banner 728x250

Enjoy saat Jalan Jalan, Letoy Waktu Sholat. Beginikah Tren Anak Muda ?

Tempuh Jarak Jauh Buat Seru-seruan Kuat, Melangkah Shalat Kenapa Letoy

Tempuh Jarak Jauh Buat Seru-seruan Kuat, Melangkah Shalat Kenapa Letoy. Foto: dok. Pribadi Mas Andre Hariyanto (SUARA UTAMA)
Tempuh Jarak Jauh Buat Seru-seruan Kuat, Melangkah Shalat Kenapa Letoy. Foto: dok. Pribadi Mas Andre Hariyanto (SUARA UTAMA)
banner 120x600
293 Kali Dibaca

Oleh Mas Andre Hariyanto*

SETIAP muslim laki-laki dan perempuan wajib memakmurkan masjid-masjid Allah dengan berbagai ibadah dan ketaatan karena padanya ada keutamaan. Terkhusus pria dalam sholat berjama’ah di masjid.

BACA JUGA : Puluhan kali tak Diterima Kerja, Ratusan kali Ditolak Menulis, Kunci Bangkit Mas Andre: Jangan Bergantung dan Berani Nekat

Karena begitu mulianya amalan memuliakan masjid, Allah Ta’ala sampai menyifati orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid-Nya sebagai orang-orang mukmin. Sebagaimana dalam firman-Nya:

BACA JUGA : Semarak Tasyakuran Sekretariat Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara, Suara Utama dan AR Learning Center di Joglo Wahyun Asror dua Yogyakarta

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (At-Taubah: 18).

BACA JUGA : Kantor Berita SUARA UTAMA Ajak Masyarakat Bergabung Menjadi Kaperwil Kabiro Koresponden dan Jurnalis Anti Hoax

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, maka persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan beliau menghasankannya serta yang lainnya).

Tempuh Jarak Jauh Buat Seru-seruan Kuat, Melangkah Shalat Kenapa Letoy. Foto: dok. Pribadi Mas Andre Hariyanto (SUARA UTAMA)
Tempuh Jarak Jauh Buat Seru-seruan Kuat, Melangkah Shalat Kenapa Letoy. Foto: dok. Pribadi Mas Andre Hariyanto (SUARA UTAMA)

Mari kita mencintai masjid, memakmurkannya, dan menjadikannya sebagai sarana untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah.

Tempuh Jarak Jauh Buat Seru-seruan Kuat, Melangkah Shalat Kenapa Letoy. Foto: dok. Pribadi Mas Andre Hariyanto (SUARA UTAMA)
Tempuh Jarak Jauh Buat Seru-seruan Kuat, Melangkah Shalat Kenapa Letoy. Foto: dok. Pribadi Mas Andre Hariyanto (SUARA UTAMA)

Seseorang yang mencintai sesuatu pasti hatinya akan selalu terpaut pada hal tersebut. Begitupula kecintaan terhadap masjid. Beginilah sejatinya cinta yang hakiki.

BACA JUGA : Pentingnya Peran Anak Muda Dalam Memakmurkan Masjid

“Ada 7 golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari Allah; salah satunya ialah seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid ketika ia keluar hingga kembali kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dicari Pemuda Masjid

Masjid merupakan salah satu sarana pembinaan umat yang mendapat perhatian begitu besar dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam.

AR Learning Center dan YPPN Adakan Tasyakuran Sekretariat Serta Doa Bersama Gempa Cianjur. Foto: Mas Andre Hariyanto (SUARA UTAMA)
AR Learning Center dan YPPN Adakan Tasyakuran Sekretariat Serta Doa Bersama Gempa Cianjur. Foto: Mas Andre Hariyanto (SUARA UTAMA)

Bahkan, ketika Rasul hijrah dan sampai di Madinah, bangunan pertama yang didirikan adalah masjid yang kemudian dinamai masjid Nabawi.

IMG 20221208 WA0094 Enjoy saat Jalan Jalan, Letoy Waktu Sholat. Beginikah Tren Anak Muda ? Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

Oleh karena itu, kita sebagai anak-anak muda muslim semestinya memiliki perhatian dan kecintaan yang besar terhadap Masjid. Kecintaan yang besar kepada masjid akan membuat kita memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap pemakmurannya.

Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara, Lembaga AR Learning Center, Suara Utama dan Dapur Pena Membuka Open Donasi untuk Korban Gempa Bumi Cianjur. Foto/Flyer: Mas Andre/Fikri/Sekar (SUARA UTAMA).
Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara, Lembaga AR Learning Center, Suara Utama dan Dapur Pena Membuka Open Donasi untuk Korban Gempa Bumi Cianjur. Foto/Flyer: Mas Andre/Fikri/Sekar (SUARA UTAMA).

Memakmurkan masjid bukan semata tugas si penjaga masjid. Pemuda muslim pun wajib ambil bagian. Namun, sedih sekali ketika mengetahui masjid yang jumlahnya banyak, namun minim jamaah.

Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara, Lembaga AR Learning Center, Suara Utama dan Dapur Pena Membuka Open Donasi untuk Korban Gempa Bumi Cianjur. Foto/Flyer: Mas Andre/Fikri/Sekar (SUARA UTAMA).
Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara, Lembaga AR Learning Center, Suara Utama dan Dapur Pena Membuka Open Donasi untuk Korban Gempa Bumi Cianjur. Foto/Flyer: Mas Andre/Fikri/Sekar (SUARA UTAMA).

Sedih sekali hati kita ketika mengetahui masjid hanya diisi oleh segerombolan kakek sepuh yang cukup usia. Suara azannya jauh dari kata merdu.

Hanya segelintir pemuda yang terlihat memadati pojokan masjid ataupun mushalla. Ke mana para pemuda-pemudi dan muslim lainnya? Kita semakin sadar, jarang sekali terdengar suara azan yang tangkas, cadas, dan tegas, yang dilafazkan anak-anak muda.

Ironis, ketika penulis pernah mendengar cerita dari kakek sepuh sekaligus takmir di sebuah mushalla.

“Di Mushalla ini Kakek yang adzan, kakek yang iqamat, kakek yang imam, sekaligus makmum”. Kakek itu tetap sendirian. Kata-katanya mengisyaratkan kesedihan.

Sungguh fenomena tersebut benar-benar ada. Banyak kita dapati masjid atau mushalla khususnya di tengah kota. Namun sepi dikala waktu shalat 5 waktu. Di mana diri kita saat adzan berkumandang, padahal panggilan cinta Allah memanggil kita?.

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya: Dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Bagian negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, dan bagian negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah).

Tidak terpungkiri tidak sedikit masyarakat muslim lebih senang nongkrong di warung kopi ataupun café-cafe ketika waktu shalat tiba. Kumandang azan sama sekali tak dipedulikannya.

Ada juga yang ramai menggelar nobar (nonton bareng) sepakbola di malam hari dengan niatan silaturahim. Namun berbalik sedih jika aktivitas tersebut mengakibatkan lalai di waktu subuh.

Nun di sini, masjid-masjid masih terlihat sepi. Kumandang azan terabaikan. Kemana sekelompok generasi muda dan pemegang kejayaan Islam?.

Rela menempuh jarak jauh tuk sekadar cari hiburan dan seru-seruan. Namun letoy melangkah hanya sekian meter ‘tuk penuhi seruan adzan waktu sholat. Beginikah tren pemuda kekinian? Naudzubillah min dzaalik.

______

*) ANDRE HARIYANTO, penulis adalah pendiri Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara Yogyakarta, Lembaga AR Learning Center, Kabid Pendidikan DPD DIY Persatuan Wartawan RI, Sekjen DPP PANI, dan aktif menggeluti kajian media

banner 468x60
banner 468x60

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90