Pemeliharaan Drainase Rp 50 Juta di Kelurahan Mampun Disorot Warga, Dinilai Boros dan Minim Pengawasan

- Publisher

Rabu, 13 Agustus 2025 - 07:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Oplus_0

Oplus_0

SUARA UTAMA, Merangin — Pekerjaan pemeliharaan drainase di Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, yang menghabiskan anggaran Rp 50 juta, menuai sorotan tajam dari warga. Proyek yang dikerjakan pada 2024 lalu di lingkungan RT 03 dan RT 05 itu dinilai terlalu mahal untuk pekerjaan yang hanya menggunakan alat manual seperti cangkul.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, paket pekerjaan tersebut memang dianggarkan untuk pemeliharaan/pembersihan drainase. Lurah Mampun, Sapuan, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi via sambungan telepon pada Selasa (12/8).

BACA JUGA :  Kawal Aspirasi Petani, Ahmad Fahmi Perjuangkan Lima Unit Traktor untuk Kelompok Tani di Merangin

“Ya benar pengerjaannya ada di RT 03 dan RT 05, yang mengerjakan POKMAS Sinilah,” ujar Sapuan singkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Ketua RT 05 justru mempertanyakan nilai proyek tersebut. Menurutnya, anggaran sebesar itu tidak sebanding dengan metode kerja yang digunakan.

BACA JUGA :  PETI Menjamur di Tanjung Lamin, Sungai Keruh dan Alam Rusak: Warga Desak Aparat Tangkap Pelaku

“Kalau saya menilai itu pemborosan anggaran. Pengerjaan cuma menggunakan cangkul. Setahu saya yang memborong itu orang pegawai kelurahan, kalau ndak salah namanya Andi, dia Operator di kantor lurah. Selain itu ada juga Abu, dia yang mengangkut tanah kerukan dari drainase,” ujarnya.

Nada serupa juga datang dari Ketua RT 03, yang menilai pekerjaan tersebut tak menunjukkan kualitas sepadan dengan besarnya dana yang digelontorkan.

BACA JUGA :  Pasien Hamil 7 Bulan Keluhkan Lambannya Pelayanan IGD RSUD Bangko, Keluarga Pilih Pindah ke MMC

Minimnya pengawasan dari pihak terkait dituding sebagai akar masalah. Akibatnya, beberapa proyek serupa di wilayah Kabupaten Merangin rawan dikerjakan asal-asalan, tanpa memperhatikan efisiensi anggaran maupun kualitas hasil.

Dengan anggaran yang bersumber dari uang rakyat, warga berharap pihak berwenang turun tangan memastikan setiap rupiah digunakan secara tepat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban proyek tahunan.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas
Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Dishub Pangkalpinang Sosialisasi Smart Parking di SMADA, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Digitalisasi
Aula Bappeda Merangin Dipakai Pengukuhan PKB, Publik Pertanyakan Penggunaan Fasilitas Pemerintah
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp