Warga Perbatasan Desa Tulupari dan Desa Sentulan Keluhkan Minim nya Voltase Listrik 

- Publisher

Minggu, 19 Oktober 2025 - 12:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo – Warga perbatasan antara Dusun krajan RT 04 RW 02 Desa Tulupari kecamatan Tiris dengan warga Dusun Mangga, RT 01 RW 03 Desa Sentulan kecamatan Banyuanyar kabupaten Probolinggo Jawa Timur, keluhkan menurun nya voltase listrik. 19/10/2025.

Turun nya voltase tersebut, diperkirakan akibat sambungan kabel kecil dari kabel induk kurang lebih sepanjang 1 kilo meter dan di manfaatkan/peruntukan sebanyak 32 kilometer listrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal menggunakan kabel kecil, selain penuh hambatan, bisa panas berlebihan, MCB sering turun. Tidak menentu nya voltase, dapat menimbulkan rusak nya barang elektronik warga, seperti mejicom, kulkas dan lampu.

BACA JUGA :  Yuk Ikutan, Persatuan Kelana Alam Indonesia Gelar Hiking Gunung Lorokan serta Open Trip Pantai 3 in 1 Malang

Keluhan tersebut di sampaikan salah satu warga desa Tulupari “Tolha” ia mengaku telah mengajukan Pergantian kabel ke pihak PLN cabang Kraksaan. bahkan, ia menyebut kepala desa Tulupari “Zainul Arifin” juga pernah bersurat meminta agar kabel tersebut di ganti.

“Pihak PLN cabang Kraksaan bisa Acc. Namun, meminta 42 pelanggan sementara disini warga sebanyak 32 KK, sudah mempunyai Kilometer listrik semua. Jika di suruh nambah mau di taruh di mana kilometer nya. Jika nanti ada tambahan KK pastinya akan pasang juga. Kedepan pastinya tambah banyak. “Ucap nya.

BACA JUGA :  Yayasan Nurul Hasanain Desa Wedusan Terindikasi Melanggar Tausyiah MUI, Kemenag di Minta Investigasi Lebih Mendalam

Lebih lanjut kata Tolha, yang kediaman nya perbatasan dengan desa tetangga yaitu desa sentulan kecamatan Banyuanyar. Menurutnya, aliran kabel kecil dari kabel induk, mengakibatkan turun nya Voltase listrik.

“Bagi kami warga desa Tulupari dan desa sentulan mengeluhkan Voltase yang drop, mau menyalakan mesin sanyo saja gak bisa. Voltase nya 160, jika mesin sanyo di nyalakan tidak keluar air. Voltase turun mungkin akibat kabel nya ini kecil dan di pakai 32 pelanggan. Apalagi di saat malam hari. “kata Tolha.

BACA JUGA :  Diduga Alergi Media, Oknum Kakan ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Enggan Menjawab Konfirmasi dan Blokir Nomor Whatsap

Ia berharap, pihak PLN Cabang Kraksaan segera menindak lanjuti keluhan nya. Pasal nya, minim nya voltase selain menghambat berkembang nya pelaku usaha juga mengakibatkan kerusakan barang barang elektronik milik warga.

“Bagi para pengusaha tidak mungkin berkembang, karena Voltase nya tidak normal naik turun. Harapan kami untuk PLN cabang Kraksaan Kabel ini segera di ganti yang lebih besar, agar voltase bisa normal 220. Jika voltase seperti ini, maka alat elektronik kami sering rusak, lampu saja sering mati, akibat tidak normalnya voltase. “imbuh nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab
Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Saudi Edu Expo 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Pengunjung Melonjak Tiga Kali Lipat
Terindikasi Arogansi dan Tidak Kooperatif, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Enggan Bertanggung jawab 
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peneliti PBA FBS Universitas Negeri Jakarta Kembangkan Modul Digital Interaktif Berbasis AI untuk Pembelajaran Berbicara Bahasa Arab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand