Diduga intimidasi wartawan Dengan Hukum, Kios Abdi Tani Jadi Sorotan

- Publisher

Kamis, 15 Mei 2025 - 12:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Dengan Terbitnya pemberitaan yang berjudul “Diduga Kios Abadi Tani Desa Tanjungsari Sering Tutup, Oknum Pemilik Kios Terindikasi Enggan Melayani Pembeli (Masyarakat)” Oknum pemilik Kios pupuk Abdi Tani Desa Tanjungsari Kecamatan Krejengan diduga intimidasi Wartawan. 15/05/2025.

Intimidasi Oknum pemilik Kios Abdi Tani melalui nomor Whatsap media yang mengkonfirmasi untuk penerbitan berita sebelumnya. Oknum tersebut menelpon wartawan Media Suara Utama Hingga 10 kali panggilan. Namun, pada saat itu masih dalam perjalan sehingga tidak kedengeran ada telpon masuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak Hanya menelpon dirinya mengirimkan pesan singkat yang di duga mengintimidasi wartawan Media Suara Utama. “Kalau sempat telpon saya, atau saya yang ke smpean. Tulisannya bagus mas, saya harap anda siap dengan konsekuensi hukum dengan apa yg anda tulis. “Pesan singkat yang di kirim nya di sertai emoji jempol.

BACA JUGA :  Tarif Nol Rupiah untuk Pencatatan Lagu Mulai Disosialisasikan, DJKI Dorong Perlindungan Hak

Selanjutnya, wartawan media Suara utama mengkonfirmasi nya, apakah oknum pemilik kios tersebut mengancam. dirinya mengatakan hanya mengingatkan di sertakan Pasal pasal. “Saya cuma mengingatkan saudara, 1. Pasal 31 ayat 2 Pencemaran nama baik 2. Pasal 27 ayat 3 undang undang ITE Penyebaran berita Bohong hoax 3. Pelanggaran kode etik jurnalistik. ” Kata Oknum kios Abdi Tani.

pada tanggal 14 Mei 2025 Kepala Desa Tanjungsari kecamatan Krejengan “Suyono” mengatakan bahwa dirinya berencana untuk mengumpulkan Oknum pemilik Kios dengan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan pupuk di desa nya

BACA JUGA :  Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)

“Kami Juga sering mendapatkan aduan bahwa oknum pemilik Kios diduga sering tutup. isyaallah dalam bulan kami akan segera mengumpulkan masyarakat dengan oknum pemilik kios, untuk menyelesaikan permasalah pupuk di desa kami. “Ucap kepala Desa Tanjungsari.

Sementara Bendahara LSM LIRA DPD Kabupaten Probolinggo “Nofal Yulianto” ikut angkat Bicara terkait dugaan Sering tutup nya Kios Abadi Tani Desa Tanjungsari. ia juga mengaku sering mendapatkan aduan dan keluhan dari masyarakat dan berharap menjadi Atensi Panja Pupuk DPRD kabupaten Probolinggo dan Distributor.

“Saya memang sering mendapatkan beberapa keluhan dan aduan dari masyarakat tanjung sari terkait jarang buka kios pupuk di desanya sehingga para petani kesulitan membeli pupuk subsidi, dan permasalahan seperti ini seharusnya menjadi atensi untuk segera di selesaikan oleh pemerintah daerah dan Panja Pupuk DPRD serta distributor, karena ini adalah bentuk perlindungan terhadap hak petani dan ketegasan pemerintah dalam pelaksanaan program subsidi untuk rakyat. “Ucap Nofal.

BACA JUGA :  Lahan 80 Hektare Raib Tanpa Hasil, Ahli Waris Gandeng DPD LSM BAKIN Jambi Laporkan Kasus ke Mabes Polri

Nofal Yulianto Menambahkan, agar pihak berwenang bisa menyelesaikan permasalah pupuk tersebut. ” jika nanti pihak-pihak yang berwenang untuk menyelesaikan permasalahan ini menemukan kios tersebut terbukti melanggar aturan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022, maka harus ada sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha kios agar tidak merugikan petani dan mengganggu stabilitas sektor pertanian nasional. “imbuh nya

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Saudi Edu Expo 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Pengunjung Melonjak Tiga Kali Lipat
Terindikasi Arogansi dan Tidak Kooperatif, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Enggan Bertanggung jawab 
Berita ini 985 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand