Sinergi Pemda – BUMN: Bupati Subang Hadiri Rakor Penataan Lahan dan Rehabilitasi Hutan Lindung Bersama Gubernur Jabar dan Menteri BUMN

- Writer

Selasa, 15 Juli 2025 - 02:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Rakor Penataan Lahan dan Rehabilitasi Hutan Lindung Bersama Gubernur Jabar dan Menteri BUMN-14/7/2025.

Foto : Rakor Penataan Lahan dan Rehabilitasi Hutan Lindung Bersama Gubernur Jabar dan Menteri BUMN-14/7/2025.

SUARA UTAMA, Subang — Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memperkuat sinergi dalam penataan aset negara dan pelestarian lingkungan. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Gedung Pakuan, Bandung, Senin (14/7), yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri BUMN Erick Thohir, serta kepala daerah dari sejumlah kabupaten/kota, termasuk Bupati Subang Reynaldy Putra Andita.

Rakor ini membahas langkah strategis optimalisasi pemanfaatan aset milik BUMN—seperti lahan Perhutani dan PTPN—untuk mendukung pembangunan daerah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk memastikan kebermanfaatan aset negara secara langsung bagi rakyat.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Sinergi Pemda - BUMN: Bupati Subang Hadiri Rakor Penataan Lahan dan Rehabilitasi Hutan Lindung Bersama Gubernur Jabar dan Menteri BUMN Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita ingin aset-aset BUMN tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek sosial, membuka lapangan kerja, dan membantu menurunkan angka kemiskinan. Itu kunci BUMN sebagai agen pembangunan,” ujar Erick Thohir.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa penataan ruang dan kawasan hutan menjadi bagian dari program nasional untuk menjaga keseimbangan ekologis dan mendukung komitmen Indonesia terhadap agenda iklim global.

“Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap rehabilitasi lahan hutan. Beliau menginginkan agar pengembalian fungsi hutan dilakukan dengan tanaman yang memiliki daya serap karbon tinggi dan cocok dengan karakteristik ekosistem lokal,” jelasnya.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, dalam forum tersebut menyampaikan progres penataan kawasan Subang Selatan. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Subang telah melakukan pembongkaran terhadap hampir seribu bangunan liar, disertai pemberian kompensasi kepada warga terdampak.

BACA JUGA :  Tragedi Dumtruck di Luar Jam Operasional, Bupati Subang Sampaikan Duka atas Kepergian Ibu Anggota Paskibraka

“Kami sedang menata ulang kawasan Subang Selatan secara bertahap. Ini bagian dari kebijakan penataan ruang yang berbasis perlindungan lingkungan dan keadilan sosial. Dukungan penuh dari Pak Gubernur menjadi kunci keberhasilan awal kami,” ujar Kang Rey.

Ia juga menyebut bahwa saat ini Pemkab tengah menjalin koordinasi dengan PTPN untuk penggunaan sebagian lahan sebagai lokasi relokasi pedagang, khususnya di koridor wisata Subang–Ciater–Tangkuban Parahu.

Lebih lanjut, Bupati Subang menyoroti persoalan vila-vila liar di kawasan hutan lindung Ciater yang dikhawatirkan mengganggu keberlangsungan sumber air panas alami Sariater.

“Ada sekitar 300 vila ilegal di kawasan Ciater. Jika tidak segera ditertibkan, ini bisa mengancam kelestarian sumber daya air panas kita. Karena itu, kami mengambil langkah-langkah pemulihan fungsi kawasan hutan lindung,” tegasnya.

Menurut Bupati, seluruh inisiatif ini terintegrasi dengan proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Subang, yang tengah difinalisasi. Fokus utamanya adalah pada pelestarian lingkungan, pemerataan pembangunan, serta penguatan sektor pariwisata berkelanjutan.

Catatan  Jurnalis : Langkah terkoordinasi antara Pemda, Pemprov, dan Kementerian BUMN dalam penataan lahan dan pengembalian fungsi hutan merupakan contoh sinergi antarlembaga yang patut diapresiasi. Implementasinya akan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan berkelanjutan berbasis tata kelola ruang dan lingkungan hidup yang baik.

Berita Terkait

Satgas Jalan Lurus Tanggamus Kunjungi Anak Penderita Thalasemia di Talang Padang
Rumah Saiful di Pasar Rantau Panjang Diduga Jadi Lokasi Pembakaran dan Penampungan Emas Ilegal, Aparat Diminta Turun Tangan
Aktivitas Pembakaran Emas Diduga Ilegal di Tabir, Publik Soroti Peran Handoko
Kades Pesisir Panggil Pembuat Bendungan Yang Diduga Ilegal, Pakopak Sebut Akan Mengambil Jalur Hukum 
Kepala Puskesmas Kepayang Dan Kades Beri Penjelasan Terkait Dugaan Jual Beli Buku KIA
Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
PETI di Karang Berahi Bising Hingga Azan Maghrib, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:40 WIB

Satgas Jalan Lurus Tanggamus Kunjungi Anak Penderita Thalasemia di Talang Padang

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:19 WIB

Rumah Saiful di Pasar Rantau Panjang Diduga Jadi Lokasi Pembakaran dan Penampungan Emas Ilegal, Aparat Diminta Turun Tangan

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:05 WIB

Aktivitas Pembakaran Emas Diduga Ilegal di Tabir, Publik Soroti Peran Handoko

Senin, 19 Januari 2026 - 19:51 WIB

Kades Pesisir Panggil Pembuat Bendungan Yang Diduga Ilegal, Pakopak Sebut Akan Mengambil Jalur Hukum 

Senin, 19 Januari 2026 - 18:11 WIB

Kepala Puskesmas Kepayang Dan Kades Beri Penjelasan Terkait Dugaan Jual Beli Buku KIA

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47 WIB

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:03 WIB

PETI di Karang Berahi Bising Hingga Azan Maghrib, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

Minggu, 18 Januari 2026 - 19:27 WIB

Kompak, Warga Desa Liprak Wetan Buat Surat Pernyataan Bersama, Tolak Sumur Bor Irigasi Warga Butuh Air Bersih 

Berita Terbaru