Anwar Ibrahim Teguhkan Peran ASEAN: Mediasi Damai Thailand-Kamboja untuk Stabilitas Kawasan

- Publisher

Senin, 28 Juli 2025 - 23:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

FOTO Bendera ASEAN  2025. BY Tonny Rivani/SUARA UTAMA ID

FOTO Bendera ASEAN 2025. BY Tonny Rivani/SUARA UTAMA ID

SUARA UTAMA — Perdana Menteri Malaysia sekaligus Ketua ASEAN 2025, Anwar Ibrahim, berhasil mencuri perhatian kawasan dan dunia internasional dengan memediasi secara langsung konflik bersenjata yang kembali memanas di wilayah perbatasan Thailand dan Kamboja di Putrajaya, Malaysia, pada hari Senin 28/7/2025.

Pertemuan trilateral darurat antara Thailand, Kamboja, dan Malaysia di bawah payung ASEAN menghasilkan kesepakatan penghentian tembak-menembak dan komitmen menuju demiliterisasi bertahap di zona konflik, disertai usulan besar: pembentukan pasukan perdamaian ASEAN untuk menjaga stabilitas jangka panjang.

“Kita bukan hanya mendamaikan, tetapi juga mencegah luka lama kembali berdarah. ASEAN harus hadir dengan solusi nyata, termasuk kehadiran pasukan perdamaian kawasan,” ujar Anwar dalam pernyataan usai pertemuan di Kuala Lumpur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Solusi Diplomatik: Demiliterisasi dan Zona Aman ASEAN

Dalam kesepakatan awal yang difasilitasi Malaysia, kedua negara menyetujui:

  • Penarikan bertahap pasukan bersenjata aktif dari garis perbatasan yang disengketakan;
  • Pembentukan zona demiliterisasi sementara seluas 10 km di masing-masing sisi, di bawah pengawasan langsung ASEAN;
  • Penempatan awal “ASEAN Peace Monitoring Force (APMF)”, berisi kontingen non-bersenjata dari negara-negara netral ASEAN untuk memastikan kepatuhan gencatan senjata;
  • Dimulainya dialog lintas budaya dan ekonomi perbatasan Thailand-Kamboja sebagai jembatan rekonsiliasi jangka panjang.
BACA JUGA :  Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI

Gagasan penempatan pasukan perdamaian regional ini bukan hanya langkah teknis, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa ASEAN bersiap membangun kerangka keamanan kolektif tanpa terlalu bergantung pada kekuatan eksternal seperti Amerika Serikat atau Tiongkok.

Sorotan Media Nasional: ASEAN Kembali ke Akar Perdamaian

Media nasional seperti Kompas dan Media Indonesia menyoroti gagasan pasukan perdamaian ASEAN sebagai terobosan berani dan langka dalam sejarah organisasi ini.

BACA JUGA :  Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk

Pakar geopolitik dari CSIS Indonesia, Dr. Lina A. Kusuma, menyatakan bahwa ASEAN perlu segera membentuk mekanisme formal operasional APMF, dengan kerangka hukum dan dukungan anggaran dari negara anggota.

“Kalau Eropa punya NATO dan Afrika punya African Union Peacekeepers, ASEAN tidak bisa terus hanya berdoa pada prinsip ‘non-intervensi’. Saatnya ada perubahan arsitektur keamanan kawasan,” ujar Lina.

Respons Global: ASEAN Bisa Jadi Model Baru Resolusi Konflik

Media seperti Reuters, The Diplomat, dan Nikkei Asia menyambut baik solusi perdamaian ini sebagai langkah proaktif ASEAN yang mulai matang dalam menghadapi konflik internal.

BBC mencatat bahwa inisiatif Anwar Ibrahim dapat menjadi model mediasi Asia Tenggara yang tidak bergantung pada negara besar, melainkan pada kerja sama kolektif regional berbasis kearifan lokal dan kesamaan sejarah.

Sementara itu, media Jerman Deutsche Welle dan harian Le Monde (Prancis) menyebut bahwa kehadiran pasukan ASEAN di perbatasan dua negara adalah “simbol baru persatuan Asia Tenggara”, dan dapat mencegah ekskalasi lebih luas yang bisa dimanfaatkan oleh kekuatan eksternal seperti militer Tiongkok atau poros Indo-Pasifik AS.

BACA JUGA :  Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah

Penutup: Dari Damai Gencatan Senjata ke Keamanan Kolektif ASEAN

Langkah Anwar Ibrahim bukan hanya menghindari perang terbuka antara dua negara tetangga, tapi juga membangun fondasi keamanan kolektif ASEAN yang lebih tangguh dan independen.

“Kami ingin masa depan ASEAN dibangun bukan dari ketakutan, tapi dari kepercayaan. Pasukan perdamaian ASEAN adalah awal untuk menjaga itu,” tutup Anwar dengan penuh keyakinan.

Dengan semangat ini, ASEAN tidak hanya menanggapi krisis, tetapi mengukir arah baru bagi perdamaian, stabilitas, dan integrasi kawasan yang lebih kokoh di masa depan.

Berita Terkait

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat
Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI
Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo
Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi
Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk
Jangan Sekadar Menjadi Anggota, Mari Menjadi Pelaku Sejarah
“Quo Vadis” UU Perampasan Asset
Krisis Integritas dalam Negara Hukum
Berita ini 168 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Ingkar Janji Bukan Perkara Sepele: Ada Konsekuensi Hukum dan Tanggung Jawab Akhirat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Karya Terbaik Lahir dari Pemikiran Sendiri, Bukan Copas atau Ketergantungan pada AI

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Kamis, 24 September 2026 - 10:18 WIB

Jasat Korban KKM KM Virgo Transport 8 Warga Lamongan di Laut Jawa Berhasil Dievakuasi

Senin, 21 September 2026 - 22:38 WIB

Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp