Kisah Kopral Hasan Al-Aghdarli, Prajurit Ottoman Terakhir Penjaga Masjidil Al-Aqsa

- Wartawan

Sabtu, 29 Juni 2024 - 00:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kopral Hasan Al-Aghdarli

Kopral Hasan Al-Aghdarli

SUARA UTAMA, Kampar — Alasan Masjid Al-Aqsa masih berdiri adalah karena perlawanan heroik rakyat Palestina yang telah memberikan hidup mereka untuk melindungi situs tersuci ketiga Islam dari pasukan pendudukan Israel dan satu tentara ustmasni yang berperan membantu tujuan mulia ini. Salah satunya Kopral Hasan Al-Aghdarli yang mengabdikan hidupnya lebih dari enam dekade menjaga Al-Aqsa.

 

(Dilansir dari Middle East Monitor dan Republika.co.id)

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Kisah Kopral Hasan Al-Aghdarli, Prajurit Ottoman Terakhir Penjaga Masjidil Al-Aqsa Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kopral Hasan adalah prajurit terakhir dari Kesultanan Utsmaniyah atau Ottoman yang dikerahkan untuk menjaga Masjid Al-Aqsa hingga hari kematiannya. Veteran Perang Dunia I dari provinsi Igdir Turki ini merupakan bagian dari tim senapan mesin berat tentara Utsmaniyah yang dikerahkan untuk menjaga Yerusalem. Perintah terakhir yang dia terima dari perwira seniornya telah dipatuhi, dia berjaga di Masjid Al-Aqsa selama 65 tahun hingga kematiannya pada 1982.

 

Kisahnya ditulis oleh jurnalis Turki Ilhan Bardakci ketika menemani pejabat dan pengusaha Turki dalam kunjungan kehormatan ke Masjidil Al-Aqsa pada 1972.

“Mereka menyebut halaman lantai atas 12 ribu lilin lampu gantung tempat Yavuz Sultan Selim menyalakan 12 ribu lilin di lampu gantung dan disitu lah tentara Utsmaniyah pernah melaksanakan sholat isya dengan cahaya lilin, nama itu merujuk padanya,” tulis Bardakci pada saat kunjungan bersejarahnya ke Al-Aqsa.

 

Ketika itu Bardakci melihat seorang lelaki yang sangat tua di halaman masjid, wartawan itu menghampiri dan bertukar salam dengannya. Dia bertanya siapa dia dan heran dengan jawabannya.

“Saya Kopral Hasan dari Korps 20, Batalyon 36, Skuadron 8 tim senapan mesin berat,” kata prajurit berusia 90 tahun itu.

 

Kopral Hasan berbicara seperti prajurit sejati yang memberikan penjelasan tentang misinya, lelaki tua berjanggut putih panjang itu melanjutkan bercerita.

“Pasukan kami menyerbu Inggris di front terusan Suez dalam perang besar, tentara kami yang mulia dikalahkan di terusan, untuk mundur itu diperlukan sekarangn karena tanah pusaka nenek moyang kita akan hilang satu per satu. Kemudian Inggris menekan gerbang  Al-Quds ( Yerusalem) serta menduduki kota, kami ditinggalkan sebagai pasukan barisan belakang di  Al-Quds,” kata Kopral Hasan pada Bakdaci.

BACA JUGA :  The Correlation of "PHONE" In 3 Words Handphone, Smartphones, Cellphones to Their Impact on Humans

 

Ada 53 tentara di barisan belakang yang diberitahu mereka akan diberhentikan dari tugas setelah gencatan senjata Mondros ditandatangani.

“Letnan yang memimpin kami, Ia berkata, singa – singa saya, negara kita berada dalam situasi yang sulit. Mereka melepaskan pasukan kita, dan yang Mulia memanggil saya ke Istanbul, saya harus pergi jika tidak saya akan dianggap menentang. Siapa pun dapat kembali ke tanah air jika dia mau, tetapi jika Anda mengikuti kata-kata saya, saya punya permintaan kepada Anda, Al-Quds adalah pusaka Sultan Selim Han,” ujar Kopral Hassan.

 

Dia diminta oleh pemimpinnya berjaga di Al-Aqsa karena khawatir bahwa tentara Utsmaniyah yang lain telah pergi, sehingga orang-orang Barat akan bersuka cita jika tahu mereka meninggalkan kiblat pertama Nabi kita tercinta.

Letnannya meminta agar jangan membiarkan kehormatan Islam dan kemuliaan Ustmaniyah (Ottoman) diinjak – injak. Jadi, Hasan dan rekan – rekannya tetap tinggal di Al-Quds.

“Dan tahun – tahun yang panjang lenyap. Saudara-saudaraku dari pasukan meninggal satu per satu, kami tidak dihancurkan oleh musuh, tetapi oleh Tuhun. Hanya aku yang tersisa di sini, hanya aku Kopral Hasan di Al-Quds yang Agung,” tutur dia.

 

Ketika Bardakci kembali ke rumah, dia mencoba melacak komandan Kopral Hasan, Letnan Mustafa Efendi untuk memberi tahu tentaranya yang masih mengikuti perintahnya dan masih bertugas baik di Masjid Al-Aqsa. Namun, Perwira Utsmaniyah tersebut telah meninggal bertahun – tahun sebelumnya.

 

Sepuluh tahun setelah bertemu dengan Kopral Hasan, Bardakci menerima telegram pada 1982 yang berbunyi: “Penjaga Utsmaniyah terakhir di Masjid Al-Aqsa meninggal hari ini.”

 

Penulis : Joell

Sumber Berita : Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Mahasiswa Boston University Selesaikan Program Magang JPP Di DPD PWRI Jabar
Presiden Joko Widodo Hadiri Gelar Pengamanan Pembukaan Rekernas APEKSI XVII Kaltim 2024.
Irjan Pol Drs. Nanang Avianto, MSi. Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Sekaltim
Rumah Zakat Dukung Qurban untuk Gaza
Strategi Sukses UBP Karawang Naikkan Kualitas Dosen Tahun 2024
FORMASI Enrekang Kembali Menyalurkan Bantuan Tunai Puluhan Juta Rupiah untuk Palestina
Kris Bakweng Uropmabin: Pemerintahan ini dilahirkan bersama-sama dan harus dijalankan bersama-sama
Anton Goo Pimpinan Baru IPMANAPANDODE Jogja dan Solo
Berita ini 469 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 12:22 WIB

Mahasiswa Boston University Selesaikan Program Magang JPP Di DPD PWRI Jabar

Sabtu, 29 Juni 2024 - 00:25 WIB

Kisah Kopral Hasan Al-Aghdarli, Prajurit Ottoman Terakhir Penjaga Masjidil Al-Aqsa

Rabu, 5 Juni 2024 - 12:31 WIB

Presiden Joko Widodo Hadiri Gelar Pengamanan Pembukaan Rekernas APEKSI XVII Kaltim 2024.

Senin, 3 Juni 2024 - 08:43 WIB

Irjan Pol Drs. Nanang Avianto, MSi. Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Sekaltim

Sabtu, 18 Mei 2024 - 21:02 WIB

Rumah Zakat Dukung Qurban untuk Gaza

Sabtu, 27 April 2024 - 10:43 WIB

Strategi Sukses UBP Karawang Naikkan Kualitas Dosen Tahun 2024

Selasa, 23 April 2024 - 22:47 WIB

FORMASI Enrekang Kembali Menyalurkan Bantuan Tunai Puluhan Juta Rupiah untuk Palestina

Senin, 25 Maret 2024 - 07:55 WIB

Kris Bakweng Uropmabin: Pemerintahan ini dilahirkan bersama-sama dan harus dijalankan bersama-sama

Berita Terbaru

MOU Lazismu dan Kemenag

Berita Utama

Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU

Selasa, 23 Jul 2024 - 11:54 WIB

Parkir Liar di Purbalingga -
suarautama.id 22/7

Liputan Khusus

Parkir Liar di Purbalingga Semakin Merajalela

Senin, 22 Jul 2024 - 19:08 WIB