Kembalikan Uang SPT Fiktif Oleh Oknum Camat Di Kampar, Dalam Kasus Dana BOK Puskesmas Rumbio Jaya.

Jumat, 13 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marthalius, Kasi Pidsus Kejari Kampar

Marthalius, Kasi Pidsus Kejari Kampar

SUARA UTAMA, Kampar – Sosok oknum camat yang berinisial RZ dikabarkan mengembalikan uang aliran SPT fiktif dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas Rumbio Jaya tahun 2021 dan 2022 ke Kejaksaan Negeri Kampar.

 

Marthalius, Kasi Pidsus Kejari Kampar membenarkan perihal tersebut, Ia mengatakan pihaknya telah menerima pengembalian uang tersebut dari yang bersangkutan.

“Benar, sudah dikembalikan sekitar Rp 3.500.000,” ujarnya didampingi Kasi Intel, Jackson Apriyanto Pandiangan saat dikonfirmasi Media Suara Utama pada Kamis, (12/9/2024) malam.

 

Martha juga mengungkapkan pengembalian uang itu dilakukan setelah pihaknya melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

 

Tak hanya sang camat, Martha mengatakan pihaknya juga memeriksa Kasi Sosial Politik, yang berinisial MS. Pengembalian uang tersebut berdasarkan dari pengembangan kasus dana BOK.

“Pemeriksaan itu dilakukan terkait dengan hasil BAP salah satu tersangka bahwa ada uang pencairan SPT itu diserahkan ke pihak kecamatan melalui MS dengan bukti transfer, serta penyerahan secara manual dengan total Rp 3.500.000,” jelas Kasi Pidsus.

BACA JUGA :  AY, Mantan Kapus Rumbio Jaya Di Tetapkan Tersangka Oleh Kejari Kampar Dalam Kasus Dugaan Korupsi BOK

 

Sebelumnya, sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dikabarkan telah mengembalikan uang yang diterimanya dari SPT fiktif ke Kejaksaan Negeri Kampar, uang tersebut merupakan pengembangan dari dugaan kasus korupsi dana BOK pada Puskesmas Rumbio Jaya tahun 2021 dan 2022.

 

“Ada sekitar 30 orang yang terdiri dokter, bidan, perawat dan honorer. Mereka mengembalikan uang yang telah diterimanya dari SPT fiktif melalui tim penyidik, jumlah total Rp 48.764.000,” terang Marthalius beberapa waktu lalu.

 

Hingga kini pengembangan kasus dana BOK masih terus dilakukan, Martha mengaku sejumlah uang yang dikembalikan tersebut telah dilakukan penyitaan, uang tersebut nantinya akan pergunakan untuk pembuktian di persidangan.

Penulis : Joell

Sumber Berita : Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
‎Proyek Jalan Setapak Beton Kelurahan Sungai Nibung Banyak yang Rusak, Lurah: Nanti Kita Perbaiki
Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota
Diduga Milik Jayak, Dua Excavator PETI Bebas Beroperasi di Pamenang Selatan, Warga Tantang Aparat Bertindak

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:25

‎Proyek Jalan Setapak Beton Kelurahan Sungai Nibung Banyak yang Rusak, Lurah: Nanti Kita Perbaiki

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:24

Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:54

Diduga Milik Jayak, Dua Excavator PETI Bebas Beroperasi di Pamenang Selatan, Warga Tantang Aparat Bertindak

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:26

Aman Beroperasi, Ateng Diduga Jadi Penampung dan Pembakar Emas PETI di Desa Langling

Berita Terbaru