Memanas, Pakopak Menduga Tindakan Oknum Perangkat Desa Liprak Wetan  Melawan Hukum 

- Publisher

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Oknum kaur kesra Desa Liprak wetan kecamatan Banyuanyar kabupaten Probolinggo Jawa Timur “FD” diduga merangkap jadi Pengurus kelompok tani “Maha Jaya”. Menjelang akhir tahun 2025 diduga telah menerima bantuan pokir bersumber dari kementerian BUMN. Bantuan tersebut diduga belum jelas realisasi nya di awal tahun 2026. 06/01/2026.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 67 Tahun 2016 melarang perangkat desa untuk merangkap jabatan sebagai pengurus kelompok tani atau gabungan kelompok tani (Gapoktan).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara spesifik menyatakan syarat-syarat bagi pengurus Gapoktan (dan berlaku juga untuk Poktan).Pada Bab V tentang Gabungan Kelompok Tani, Pasal 22 ayat (2) huruf d menyebutkan bahwa salah satu syarat menjadi pengurus Gapoktan atau Poktan “tidak berstatus sebagai aparat/PNS/pamong desa”.

Pasca penayangan pemberitaan sebelumnya, team media mengkonfirmasi PPL Pertanian kecamatan Banyuanyar “IY” melalui pesan singkat whatsap perihal bantuan kelompok tani di akhir tahun 2025, yang diduga belum jelas ke peruntukan nya di awal tahun 2026.

“Waalaikumsalam. Mohon maaf dari kami dinas pertanian, tidak ada kegiatan pokir irigasi di kelompok tersebut. Setelah kami telusuri ternyata pokir tersebut dari kementerian BUMN. Mohon maaf Pak, saya tidak tahu program tersebut karena dari pihak kelompok tidak mengkonfirmasi dan memberi tahu terkait kegiatan tersebut. “Jawab nya.

Lebih lanjut team Media mengkonfirmasi struktur kelompok tani “Maha Jaya” yang telah berkekuatan hukum. Namun, ia mengaku pengurus kelompok tani “Maha Jaya” yang sebelumnya oknum perangkat desa Liprak wetan “FD” sebagai ketua telah di reformasi. “Untuk musyawarah Reformasi sudah dilaksanakan di tanggal 06 Mei 2025, tapi belum ter SK kan kepala desa. “Katanya.

BACA JUGA :  Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026

Oleh karenanya, semakin kuat dugaan bahwa, oknum perangkat desa (kaur kesra) desa Liprak wetan “FD” yang telah mencairkan bantuan tersebut atas nama ketua kelompok tani “Maha Jaya”. Di karenakan pengurus kelompok tani “Maha Jaya” yang beru, belum ber SK dan berbadan hukum.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Projamin kabupaten Probolinggo “Budi Harianto” yang di kenal dengan komunitas Pakopak. Menegaskan, sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku perangkat desa tidak boleh merangkap sebagai pengurus kelompok tani. Oleh sebab itu, tanda tangan penerima bantuan terindikasi tidak sah.

“Sesuai aturan dan undang-undang, perangkat desa dilarang merangkap jabatan sebagai pengurus Kelompok Tani (Poktan). Oleh karenanya, tanda tangan yang bersangkutan sebagai penerima bantuan dalam kapasitasnya sebagai pengurus Poktan berpotensi tidak sah dan dapat bermasalah secara hukum. “Tegas nya.

Budi Harianto menambahkan, tindakan oknum perangkat desa Liprak wetan yang diduga merangkap pengurus kelompok tani “Maha Jaya” Tanda tangan dalam mencairkan atau menerima bantuan, diduga melanggar hukum yang berpotensi berujung pada sanksi administrasi atau pidana.

“Bantuan yang telah turun tidak otomatis menjadi tidak sah jika penerima bantuan berhak dan beritikad baik. Namun, tindakan pejabat yang menandatangani dokumen saat rangkap jabatan merupakan pelanggaran hukum administrasi yang harus ditangani dan dapat berujung pada sanksi administrasi atau pidana. “Imbuh nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media
Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS
Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II
Terindikasi Borong Pelanggaran, Oknum di SDN Tamansari lll Diduga Menarik Iuran Perminggu, Perbulan dan Penjualan LKS
Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 
Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia
Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?
Redaksi SUARA UTAMA Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis melalui Uji Kompetensi Wartawan
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:51 WIB

Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media

Kamis, 5 November 2026 - 19:09 WIB

Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS

Kamis, 5 November 2026 - 08:39 WIB

Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II

Rabu, 4 November 2026 - 18:32 WIB

Terindikasi Borong Pelanggaran, Oknum di SDN Tamansari lll Diduga Menarik Iuran Perminggu, Perbulan dan Penjualan LKS

Rabu, 4 November 2026 - 09:35 WIB

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp