu saya bisa bertemu dengan pak Jokowi dan langsung menyampaikan apa yang menjadi keluhan kami terutama terkait dengan tidak mendapatkannya kartu KIP ini,” Demikian kata Ahmad.

BACA JUGA :  Smart TBN Hadir di Desa Wisata Kampung Raja Prailiu, Waingapu!  

Ditambahkan lagi menurut Ahmad Fhuzeil, atas perjuangan ibunya yang menemui presiden joko widodo tersebut dirinya merasa lega dan bahagia, karena apa yang menjadi impiannya yakni melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi akan di kabulkan oleh Presiden.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pak Presiden, yang telah mengabulkan permohonan ibu saya, dan Alhamdulillah beberapa hari lalu saya sudah mendapat Kartu KIP, dan hari ini (29/4/24) saya di panggil oleh pak Kadis Pendidikan Provinsi Jambi untuk menerima dana PIP, dan saya berharap ketika kuliah nanti saya bisa mendapat beasiswa dari pemerintah, agar beban orang tua kami tidak terlalu berat,” Pungkasnya

BACA JUGA :  Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika

 

Terpisah, terkait dengan hal tersebut Kepala SMKN 2 Merangin Hajrul Aswadi ketika dibincangi oleh media ini di ruang kerjanya pada senin (29/4/24) dirinya mengatakan jika sebelumnya pihak Sekolah sudah belulang kali mengusulkan KIP atasnama Ahmad Fhuzeil tersebut, namun tidak di kabulkan.

“Alhamdulillah murid kami atasnama Ahmad Fhuzeil tersebut sekarang sudah dapat KIP, dan informasnya hari ini dia di minta ketemu pak Kadis, untuk penyerahan uang PIP nya, dan kami dari sekolah sangat berterimakasih kepada bapak Presiden atas kepeduliannya terhadap masyarakat terutama di bidang pendidikan,” Demikian ucap Kepsek.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Perjuangan Siswa KIP Berprestasi Arya
Smart TBN Hadir di Desa Wisata Kampung Raja Prailiu, Waingapu!  
Sikap Ksatria SMK Swasta di Kabupaten Bandung Rayakan Arahan Gubernur KDM: Bagikan Ijazah hingga Antar ke Rumah, Meski Hak Dana Pemerintah Masih Tertahan
Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan
Bahasa Banua Terancam Punah, Sekda Berau: Jangan Biarkan Identitas Daerah Hilang
Komnas PA Kota Batu Berikan Edukasi Perlindungan Anak pada Pertemuan Forum Anak Desa Tlekung
Dosen PBA UNJ Tingkatkan Kompetensi Guru Desa Muktiwari melalui Pembelajaran Digital Berbasis StudyStack
Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika
Berita ini 953 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Perjuangan Siswa KIP Berprestasi Arya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Smart TBN Hadir di Desa Wisata Kampung Raja Prailiu, Waingapu!  

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Sikap Ksatria SMK Swasta di Kabupaten Bandung Rayakan Arahan Gubernur KDM: Bagikan Ijazah hingga Antar ke Rumah, Meski Hak Dana Pemerintah Masih Tertahan

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:35 WIB

Transformasi IAI TABAH Lamongan Resmi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:08 WIB

Bahasa Banua Terancam Punah, Sekda Berau: Jangan Biarkan Identitas Daerah Hilang

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/