Keluarga Korban Pekerja yang Meninggal di SMAN 2 Merangin Minta Pertanggungjawaban Kepsek

- Publisher

Selasa, 25 Februari 2025 - 08:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA, Merangin – Peristiwa musibah yang menimpa salah satu pekerja yang terjatuh dari atap bangunan di SMAN 2 Merangin yang beralamat di JL. Ibrahim Sajo Rantau Panjang , Kelurahan Pasar Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi, pada (9/5/23) lalu dan mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut hingga kini masih menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga yang di tinggalkan.

Kepada Media ini Selasa (25/2/25) ‘S’ salah satu anak korban yang meninggal saat bekerja di sekolah tersebut menganggap jika Jontra Voltra selaku Kepala SMAN 2 Merangin tidak bertanggung jawab dan seolah olah cuci tangan dengan kejadian yang menimpa orang tuanya tersebut.

BACA JUGA :  Pemkab Merangin Matangkan Penertiban Kios PKL di DMJ, Eksekusi 30 September

”Ya paska bapak saya meninggal saat itu ada dua orang guru datang ke rumah meminta kami dari keluarga untuk menandatangani surat tidak menuntut, terus terang saja kami tidak mau menandatangi nya, menurut keterangan dari dua guru tersebut itu atas perintah pak Jon (Kepsek), pokoknya sampai sekarang kami dari keluarga tidak ikhlas dan kami tidak rela orang tua kami meninggal sementara dia senang-senang dan tidak ada pertanggungjawaban sama sekali,”  demikian ungkapnya

Ditambahkannya menurut ‘S’, bak pepatah mengatakan Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, menurutnya gaji hasil keringat kerja almarhum ayah nya masih di potong Rp. 1 juta oleh Kepsek.

“Sampai duit yang di kasih dia Rp.1 juta di Rumah Sakit di potong gaji nya, Kan setega itu dia ke kita, Aku sebagai anak nya saksi sendiri, aku yang jemput duit gaji ayah ku ke rumah pak Jon, kalaupun sampe jadi saksi ke persidangan dia pun aku berani, Sebab kita semua pihak keluarga sakit hati sama dia dan Perlu keadilan sesuai dengan hukum yang berlaku,” demikian pungkasnya.

BACA JUGA :  PUI-PT CPHI Unud Gelar PERNAS JPHIV 2026, Dorong Layanan HIV Bermutu dan Berkeadilan

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Dishub Pangkalpinang Sosialisasi Smart Parking di SMADA, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Digitalisasi
Aula Bappeda Merangin Dipakai Pengukuhan PKB, Publik Pertanyakan Penggunaan Fasilitas Pemerintah
Sorotan Tajam! Juhendri Disorot Usai Hadiri Pengukuhan PKB Berseragam PNS
Berita ini 1,121 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:14 WIB

Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp