Moskow – Ketua Kehormatan Presidium Dewan Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan Rusia, Sergey Karaganov, mengatakan Rusia mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir jika perang melawan Ukraina mengalami kekalahan. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan Tucker Carlson di kanal YouTube miliknya pada Kamis, 15 Januari 2026.
Sergey mengkritik pemerintahan Rusia terlalu berhati-hati dan bersabar terhadap Eropa. “Cepat atau lambat jika mereka (Barat) terus mendukung perang ini dengan mengobarkan banyak warga Ukraina dan lainnya, Rusia harus menghukum mereka dengan berat. Semoga dalam batasan tertentu” ujar Sergey.
Sergey mengatakan bahwa saat ini dunia sedang menertawakan Eropa, yang sebelumnya pernah menjadi salah pusat kekuatan dunia. Meski begitu Sergey tidak berbicara seluruh Eropa, masih ada orang-orang Eropa yang layak dan cerdas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Sergey, orang Eropa sudah mengalami degradasi intelektualitas sejak revolusi mahasiswa tahun 1968 yang membunuh sebagian besar pendidikan Eropa, dan anti-meritokrasi dari sistem demokrasi Eropa modern.
Ia mengatakan bahwa para pemimpin di Eropa tidak mengerti apa yang sedang terjadi dan tidak memiliki kemampuan intelektual serta kepemimpinan. “Pemimpin di negara-negara Eropa delusional berpikir bahwa perang tidak akan terjadi di Eropa, sekarang salah satu tugas Rusia di samping tugas-tugas lainnya menyadarkan mereka (Eropa), dan berharap tidak menggunakan senjata nuklir,” tutur mantan penasihat Presiden Putin dan Boris Yeltsin.
Dalam wawancara tertulis di media Al Majalla, Sergey mengatakan Rusia siap melanjutkan perang untuk beberapa waktu, dan jika Amerika dan Eropa mundur maka perang akan berhenti, tetapi dia menganggap orang-orang Eropa sudah tidak waras dan tidak belajar dari sejarah sehingga Rusia harus menggunakan serangan nuklir dan perang baru berhenti. Namun ia menekankan penggunaan senjata nuklir hanya dapat digunakan jika diperlukan sebagai pencegahan agresivitas Barat.
Penulis : Keitaro Alfarizi
Sumber Berita: Al Majalla dan Kanal YouTube Tucker Carlson










