Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, tewas dalam serangan Amerika-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Kematian pemimpin tertinggi yang berkuasa hampir 40 tahun tidak hanya memicu perang di Timur Tengah, tetapi juga menguburkan mimpi Iran di Piala Dunia.
Serangan itu telah menewaskan ribuan warga Iran dan merusak beberapa kota besar, termasuk Teheran. Iran merespon serangan tersebut dengan serangan rudal dan drone ke Israel serta basis militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, memutuskan Iran memboikot Piala Dunia melalui siaran televisi negara—bukan melalui FIFA atau badan sepak bola internasional manapun. “Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kita, dalam keadaan apa pun kita tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Donyamali menambahkan bahwa perang tersebut telah memicu dua perang dalam delapan atau sembilan bulan terakhir dan membunuh ribuan warga Iran. “Mengingat tindakan jahat yang telah mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memicu dua perang terhadap kami selama delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta mengorbankan ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran seperti itu,” ujarnya dikutip Reuters.
Dia juga mempertanyakan kelayakan Amerika Serikat menyelenggarakan Piala Dunia. “Jika negara tuan rumah adalah negara lain, tentu komunitas internasional akan bereaksi dan akan menarik tempat penyelenggaraan tersebut,” tegasnya dikutip Marca.
Pemain Senior Timnas Iran yang pernah membela Inter Milan dan Porto, Mehdi Taremi, dikabarkan siap meninggalkan dunia sepak bola dan bergabung dengan tentara Iran. “Ini adalah momen di mana negara saya sangatlah membutuhkan saya. Saudara saya dan rumah berada dalam situasi bahaya, dan saya harus berada di sana,” ujarnya dikutip Haberler.
Sebelum pernyataan resmi Donyamali, Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan Instagram sudah berdiskusi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, perihal kehadiran Iran di Amerika “Presiden Trump menegaskan Tim Nasional Iran diperbolehkan berkompetisi di Piala Dunia,” tulisnya.
Sehari kemudian Trump membuat pernyataan resmi di TruthSocial. “Tim Nasional Sepak Bola Iran dipersilakan untuk mengikuti Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa kehadiran mereka pantas, demi keselamatan dan keamanan hidup mereka sendiri,” ungkapnya.
Penulis : Keitaro Alfarizi
Sumber Berita: Reuters dan Truth Social











