SUARA UTAMA, Pangkal Pinang – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkal Pinang kembali mengintensifkan gerakan kebersihan melalui program Jumat Asri. Kali ini, seluruh unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diterjunkan langsung untuk menyapu bersih titik penumpukan sampah liar di Jalan TPI, Ketapang Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Jumat (23/10/2026).
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Syarli Norpriansyah, menjelaskan bahwa aksi massal ini merupakan bagian dari agenda rutin mingguan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia yang ditindaklanjuti secara konkret oleh Walikota Pangkalpinang.
“Hari ini kita bersama-sama seluruh unsur OPD dikoordinir oleh Dinas Lingkungan Hidup yang dihadiri kepala dinas dan juga yang punya wilayah Kecamatan Bukit Intan. Titik-titik yang menjadi perhatian kita yang agak parah dan sedang ini kita serbu ramai-ramai untuk diselesaikan,” ujar Syarli
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Syarli menegaskan, pembersihan sampah liar ini mendesak dilakukan karena tumpukan sampah di kawasan tersebut tidak hanya mengganggu estetika dan keindahan kota, tetapi juga berdampak buruk serta membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.
Namun demikian, Syarli menyentil bahwa upaya pembersihan dari pemerintah tidak akan pernah tuntas jika tidak diimbangi dengan perubahan perilaku masyarakat. Aksi turun ke lapangan ini diharapkan bisa memicu kesadaran warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.
“Kalau kita hanya terus untuk membersih-bersihkan tetapi yang membuang juga selalu terus buang lagi, tidak akan selesai-selesai. Harapannya cuma satu, masyarakat bisa tergugah hatinya. Minimal tidak membuang sampah sembarangan karena ini kota bersama yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Terkait langkah penindakan ke depan, Syarli mengungkapkan bahwa pihak kecamatan dan kelurahan sebenarnya telah berulang kali melakukan penertiban serta sosialisasi. Mencegah pelanggaran terus berulang, Pemkot Pangkalpinang akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan formula penanganan yang paling efektif, termasuk membuka peluang penerapan tindakan tegas atau sanksi.
“Dari pihak kecamatan dan kelurahan sudah berkali-kali melakukan kegiatan. Mudah-mudahan kita akan evaluasi lagi apa tindakan yang harus dilakukan. Pasti ada (tindakan tegas) nantinya, perlahan kita evaluasi dulu bagaimana treatment-nya agar kegiatan ini efektif,” pungkas Syarli.
Penulis : Rozi
Editor : Aisyah Putri Widodo
Sumber Berita: Redaksi Suara Utama












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.