Dikpora Dogiyai David Goo: Tes Kemampuan Dasar Perlu Dievaluasi Total

- Publisher

Sabtu, 15 November 2025 - 13:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA,Nabire- Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) kabupaten Dogiyai, David Goo, S. Pd. menyampaikan pandangan kritis terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Dasar (TKD/TKA) yang dinilai menimbulkan banyak persoalan di berbagai daerah. Menurutnya, masalah yang muncul bukan disebabkan ketidaksiapan siswa, tetapi karena sistem dan penyelenggaraannya yang belum matang.

Saat di wawancarai Media Suarautama Pada Sabtu,(15/11) di Nabire, papua Tengah.

David Goo menegaskan bahwa TKA pada tahun ini menjadi pengalaman penuh kegaduhan secara nasional. “Siswa disebut tidak siap, padahal kebijakan dan sistem penyelenggaranya yang belum siap. Dampaknya tidak dianalisis dengan baik, termasuk ketimpangan kurikulum dan kesiapan sekolah,” ujarnya.

DIKPORA Dogiyai Gelar Sosialisasi ADEM dan ADIK

Ia menilai TKA sebenarnya tidak bersifat wajib, namun dibuat seolah-olah wajib sehingga sekolah merasa ditekan. Di lapangan, ia menerima laporan adanya pungutan dengan berbagai alasan, mulai dari pembelian laptop hingga biaya teknis lain yang tidak jelas. “Ini menimbulkan beban baru bagi sekolah dan peserta didik,” tambahnya.

Disdikpora Dogiyai Gelar Sosialisasi Hentikan Perundungan dan Kekerasan di Sekolah

David Goo juga menyoroti tujuan TKA sebagai alat standarisasi nasional. Menurutnya, standarisasi seharusnya dimulai dari sekolah dan guru, bukan langsung kepada siswa. Ketimpangan fasilitas, kualitas pengajaran, dan integritas penyelenggara pendidikan antar daerah masih sangat besar. “Kurikulum saja tidak seragam. Ada yang memakai Kurikulum Merdeka, ada yang masih K13. Lalu TKA mengambil soal berdasarkan kurikulum yang mana?” tegasnya.

BACA JUGA :  Ruri Jumar Saef Ketua Team Nawacita -Astacita Presiden RI, Segera Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Suarni Tengger Probolinggo   

Ia menilai adanya misalignment antara kurikulum dan asesmen membuat TKA tidak valid sebagai alat ukur kemampuan siswa. “Jika yang diuji tidak pernah diajarkan, maka ini bukan evaluasi. Yang diukur bukan kemampuan berpikir siswa, tetapi keberuntungannya atau akses terhadap bimbingan belajar.”

BACA JUGA :  Jawab Tantangan AI, Kemenkumham Matangkan Standar Kompetensi Perancang Regulasi

David Goo mengingatkan bahwa Indonesia sudah memiliki Asesmen Nasional yang lebih relevan untuk standarisasi, seperti AKM, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Baginya, yang seharusnya menjadi prioritas adalah membangun sekolah yang berintegritas, aman dari kekerasan, serta meningkatkan kualitas guru.

Ia menegaskan bahwa sebelum mengevaluasi siswa, pembuat kebijakan dan penyelenggara pendidikan harus membereskan diri terlebih dahulu. “Jika sejak awal sudah muncul paksaan, pungutan, dan konflik kepentingan dari pusat hingga daerah, maka yang harus distandarkan adalah guru dan satuan pendidikan, bukan siswa terlebih dahulu,” tutupnya.

Berita Terkait

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital
Tenaga Ahli DPRD Merangin Jadi Sorotan, Tiga Nama Muncul: Isnedi Buka Suara
Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo
Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani
Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan
Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo
Bupati Yudas Tebai Serahkan Bantuan Rp300 Juta Untuk Peresmian Gereja
Bansos Tak Kunjung Diterima, Imil Warga Dusun Bangko Minta Bupati Turun Tangan
Berita ini 126 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Indonesia Gelar Dialog Global Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Tenaga Ahli DPRD Merangin Jadi Sorotan, Tiga Nama Muncul: Isnedi Buka Suara

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Kepsek Ancelina: HUT ke-63 Jadi Momentum Kemajuan Pendidikan SMP YPPK Fransiskus Moanemani

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Lapas Sarolangun Panen Ikan Lele, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/