Suarautama.id |Makassar — Semangat meningkatkan kualitas literasi dan kemampuan menulis di era digital terus ditunjukkan berbagai kalangan masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Kelas Pelatihan Jurnalistik dan Kepenulisan yang diselenggarakan oleh secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, yang berlangsung penuh antusias dan interaktif.
Pelatihan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari mahasiswa, pelajar, pegiat media sosial, penulis pemula, aktivis organisasi, hingga masyarakat umum yang memiliki minat besar di dunia jurnalistik dan kepenulisan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini dipandu langsung oleh selaku Pemimpin Redaksi sekaligus Kepala Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Pusat .
Dalam pemaparannya, Andre Hariyanto menyampaikan pentingnya kemampuan menulis dan memahami dasar-dasar jurnalistik di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya dituntut menjadi konsumen informasi, tetapi juga harus mampu menjadi penyampai informasi yang baik, benar, dan bertanggung jawab.
“Menulis adalah kekuatan. Dari tulisan, seseorang bisa menyampaikan gagasan, mengedukasi masyarakat, bahkan menjadi bagian dari perubahan sosial. Karena itu, penting bagi generasi muda dan masyarakat umum memahami teknik jurnalistik yang baik dan benar,” ujarnya saat membuka materi pelatihan.
Selama pelatihan berlangsung, peserta diberikan berbagai materi penting seputar dunia jurnalistik, mulai dari pengenalan dasar jurnalistik, teknik menulis berita, struktur penulisan 5W+1H, cara menentukan angle berita, etika jurnalistik, hingga teknik membuat judul berita yang menarik dan mudah terbaca di mesin pencarian digital atau Google.
Tidak hanya itu, peserta juga dibekali materi kepenulisan kreatif, bagaimana membangun karakter tulisan, teknik menulis opini, artikel, feature, hingga strategi meningkatkan kualitas tulisan agar lebih informatif, menarik, dan memiliki nilai edukasi bagi pembaca.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan komunikatif. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi materi yang disampaikan. Hal itu tampak dari banyaknya pertanyaan, diskusi, hingga sharing pengalaman yang terjadi selama kegiatan berlangsung melalui fitur Zoom Meeting.
Beberapa peserta mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut karena mendapatkan banyak ilmu baru yang sangat bermanfaat, terutama dalam meningkatkan kemampuan menulis dan memahami dunia media.
Salah satu peserta Fajar Ahmad Wahyuddin mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat yang ingin belajar jurnalistik namun memiliki keterbatasan akses mengikuti pelatihan secara langsung.
“Pelatihannya sangat bagus dan mudah dipahami. Materi yang disampaikan lengkap, mulai dari dasar hingga praktik sederhana menulis berita. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkap salah seorang peserta dalam sesi diskusi.
Dalam kesempatan itu, Andre Hariyanto juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan etika dalam dunia jurnalistik. Ia mengingatkan bahwa seorang penulis maupun jurnalis harus mampu menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan tidak menyesatkan publik.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan maraknya berita hoaks di media sosial, kemampuan literasi masyarakat menjadi sangat penting agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Jurnalisme bukan hanya soal menulis berita, tetapi bagaimana menghadirkan informasi yang mencerdaskan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Seorang penulis harus menjunjung tinggi etika, fakta, dan tanggung jawab moral,” tegasnya.
Kegiatan pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan sumber daya manusia di bidang literasi digital dan komunikasi publik. Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan lahir generasi penulis dan jurnalis muda yang kreatif, profesional, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Selain penyampaian teori, peserta juga diberikan kesempatan praktik menulis berita secara langsung berdasarkan tema tertentu. Hasil tulisan peserta kemudian dievaluasi dan diberikan masukan agar mereka memahami teknik penulisan yang baik sesuai kaidah jurnalistik.
Kegiatan yang berlangsung secara online itu berjalan lancar dan penuh semangat hingga akhir acara. Meskipun dilaksanakan secara virtual, suasana kebersamaan dan interaksi antar peserta tetap terasa hangat.
AR Learning Center berharap kegiatan pelatihan jurnalistik dan kepenulisan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah edukasi dan pengembangan kemampuan literasi masyarakat Indonesia.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan menulis yang baik, mampu menyampaikan informasi secara profesional, serta ikut berperan aktif dalam menciptakan ruang informasi yang sehat, edukatif, dan bermanfaat di tengah kehidupan masyarakat digital saat ini.
Editor : Andre Hariyanto












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.