PETI di Karang Berahi Bising Hingga Azan Maghrib, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

- Publisher

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURA UTAMA,Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, kembali menuai keluhan keras dari warga. Praktik ilegal yang beroperasi di aliran sungai desa tersebut dinilai semakin menjamur dan kian merusak lingkungan, tanpa mengindahkan keresahan masyarakat sekitar.

Sejumlah warga yang ditemui media ini mengaku sangat kesal. Pasalnya, aktivitas PETI tersebut sudah berulang kali dilaporkan dan bahkan sempat viral, namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Ironisnya, aktivitas dompeng rakit justru semakin marak dan bebas beroperasi.

“Terus terang kami sangat terganggu. Aktivitas ini sudah lama, sudah sering viral, sudah dilaporkan, tapi kenyataannya malah makin banyak. Mereka bekerja dari pagi sampai larut magrib, suaranya bising sekali,” ungkap salah seorang warga dengan nada kesal.

Warga menilai keberadaan dompeng rakit tidak hanya mencemari sungai dan merusak ekosistem, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman di lingkungan desa. Aktivitas yang menggunakan lempeng rakit tersebut disebut berlangsung tanpa henti, seolah kebal hukum.

“Kami heran, siapa sebenarnya yang membekingi PETI di desa kami ini? Kok bisa aman-aman saja selama ini. Kami mohon kepada aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia, agar turun langsung dan memberantas PETI di Desa Karang Berahi,” tegas warga lainnya.

Bahkan, warga secara terbuka mempertanyakan keseriusan aparat dalam menangani persoalan tersebut. Mereka menilai, jika dibiarkan berlarut-larut, maka kerusakan lingkungan akan semakin parah dan konflik sosial berpotensi muncul.

BACA JUGA :  Excavator Cuncun Keruk Emas di Desa Pulau Baru, “Gajah di Pelupuk Mata” Jangan Tak Terlihat

Sementara itu, Kepala Desa Karang Berahi, Samsul Fuad, saat dikonfirmasi awak media menegaskan dirinya tidak akan menghalangi aparat penegak hukum untuk bertindak. Ia mempersilakan pihak kepolisian menindak tegas para pelaku PETI yang ada di wilayah desanya.

“Silakan saja ditangkap para pelaku PETI di desa kami. Kami tidak akan melindungi siapa pun. Kalau memang ada keterlibatan keluarga saya sekalipun, silakan diproses sesuai hukum. Saya tidak akan membela, karena PETI jelas merusak lingkungan,” tegas Samsul Fuad.

Lebih lanjut, berdasarkan pantauan media dan keterangan warga, sejumlah nama yang diduga sebagai pemilik atau pengelola dompeng rakit di wilayah Desa Karang Berahi pun telah disebutkan secara terbuka oleh masyarakat. Mereka di antaranya berinisial Si’an, Anen, Dedi, Rahman, dan Unyil.

BACA JUGA :  PETI Makin Merajalela di Tanjung Lamin, Warga Minta Polda Jambi Turun Tangan dan Tangkap Pelaku

“Nama-namanya sudah jelas. Warga sudah tahu siapa saja yang main dompeng. Sekarang tinggal keberanian aparat, mau bertindak atau hanya menonton kerusakan alam dan mengabaikan jeritan warga,” ujar seorang warga lainnya.

Masyarakat Desa Karang Berahi berharap aparat penegak hukum tidak lagi tutup mata dan segera melakukan penertiban serta penindakan hukum secara tegas. Warga menegaskan, mereka sudah terlalu lama hidup dalam kebisingan suara mesin dompeng dan ancaman kerusakan lingkungan yang kian parah.

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas PETI di aliran sungai Desa Karang Berahi masih dilaporkan berlangsung dan menjadi sorotan tajam masyarakat setempat.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya
Razia Gabungan Lapas Bangko Bersama TNI-Polri, Petugas dan WBP Jalani Tes Urine
Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media
UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta
Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Mutasi Polda Jambi, Iptu Dimas Wahyu Dipercaya Isi Posisi PS Kasat Reskrim Polres Merangin
Lapas Bangko Bersama TNI-Polri Gelar Razia Gabungan, Tes Urine Petugas dan Warga Binaan Negatif Narkoba
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:25 WIB

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 September 2026 - 14:12 WIB

Razia Gabungan Lapas Bangko Bersama TNI-Polri, Petugas dan WBP Jalani Tes Urine

Senin, 21 September 2026 - 21:28 WIB

Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media

Minggu, 20 September 2026 - 00:50 WIB

UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WIB

Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Berita Terbaru

FOTO: Penulis Mendekatkan Buku kepada Pembacanya

Berita Utama

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:25 WIB

https://mancingjitu.com/