Gerak Cepat Sumbar Maju Terhambat oleh Ego Oknum Birokrasi — Dugaan Tebang Pilih LKD dalam Pengiriman Data DTKS

- Publisher

Kamis, 9 Oktober 2025 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

padang,suarautama.id—
Semangat Gerak Cepat Sumbar Maju yang digaungkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai menemui tantangan serius. Upaya percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik terganjal oleh ego sektoral dan perilaku diskriminatif sebagian oknum birokrasi, terutama di lingkungan lembaga teknis dan keuangan daerah.

Temuan terbaru menunjukkan indikasi kuat adanya dugaan tebang pilih oleh oknum Lembaga Keuangan Daerah (LKD) dalam proses pengiriman dan validasi data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) — data yang menjadi dasar bagi penyaluran bantuan sosial dan program perlindungan pemerintah pusat.

⚠️ Fakta dan Hambatan Nyata di Lapangan

Berdasarkan hasil pemantauan jurnalis dan aktivis di lapangan:

1. Beberapa LKD kabupaten/kota di Sumbar diduga tidak mengirimkan data DTKS secara penuh dan transparan, hanya memilih kelompok tertentu untuk diinput, sementara masyarakat miskin lain yang berhak justru tidak terdaftar.

BACA JUGA :  Warkop Anggota DPR RI di Pettarani Tak Aman, Helm Wartawan Hilang Digondol Maling

2. Terdapat laporan adanya unsur kedekatan personal dan kepentingan politik lokal yang memengaruhi proses validasi data — mengakibatkan kesenjangan penerima manfaat di lapangan.

3. Beberapa oknum pejabat di tingkat dinas sosial dan lembaga keuangan daerah terindikasi menunda pengiriman data karena alasan birokrasi internal, meski instruksi percepatan sudah disampaikan oleh pemerintah provinsi.

BACA JUGA :  Respons Perubahan Global, Ketum SMSI Firdaus Instruksikan Anggota Jadi Pemandu Informasi yang Sehat

4. Akibatnya, ribuan warga berhak tidak masuk ke sistem DTKS nasional, dan bantuan sosial yang seharusnya tepat sasaran justru tersendat.

 

Kondisi ini memperlihatkan bahwa ego sektoral dan mental pilih kasih di tubuh birokrasi masih menjadi penyakit lama yang menahan kemajuan Sumbar.

Penulis : Ziqro Fernando

Editor : Ziqro Fernando

Berita Terkait

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi
Ketika Hukum Kehilangan “RUH”
Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Polres Maros Gelar Dzikir dan Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80
Wakil Bupati Majene Pimpin Rakor Teknis Penyelarasan Program Prioritas Nasional dan Daerah Tahun 2027
Warkop Anggota DPR RI di Pettarani Tak Aman, Helm Wartawan Hilang Digondol Maling
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:23 WIB

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:48 WIB

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:43 WIB

Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Hukum

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Jun 2026 - 14:23 WIB

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB