Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah Berpotensi Rayakan Idul Fitri 2026 Secara Serentak

- Publisher

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Potensi Idul Fitri 2026 Serentak, Hilal Diperkirakan Capai 3 Derajat (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Potensi Idul Fitri 2026 Serentak, Hilal Diperkirakan Capai 3 Derajat (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Malang – Potensi perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri tahun ini kembali menjadi perhatian publik. Meski demikian, peluang umat Islam di Indonesia merayakan Idul Fitri secara bersamaan masih terbuka lebar.

Hal tersebut mengemuka dari hasil perhitungan hisab yang dihimpun oleh Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama Republik Indonesia. Berdasarkan rekapitulasi perhitungan tersebut, posisi hilal diperkirakan telah memenuhi kriteria awal bulan Syawal di sejumlah wilayah Indonesia.

BACA JUGA :  Beli Tanah Rp280 Juta, Warga Samarinda Kaget Temukan Patok Orang Lain di Lokasi - Kuasa Hukum Layangkan Somasi

Rukyatul hilal untuk menentukan 1 Syawal dijadwalkan akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026 di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Pada saat pengamatan tersebut, ketinggian hilal diprediksi telah mencapai sekitar 3 derajat di beberapa wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketinggian hilal tersebut dinilai telah mendekati bahkan berpotensi memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang menetapkan syarat visibilitas hilal minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat.

Dengan kondisi tersebut, ada kemungkinan Kementerian Agama, Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah dapat menetapkan Hari Raya Idul Fitri pada tanggal yang sama. Meski demikian, keputusan resmi tetap akan ditentukan melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama setelah proses rukyatul hilal dilakukan.

BACA JUGA :  PUI-PT CPHI Unud Gelar PERNAS JPHIV 2026, Dorong Layanan HIV Bermutu dan Berkeadilan

Sidang isbat nantinya akan mempertimbangkan hasil pengamatan hilal di lapangan serta data perhitungan astronomi (hisab) sebelum pemerintah menetapkan secara resmi tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah.

Umat Islam di Indonesia pun diimbau untuk menunggu keputusan resmi pemerintah dan tetap menjaga persatuan serta ukhuwah Islamiyah, terlepas dari adanya kemungkinan perbedaan penetapan hari raya.

Penulis : Andre Hariyanto

Editor : Zahwa Qarira Nazhira

Sumber Berita: Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Dongkrak Ekonomi Pedagang UMKM, Perumda Pasar Cita Kota Bitung Hadirkan Idol Cilik 2026
Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!
Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media
Diduga PETI Milik Budi dan Hamzah Porak-Porandakan Hutan Adat dan Geopark Merangin di Desa Guguk
Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS
Jokowi Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 dalam Persidangan Kasus Polemik Ijazah
Budpar Dogiyai Matangkan Persiapan Pekan Kreasi Daerah II
Terindikasi Borong Pelanggaran, Oknum di SDN Tamansari lll Diduga Menarik Iuran Perminggu, Perbulan dan Penjualan LKS
Berita ini 1,056 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 03:21 WIB

Dongkrak Ekonomi Pedagang UMKM, Perumda Pasar Cita Kota Bitung Hadirkan Idol Cilik 2026

Jumat, 6 November 2026 - 17:09 WIB

Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!

Jumat, 6 November 2026 - 09:51 WIB

Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media

Jumat, 6 November 2026 - 07:17 WIB

Diduga PETI Milik Budi dan Hamzah Porak-Porandakan Hutan Adat dan Geopark Merangin di Desa Guguk

Kamis, 5 November 2026 - 19:09 WIB

Oknum Kepala SDN Sumberagung Memilih Diam, Ketua DPC Projamin Geram Atas Dugaan Praktek Pungli dan Penjualan LKS

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp