Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

- Publisher

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fhoto tampak gerbang depan pintu masuk ponpes Al Fatah

Fhoto tampak gerbang depan pintu masuk ponpes Al Fatah

SUARA UTAMA, TANGGAMUS — Tim Satuan Tugas (Satgas) Jalan Lurus Kabupaten Tanggamus melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Fatah Negeri Agung Mincang Kecamatan Talang Padang Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, Kamis, (29/1/2026)

Kunjungan Tim Jalan Lurus tersebut dilaksanakan oleh Sanwani dan Afif Rafiki  bertujuan untuk memastikan kebenaran informasi terkait dugaan perundungan (bullying) yang sempat beredar di sebuah media.

“Kunjungan kami lakukan dengan menemui pihak yayasan dan pengurus pondok untuk memperoleh keterangan langsung serta melakukan klarifikasi atas informasi yang berkembang di lingkungan Ponpes.” Ujar Sanwani selaku Ketua Komisi I Satgas Jalan Lurus Tanggamus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil pertemuan tersebut,yang dihadiri oleh pihak Yayasan Al-Fattah yakni, Ustadz M. Agus Nasar Al-Kahfi ( Ketua Yayasan), M. Agus Fattah Al Baharain ( Pengasuh Ponpes), Fajriayah ( Koordinator Kesehatan), Syafei ( Pengawas Kepengurusan) serta dihadiri oleh beberapa santri Ponpes Al Fatah tersebut, menyampaikan bantahan atas pemberitaan disebuah media yang menyebut adanya tindakan perundungan fisik dan psikis terhadap salah satu santri. Pihak yayasan menyatakan penanganan pelanggaran santri dilakukan sesuai aturan internal pondok dan berdasarkan prosedur pembinaan.

BACA JUGA :  Usai Pemberitaan Dana PIP Viral, Kepsek SMPN 47 Merangin Blokir Nomor Wartawan, Bantah Terlibat Pencairan

Dalam klarifikasinya, pengurus menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap santri dilakukan melalui pendekatan verbal, bukan fisik, terkait laporan kehilangan barang milik santri lain. Pihak pondok menyebut santri yang bersangkutan mengakui perbuatannya tanpa paksaan, sehingga dijatuhi sanksi (takziran) sesuai AD/ART pesantren.

Pengurus juga menyampaikan bahwa setiap sanksi telah diatur dalam kesepakatan tertulis antara pihak pondok dan wali santri sejak awal masuk. Dalam kasus tersebut, santri diberi pilihan sanksi berupa surat peringatan atau pemotongan rambut (dicukur), dan santri disebut memilih opsi dicukur.

BACA JUGA :  Silatnas dan Milad 2026 Perkuat Ukhuwah, Komitmen, dan Kompetensi Anggota AR Learning Center serta Suara Utama

Terkait tuduhan lain, yayasan menegaskan bahwa penanganan dugaan pengambilan barang seperti deterjen, jilbab, dan flashdisk telah melalui proses pengecekan dan mediasi, serta didasarkan pada laporan dan bukti yang ada saat kejadian. Pihak pondok juga membantah adanya pengurungan, dan menjelaskan bahwa santri hanya diamankan sementara di kamar demi pengawasan karena dikhawatirkan akan meninggalkan area pondok.

Yayasan Al-Fattah menyatakan sanksi dicukur dan disiram air merupakan bagian dari bentuk Takziran yang telah lama diterapkan dan diketahui wali santri. Mereka juga menegaskan siap memberikan keterangan lanjutan kepada pihak terkait agar persoalan dapat diselesaikan secara terbuka dan proporsional.

BACA JUGA :  Publik Geram, Seurgensi Apa Hingga DPRD Kabupaten Probolinggo Menggelar Rapat di Hotel Surabaya Selama Dua Hari

“Kami sudah melakukan penangan terhadap santri yang berkelakuan kurang baik, sudah sesuai dengan SOP yang ada, sudah sesuai aturan yang diketahui bersama pihak pondok dan wali santri“ ujar salah satu Ustadz yang hadir saat kunjungan Tim Jalan Lurus tersebut.

Satgas Jalan Lurus Tanggamus menyatakan hasil klarifikasi ini akan menjadi bahan laporan dan evaluasi lanjutan, serta mengimbau semua pihak untuk mengedepankan tabayyun dan komunikasi langsung sebelum menarik kesimpulan atas suatu kejadian.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga yang merasa menjadi korban dugaan perundungan belum dapat dihubungi media ini untuk diminta keterangan.

 

Penulis : Zul Wani

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Berita ini 171 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/