IPMY & Mahasiswa Papua Desak Proses Hukum Pelaku Rasis di Yalimo

- Publisher

Kamis, 25 September 2025 - 07:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA,Dogiyai– Forum Solidaritas Mahasiswa/i Papua di Kota Makassar bersama Ikatan Pelajar Mahasiswa Yalimo (IPMY) menyampaikan pernyataan sikap tegas terhadap insiden rasisme yang terjadi di SMA Negeri 1 Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, pada 16 September 2025 yang lalu.

Pesan Yulian Keiya: Papua Lawan HIV/AIDS

Mereka mengutuk keras tindakan pelajar non-Papua yang melontarkan ujaran rasisme kepada pelajar Papua, yang kemudian memicu kemarahan di kalangan pelajar dan masyarakat Yalimo, Saat di hubungi via seluler di media suarautama.id pada Kamis, (25/9).

Musa Boma: Jangan Jual Tanah Papua

“Rasisme adalah musuh dunia dan musuh Tuhan, yang tidak bisa direndahkan oleh sesama manusia di dunia,” tegas pernyataan bersama tersebut.

Dalam aksi solidaritas yang digelar di Makassar, para mahasiswa menyampaikan 10 poin tuntutan untuk mendesak tindakan nyata dari berbagai pihak:

1. Menuntut aparat Polres Yalimo menangkap dan mengadili pelaku rasisme sesuai hukum Indonesia.

2. Menolak segala bentuk penyisiran terhadap rakyat sipil Yalimo oleh aparat TNI dan Polri.

BACA JUGA :  Jargon Gempur Rokok Ilegal Diduga Hanya Menyasar dan Menyisir Toko Kelontong di Kabupaten Probolinggo 

3. Mendesak pemerintah Kabupaten Yalimo segera menangani insiden demi menjaga kondusifitas daerah.

4. Meminta penyelesaian konflik tanpa mencari kambing hitam atas rumah warga yang terbakar.

5. Menolak segala bentuk intimidasi terhadap mahasiswa Papua, khususnya di Makassar.

6. Menolak diskriminasi sistemik oleh negara terhadap rakyat Papua.

7. Menolak segala bentuk rasisme terhadap Orang Asli Papua (OAP) di seluruh wilayah Indonesia.

BACA JUGA :  Pamit di Podium Kemerdekaan ​Momen Perpisahan dan Tugas Terakhir

8. Mengadili pelaku penembakan terhadap Sadrak Yohame oleh aparat negara.

9. Menolak penambahan militer organik maupun non-organik di Yalimo dan Tanah Papua.

10. Menolak stigma negatif yang terus dipelihara terhadap rakyat Papua.

Solidaritas mahasiswa Papua ini merupakan bentuk keprihatinan dan tanggung jawab moral untuk menjaga harkat dan martabat Orang Asli Papua. Mereka menegaskan bahwa rasisme bukan hanya persoalan lokal, tetapi juga persoalan kemanusiaan.

Penanggung jawab pengurus IPMY kota Makassar.

Berita Terkait

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital
Tenaga Ahli DPRD Merangin Jadi Sorotan, Tiga Nama Muncul: Isnedi Buka Suara
Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan
Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo
Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja
Bansos Tak Kunjung Diterima, Imil Warga Dusun Bangko Minta Bupati Turun Tangan
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Tenaga Ahli DPRD Merangin Jadi Sorotan, Tiga Nama Muncul: Isnedi Buka Suara

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/