SUARA UTAMA, TANGGAMUS-Dalam rangka memperingati hari lahir NU 1 abad ,Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tanggamus menyelenggarakan Istighosah yang di pusatkan di Gedung Global Nusantara ,Gisting ,Tanggamus Provinsi Lampung, Sabtu (31/1/2026)
Kegiatan tersebut dihadiri oleh KH. Samsul Hadi (Ketua Tanfidziah), KH. Marzuki Amin (Rois Syuriah), KH. Ahmad Damiri (Katib Syuriah) Jajaran Pengurus Cabang NU Tanggamus, Pengurus Muslimat NU Tanggamus, Pengurus Fatayat Tanggamus, Pengurus Ansor Tanggamus, Banom- Banom yang ada di PC NU Tanggamus, serta Majlis Wakil Kecamatan NU Tanggamus.
Dalam sambutannya KH. Samsul Hadi menyampaikan ucapan terimaksih dan selamat memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke 100 tahun atau 1 abad. Kehadiran Nahdlatul Ulama di Nusantara ini melalui proses perjuangan panjang dari ulama-ulama terdahulu. Kelahiran Nahdlatul Ulama pada tahun 1926, yang sebelumya ditandai dengan adanya berbagai gejolak dunia, Arab Saudi yang merupakan satu-satunya tempat menimba ilmu pengetahuan saat itu, mulai berkolaborasi dengan kelompok Wahabi bentukan Muhammad Bin Abdul Wahab.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Embrio lahirnya NU juga berangkat dari sejarah pembentukan Komite Hijaz. Problem keagamaan global yang dihadapi para ulama pesantren saat itu adalah ketika Dinasti Saud di Arab Saudi ingin membongkar makam Nabi Muhammad SAW karena menjadi tujuan ziarah seluruh Muslim di dunia yang dianggap bid’ah. Selain itu, Raja Saud juga ingin menerapkan kebijakan untuk menolak praktik bermazhab di wilayah kekuasaannya. Karena ia hanya ingin menerapkan Wahabi sebagai mazhab resmi kerajaan.
Lika-liku panjang itulah yang kemudian lahirlah Nahdlatul Ulama yang tidak terlepas dari peran ulama besar saat itu, seperti KH. Abdul Wahab Chasbullah, KH. Hasyim Asy’ari, Kiai As’ad, KH Raden Asnawi, KH Mas Alwi bin Abdul Aziz dan masih banyak ulama lainnya yang berperan lahirnya Nahdlatul Ulama.
Tepat pada hari ini tanggal 31 Januari 2026, Nahdlatul Ulama berusia 100 tahun atau 1 abad dalam hitungan tahun masehi. Selama satu abad tersebut, NU sejak awal kelahirannya hingga saat ini telah berhasil memberikan sumbangsih terhadap kehidupan beragama yang ramah di tengah kemajemukan bangsa Indonesia.
“ Saya mengajak kepada kita semua, jamiyah Nahdlautul Ulama untuk bangkit bersama, kita tidak boleh fobia dengan hal baru hari ini,tetapi kita harus menyesuikan keadaan zaman dan teknologi” ujar KH Samsul Hadi
Selain istighosah yang dipimpim oleh KH Marzuki Amin ( Rois Syuriah), diakhir kegiatan diadakan acara makan bersama seluruh peserta Harlah NU, dengan makanan yang disajikan dalam sebuah nampan besar yang sudah disiapkan oleh panitia Harlah NU.
Penulis : Rusli Namhuri
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama










