Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Bergabung Board of Peace

- Publisher

Jumat, 20 Maret 2026 - 05:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Prabowo Subianto dari KSP

Foto Prabowo Subianto dari KSP

SUARA UTAMA, Bogor — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan Indonesia bergabung Board of Peace (BoP) dalam diskusi dengan para pakar dan jurnalis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada kamis (19/03/2026).

Prabowo mengatakan Indonesia beserta tujuh negara lain—Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir—diundang Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk membicarakan Resolusi UN Security Council 2803. Prabowo dan perwakilan dari tujuh negara tersebut berdiskusi dan setuju dengan resolusi tersebut. “Jadi kita lihat (pasal) 19 dan (pasal) 20 (merujuk pasal Resolusi UN Security 2803) ada peluang walaupun kita tahu ini sedikit,” ungkapnya.

Prabowo mengungkapkan kekhawatiran dari delapan negara tersebut soal Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. “Kami setuju dengan rencana anda (Trump), tapi masalahnya Netanyahu,” kata Prabowo. Kemudian Trump menjawab akan meyakinkan Perdana Menteri Israel tersebut.

Prabowo menyatakan syarat utama masuk BoP adalah persetujuan PBB. “Saya akan ikut proses perdamaian asal disetujui PBB, akhirnya BoP disetujui PBB,” tegasnya.

Prabowo bertanya kepada tujuh pemimpin negara lainnya dan mengambil kesimpulan jika bergabung BoP mungkin dapat membantu rakyat Palestina. “Kalau kita di dalam mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina. Jadi akhirnya kita putuskan masuk (BoP),” katanya.

Prabowo menegaskan selama posisi Indonesia dalam BoP bisa membantu memperjuangkan rakyat Palestina maka tidak akan keluar, namun, jika kontraproduktif dan tidak menguntungkan Indonesia, ia siap keluar. “Saya mengatakan selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan bangsa Indonesia kita keluar,” tegasnya.

BACA JUGA :  Pererat Kebersamaan, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Family Gathering Penuh Keakraban di Muara Karing

Prabowo menetapkan tiga syarat sebelum Indonesia mengirim pasukan perdamaian ke Gaza. “Kita akan ikut dan kita siap mengirim pasukan perdamaian asal semua pihak setuju keterlibatan Indonesia. Pertama, tokoh-tokoh Palestina, kedua, semua negara yang terlibat, dan De Facto Hamas harus menerima kita,” ungkapnya.

Anggota yang ikut BoP diberikan National Caveats—keberatan nasional yang harus dihormati—dan Indonesia berkomitmen tidak ikut urusan militer menghadapi Hamas. “Tiap negara diberikan kesempatan sesuai dengan National Caveats, keberatan-keberatan nasional boleh dihormati. Kita tegas tidak mau terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas dan tidak terlibat dalam mengambil senjata Hamas. Yang kita mau adalah menjaga rakyat sipil dari serangan manapun, itu komitmen kita,” kata Presiden.

BACA JUGA :  LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran RS Pratama Bukit Kerman, Siap Laporkan ke Kejati Jambi

Setelah perang Amerika-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, Indonesia menangguhkan posisi di BoP. “Setelah terjadi perang begini, kita konsultasi tapi De Facto-nya everything on hold. Kita tangguhkan semua sampai penjelasan lebih jelas. Kalau memang tidak ada suasana damai bagaimana kita terlibat,” tegas Prabowo.

Meski sebelumnya Prabowo menegaskan tidak akan menunggu tujuh negara lain mengambil keputusan, ia menyatakan masih menyinkronkan posisi dengan negara lainnya di dalam BoP soal kemungkinan keluar. “Kita masih sinkronisasi dengan beberapa mitra-mitra kita di situ (BoP). Kita akan tanya pendapat Mesir, Yordania, Turki, dan sebagainya,” katanya.

Penulis : Keitaro Alfarizi

Sumber Berita: Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?
Rapuh Seperti Kue Sagon, Paving Block Anggaran Pokir Dikeluhkan Anggota DPRD Pandeglang
Jenazah Misterius Ditemukan di Pulau Enggano, Tim SAR dan Polisi Lakukan Pencocokan DNA Dengan Delapan Keluarga Korban Hilang Saat Peliputan Eerupsi Gunung Anak Krakatau
Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat
Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas
Sisir Rakata, Sertung, hingga Pulau Panjang, Tim Gabungan Belum Temukan 8 Orang yang Hilang
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Selasa, 15 September 2026 - 20:34 WIB

PETI Gunakan Ekskavator Milik Cuncun di Pematang Kandis, Beranikah Aparat Bertindak ?

Selasa, 15 September 2026 - 13:05 WIB

Rapuh Seperti Kue Sagon, Paving Block Anggaran Pokir Dikeluhkan Anggota DPRD Pandeglang

Senin, 14 September 2026 - 18:55 WIB

Lantik Ketua LPM Baru, Lurah Girian Weru Dua Harapkan Sinergi Kuat

Senin, 14 September 2026 - 10:39 WIB

Lapas Bangko Gelar Hening Cipta untuk Mengenang ASN Jayawijaya yang Gugur dalam Tugas

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/