Konsultan Pajak di Persimpangan Era AI, IKPI Dorong Adaptasi Teknologi

Rabu, 17 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsultan pajak senior Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP (kiri) menekankan pentingnya konsultan pajak mengikuti perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI harus dipandang sebagai mitra kerja untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan integritas dan etika profesi

Konsultan pajak senior Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP (kiri) menekankan pentingnya konsultan pajak mengikuti perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI harus dipandang sebagai mitra kerja untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan integritas dan etika profesi

SUARA UTAMA- SURABAYA, 17 September 2025 – Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menegaskan bahwa profesi konsultan pajak tengah berada di persimpangan penting seiring hadirnya teknologi Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI bukan lagi sekadar tren global, melainkan kekuatan besar yang sudah mengubah praktik di bidang perpajakan, akuntansi, dan administrasi keuangan.

“AI membawa disrupsi nyata. Cara kita mengelola data, menganalisis laporan, hingga memberikan konsultasi pajak kini bisa dilakukan lebih cepat dan akurat. Ini momentum bagi konsultan pajak untuk bekerja bukan hanya lebih cepat, tapi juga lebih tepat,” ujar Vaudy saat membuka Seminar Optimalisasi AI untuk Produktivitas Kerja yang digelar IKPI Pengda Jawa Timur di Surabaya, baru-baru ini.

Vaudy menilai, perubahan besar yang dibawa AI harus dilihat sebagai tantangan sekaligus peluang. Tantangan, karena mereka yang enggan beradaptasi berisiko kehilangan relevansi. Namun peluang juga terbuka bagi konsultan yang siap menguasai teknologi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kualitas layanan bagi wajib pajak.

“Profesi ini sedang diuji. Jika kita menutup mata terhadap perkembangan AI, maka kita akan tergilas. Tetapi jika kita mampu memanfaatkannya, konsultan pajak justru akan semakin strategis dalam mendukung kepatuhan pajak di Indonesia,” tegasnya.

Sebagai organisasi profesi konsultan pajak tertua dan terbesar di Indonesia, IKPI, kata Vaudy, memiliki tanggung jawab besar mengawal transformasi digital. Seminar di Surabaya disebutnya sebagai wujud komitmen nyata IKPI, yang juga tercatat sebagai satu-satunya asosiasi konsultan pajak penerima dua rekor MURI, untuk terus meningkatkan literasi teknologi anggotanya.

BACA JUGA :  Dinamika Respon Masyarakat terhadap SP2DK

Vaudy mengingatkan bahwa AI sebaiknya diposisikan sebagai mitra kerja, bukan ancaman. Teknologi ini mampu menganalisis data dalam hitungan detik, membantu menyusun strategi, dan mempercepat layanan kepada klien. Namun, menurutnya, peran manusia tetap tak tergantikan karena keputusan akhir membutuhkan penilaian profesional dan etika.

“AI tidak bisa menggantikan intuisi, pengalaman, dan etika seorang konsultan pajak. Tapi AI bisa menjadi ‘asisten super’ yang membuat kita bekerja lebih cerdas, bukan sekadar lebih keras,” tambahnya.

IKPI berharap anggotanya mampu beradaptasi dengan cepat dan menjadikan AI bagian dari ekosistem kerja sehari-hari. Vaudy optimistis, konsultan pajak Indonesia yang menguasai teknologi akan semakin diperhitungkan, baik di dalam negeri maupun di level internasional.

“Era pajak digital sudah di depan mata. Konsultan pajak yang berani beradaptasi akan tumbuh dan memimpin. Yang ragu dan enggan berubah, siap-siap ditinggalkan zaman,” katanya.

 

Komentar Pakar

Konsultan pajak senior, Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, menambahkan bahwa mengikuti perkembangan teknologi, termasuk AI, sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi profesi konsultan.

“Teknologi berkembang jauh lebih cepat daripada regulasi. Konsultan pajak tidak boleh hanya mengandalkan pola lama. Menguasai AI bukan lagi pilihan, tetapi bagian dari kompetensi inti agar bisa tetap relevan. Namun, teknologi hanyalah alat. Integritas, pengetahuan hukum pajak, dan kemampuan komunikasi tetap menjadi fondasi utama seorang konsultan,” jelas Yulianto.

Menurutnya, konsultan pajak yang adaptif akan mampu memberikan nilai tambah bagi klien, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap profesi ini.

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Semakin Krisis Kepercayaan Masyarakat, 3 Oknum perangkat desa Banyuanyar tengah Rangkap Jabatan
Warga Ranuagung di Laporkan Warga Tiris Atas Dugaan Tindak Pidana Penipuan 
Jelajah Masjid Pedalaman Nusa Tenggara Timur, Samudera Zam Zam berbagi 4 Ton Sembako 
Menjadi Buah Bibir, Oknum Perangkat Desa Banyuanyar Tengah Diduga Berikan Contoh Langgar Aturan
Safari Pra-Ramadhan di Masjid Al Qodar Oebesa Pedalaman Timor NTT
Oknum Perangkat Desa Banyuanyar Tengah Diduga Merangkap Sebagai Ketua Poktan Jaya Abadi 
Tips Mengenal Wartawan Bodrex dan Wartawan Profesional
Melebar, Oknum SPPG Tiris Diduga Tidak Mengantongi Sertifikat Pelatihan Higiene Sanitasi Pangan

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:44

Semakin Krisis Kepercayaan Masyarakat, 3 Oknum perangkat desa Banyuanyar tengah Rangkap Jabatan

Senin, 16 Februari 2026 - 19:20

Warga Ranuagung di Laporkan Warga Tiris Atas Dugaan Tindak Pidana Penipuan 

Senin, 16 Februari 2026 - 18:32

Jelajah Masjid Pedalaman Nusa Tenggara Timur, Samudera Zam Zam berbagi 4 Ton Sembako 

Senin, 16 Februari 2026 - 09:05

Menjadi Buah Bibir, Oknum Perangkat Desa Banyuanyar Tengah Diduga Berikan Contoh Langgar Aturan

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:41

Safari Pra-Ramadhan di Masjid Al Qodar Oebesa Pedalaman Timor NTT

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:18

Tips Mengenal Wartawan Bodrex dan Wartawan Profesional

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:58

Melebar, Oknum SPPG Tiris Diduga Tidak Mengantongi Sertifikat Pelatihan Higiene Sanitasi Pangan

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:43

Terindikasi Dugaan Mark Up Harga Bahan Makanan Bergizi, Oknum Aslap SPPG Tiris Memilih Diam

Berita Terbaru