Palestina dan Rahasia Sumud yang Tak Terkalahkan

- Publisher

Sabtu, 6 September 2025 - 15:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Oleh: Fahmi Salim
Direktur Baitul Maqdis Institute

Meski dibombardir, dilaparkan, dan diusir paksa, rakyat Palestina tetap bertahan di tanah suci demi iman, martabat, dan Al-Aqsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suara Utama- Beberapa hari terakhir saya membersamai tokoh nasional Palestina, Dr. Mustafa Bargouti yang berkunjung ke Indonesia pada 30 Agustus-6 September 2025. Ia melakukan jadwal kunjungan yang padat bertemu dengan aktifis kemanusiaan Palestina, pejabat tinggi negara eksekutif dan legislatif, para pemimpin ormas Islam dan ketua partai politik di Indonesia.

Gongnya adalah konferensi pers yang digelar di hotel Sofyan Menteng. Ia membawa satu pesan utama: “Wahai pemimpin dan rakyat Indonesia bantu sumud kami rakyat Palestina di negeri kami, kami tak sudi keluar dari negeri kami dengan dalih apapun!”

Ketika Gaza luluh lantak oleh 145.000 ton bom setara 8 kali bom atom Nagasaki-Hiroshima, ketika Tepi Barat dicekik oleh tembok pemisah dan pemukiman ilegal yahudi, dan ketika Yerusalem dikepung oleh penggusuran dan yahudisasi, dunia sering bertanya-tanya: “Mengapa rakyat Palestina tidak pergi saja? Mengapa mereka tetap tinggal di tanah yang setiap hari dilanda maut?”

BACA JUGA :  Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat

Jawaban mereka sederhana namun mengguncang hati: sumud. Sebuah kata yang berarti keteguhan dan ketabahan, yang telah menjelma menjadi falsafah hidup, strategi perlawanan, sekaligus rahasia mengapa Palestina tidak pernah padam dari peta sejarah.

The Secret of Sumud: Mengapa Palestina Tidak Pernah Menyerah

Ketika Gaza dibombardir, ketika Tepi Barat dikepung, ketika rumah-rumah dihancurkan, dunia sering bertanya: “Mengapa rakyat Palestina tidak pergi saja? Mengapa mereka tetap bertahan di tanah yang setiap hari dilanda maut?”

Jawabannya ada pada satu kata yang lahir dari jiwa mereka: sumud. Dalam bahasa Arab, sumud berarti keteguhan, ketabahan, dan ketegaran. Namun, bagi Palestina, sumud bukan sekadar sikap mental, melainkan falsafah hidup dan strategi perlawanan. Ia adalah rahasia eksistensi mereka.

Bertahan Bukan Pilihan, Melainkan Amanah

Bagi rakyat Palestina, tanah yang mereka pijak bukan sekadar tanah air, tetapi tanah suci. Di sanalah berdiri Masjid al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam. Mereka percaya firman Allah:

“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” (QS. Al-Isra’: 1)

Karena itu, bertahan di Gaza, Nablus, Hebron, atau Yerusalem bukan sekadar urusan nasionalisme. Ia adalah ibadah. Menjaga tanah berarti menjaga amanah Al-Qur’an.

BACA JUGA :  Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI

Martabat Lebih Tinggi dari Kenyamanan

Sejak tragedi Nakbah 1948, bangsa Palestina belajar bahwa siapa pun yang terusir akan menjadi pengungsi abadi. Sebaliknya, siapa yang bertahan, meski di bawah puing, tetap memiliki hak atas tanahnya.

Inilah sebabnya banyak keluarga lebih memilih hidup di reruntuhan rumah ketimbang pindah ke pengungsian. Seorang ibu di Gaza pernah berkata, “Kami bisa hidup tanpa listrik, tanpa makanan, bahkan tanpa rumah. Tapi kami tidak bisa hidup tanpa tanah kami.”

Pernyataan itu menggambarkan inti dari sumud: martabat lebih tinggi daripada kenyamanan.

Budaya yang Menjadi Senjata

Sumud juga telah menjadi budaya kolektif. Lagu-lagu perjuangan, puisi Mahmoud Darwish, mural di tembok Gaza, hingga aroma roti za’atar, semuanya adalah perlawanan sunyi. Anak-anak Palestina tumbuh dengan pesan: “Jangan tinggalkan tanah ini, walau sejengkal.”

Dengan cara itu, sumud bukan hanya milik generasi tua, tetapi diwariskan sebagai identitas nasional dan spiritual.

Harapan Kemenangan

Bangsa Palestina yakin bahwa penjajahan tidak abadi. Inggris pernah pergi dari India, Perancis hengkang dari Aljazair, Belanda keluar dari Indonesia. Israel pun suatu hari akan pergi.

BACA JUGA :  Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah

Keyakinan ini diteguhkan oleh sabda Nabi ﷺ:

“Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang menegakkan kebenaran, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menentang mereka, hingga datang keputusan Allah.” (HR. Muslim)

Harapan inilah yang membuat mereka bertahan. Mereka tahu, penderitaan hari ini adalah investasi untuk kemerdekaan anak cucu.

Penutup

The Secret of Sumud adalah rahasia mengapa Palestina tidak pernah padam. Mereka bisa kehilangan rumah, tetapi tidak kehilangan tanah. Mereka bisa kehilangan anggota keluarga, tetapi tidak kehilangan harapan.

Dunia boleh terus bertanya, “Mengapa mereka tidak menyerah?”
Jawaban rakyat Palestina sederhana: “Karena inilah tanah kami. Karena di sini ada Al-Aqsa. Karena di sini Allah menguji cinta kami pada-Nya.”

Dan dengan sumud itulah, mereka mengajarkan kepada dunia bahwa ada hal-hal yang lebih berharga daripada hidup nyaman -yaitu- iman, martabat, dan tanah air.

Terimakasih Dr. Bargouti, anda telah datang mengunjungi negeri kami di tengah situasi chaos Jakarta, membawa dan menyebarkan spirit Sumud kepada bangsa Indonesia.

Jakarta, 6 September 2025

Penulis : Fahmi Salim

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Suara Utama

Berita Terkait

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat
Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI
Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan
Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk
Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah
KKN UMAHA Hadir untuk UMKM Desa KarangTanjung melalui Pendampingan Penerbitan NIB
Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Menjaga Kompetensi dan Etika Wartawan

Senin, 21 September 2026 - 22:38 WIB

Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk

Sabtu, 12 September 2026 - 21:11 WIB

Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah

Berita Terbaru

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa? (sumber resmi Humas MA, dari portal berita resmi Mahkamah Agung MARINews)

Berita Utama

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 Nov 2026 - 18:38 WIB

Polres Metro Bekasi Identifikasi Kecelakaan Truk Molen || Sumber gambar : https://tribratanews.metro.polri.go.id/

Berita Utama

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Senin, 2 Nov 2026 - 18:31 WIB

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp