Sinergi Kejaksaan Negeri Kab. Probolinggo dan BPPKAD Dalam Optimalisasi Pajak Daerah

- Publisher

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

SUARA UTAMA, Probolinggo –Pembangunan daerah yang berkelanjutan memerlukan kemandirian fiskal yang kokoh. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) mengambil langkah progresif dengan menggandeng Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo. Sinergi ini dikukuhkan melalui kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding) terkait penanganan masalah hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), khususnya dalam hal optimalisasi penagihan berbagai sektor pajak daerah yang potensial.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan pemulihan ekonomi dan kebutuhan akan pembiayaan pembangunan daerah yang semakin meningkat. Dengan menggandeng Kejaksaan sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN), Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan bahwa setiap potensi pendapatan daerah memiliki pengawalan hukum yang kuat dan kredibel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Cakupan Sektor Pajak dalam Kerja Sama” Kerja sama penagihan kali ini tidak hanya menyasar satu sektor, melainkan mencakup berbagai lini krusial yang menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo, di antaranya:

PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan): Penuntasan piutang lama dan peningkatan kepatuhan wajib pajak di tingkat akar rumput.

Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT): Meliputi sektor Jasa Perhotelan, Makanan dan Minuman (Restoran), Jasa Hiburan dan Kesenian, serta Jasa Parkir. Sektor-sektor ini menjadi perhatian khusus seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah Probolinggo.

Piutang Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB): Penertiban kewajiban pajak pada sektor pertambangan rakyat dan korporasi untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

“Menembus Hambatan Penagihan melalui Peran Jaksa Pengacara Negara” Selama ini, proses penagihan pajak di lapangan seringkali menemui jalan buntu. Adanya wajib pajak yang kurang kooperatif hingga kendala administratif yang kompleks menjadi tantangan besar bagi BPPKAD. Di sinilah peran Kejaksaan hadir sebagai solusi yuridis.

BACA JUGA :  5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa

Melalui pemberian Surat Kuasa Khusus (SKK), personil Kejaksaan bertindak sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN) yang mendampingi BPPKAD. Kehadiran JPN memberikan dimensi baru dalam penagihan pajak:

Wibawa Hukum: Kejaksaan memberikan legitimasi hukum yang lebih kuat, sehingga wajib pajak lebih responsif terhadap panggilan dan kewajibannya.

Mediasi dan Negosiasi: Mengedepankan cara-cara persuasif dan konsultasi hukum untuk menyelesaikan tunggakan tanpa harus langsung menempuh jalur litigasi yang panjang.

Mitigasi Risiko: Memberikan legal opinion (pendapat hukum) kepada pemerintah daerah agar langkah penagihan yang diambil tidak menyalahi aturan yang berlaku.

“Misi Utama: Pemulihan Keuangan dan Keadilan Pajak”Fokus utama dari nota kesepakatan ini adalah Pemulihan Keuangan Negara. Tunggakan pajak bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan dana masyarakat yang tertunda pemanfaatannya.

Dengan meningkatnya realisasi PAD melalui sektor PBJT, MBLB, dan PBB-P2, Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk: -Membangun dan memperbaiki infrastruktur jalan hingga ke pelosok desa. -Meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan fasilitas pendidikan. -Menjalankan program-program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Efek Jera dan Edukasi:

BACA JUGA :  Puncak Acara Hari Tani: Pelantikan 7 Juta Relawan Tani Indonesia

Langkah tegas ini memberikan pesan kepada masyarakat bahwa pajak adalah kewajiban hukum yang memiliki konsekuensi. Hal ini diharapkan mampu menciptakan budaya tertib pajak di masa depan.

Transparansi dan Akuntabilitas: Dengan keterlibatan aparat penegak hukum, proses penagihan pajak menjadi lebih transparan dan meminimalkan potensi penyimpangan di lapangan.

Kemudian keterlibatan Kejaksaan adalah wujud dukungan nyata terhadap jalannya roda pemerintahan. Kejaksaan tidak hanya berfungsi sebagai penuntut, tetapi juga sebagai mitra strategis yang menjaga agar pembangunan daerah tetap berjalan pada koridor hukum yang benar.

Di sisi lain, BPPKAD Kabupaten Probolinggo menyambut baik dukungan ini sebagai penguat moral bagi para petugas pemungut pajak. Dengan adanya payung hukum yang jelas, optimisme untuk mencapai target realisasi pajak tahun ini semakin meningkat.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media
Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS
Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II
Terindikasi Borong Pelanggaran, Oknum di SDN Tamansari lll Diduga Menarik Iuran Perminggu, Perbulan dan Penjualan LKS
Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 
Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia
Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?
Redaksi SUARA UTAMA Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis melalui Uji Kompetensi Wartawan
Berita ini 391 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:51 WIB

Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media

Kamis, 5 November 2026 - 19:09 WIB

Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS

Kamis, 5 November 2026 - 08:39 WIB

Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II

Rabu, 4 November 2026 - 18:32 WIB

Terindikasi Borong Pelanggaran, Oknum di SDN Tamansari lll Diduga Menarik Iuran Perminggu, Perbulan dan Penjualan LKS

Rabu, 4 November 2026 - 09:35 WIB

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp