Akuntabilitas Dipertanyakan, LASMI Banten Kawal Dugaan Kerugian Negara Rp917 Juta di DPUPR Pandeglang

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suara Utama, Pandeglang, – Lingkar Studi Advokasi Mahasiswa Indonesia (LASMI) Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Kamis (11/9).

Mereka menyoroti potensi kerugian negara yang bersumber dari pelaksanaan kegiatan pembangunan APBD Tahun Anggaran 2024.

Dalam pernyataan resminya, LASMI mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Banten, terdapat potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp917 juta yang melibatkan DPUPR Pandeglang. Nilai tersebut berasal dari kekurangan volume pekerjaan, pengurangan spesifikasi, hingga indikasi ada main mata antara dinas serta pihak rekanan pelaksana proyek.

“Temuan ini jangan dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Ini bukan sekadar persoalan administratif, tapi sudah menyentuh ranah dugaan tindak pidana yang berpotensi merugikan keuangan negara,” tegas Koordinator Aksi LASMI Banten, Aditia Ihksan Nurrohman.

LASMI menyebut ada empat perusahaan pelaksana proyek infrastruktur yang diduga dengan sengaja menurunkan kualitas pekerjaan. Hal ini berdasarkan temuan BPK Banten, menurut kami ada potensi melanggar ketentuan dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 sebagai perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya dalam hal yang merugikan keuangan negara.

Lebih jauh, LASMI menyoroti bahwa empat dari perusahaan tersebut telah melewati batas waktu 60 hari yang ditetapkan dalam mekanisme pengembalian kerugian berdasarkan permintaan tertulis BPK. Oleh karena itu, mereka mendesak agar DPUPR dan Inspektorat segera merekomendasikan kasus ini kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan pemeriksaan, penyidikan, dan penyelidikan lebih lanjut.

LASMI mendesak agar empat perusahaan yang tidak kooperatif segera diberikan sanksi tegas berupa blacklist dari proses lelang pengadaan barang dan jasa menggunakan APBD Pandeglang pada tahun 2026 dan 2027. Untuk diketahui perusahaan bermasalah, yakni CV Putra Chibisor, memenangkan dan melakukan kegiatan pada proyek rehabilitasi ruang kelas SMP Mandalawangi senilai lebih dari Rp1 miliar.

“Kebijakan memberikan proyek kepada perusahaan yang sebelumnya bermasalah adalah tindakan yang mencoreng integritas kelembagaan. Ini seperti menampar muka Kepala Dinas itu sendiri,” ujar Aditia.

BACA JUGA :  Hukum Perceraian Dalam Islam

Dalam orasinya, Aditia Ihksan Nurrohman juga menyampaikan bahwa proses tindak lanjut atas temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Tahun Anggaran 2024 telah melewati batas waktu 60 hari sebagaimana diatur dalam undang-undang.

“Kalau kita hitung dari tanggal 23 Mei sampai 23 Juli 2025, ini sudah lebih dari 60 hari. Artinya, DPUPR seharusnya sudah menindaklanjuti, termasuk menjatuhkan sanksi. Ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Di pasal 26 Tapi sampai hari ini, belum ada sanksi apa pun,” kata Aditia.

Lebih lanjut, Aditia menyinggung pernyataan Kepala Dinas PUPR, Asep Rahmat, yang pada bulan Agustus sempat menyebut akan mengevaluasi temuan BPK. Namun, menurut LASMI, tidak ada langkah konkret yang dilakukan.

Menanggapi desakan mahasiswa, perwakilan dari DPUPR Pandeglang, Andrian dari Bidang Bina Marga, menjelaskan bahwa pihaknya telah berusaha menindaklanjuti temuan BPK dengan menyurati perusahaan-perusahaan terkait. Namun diakui bahwa tidak semua rekanan pelaksana memberikan respons yang cepat.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada rekan pelaksana proyek. Dari Total 917 Juta Rupiah baru 30% yang sudah di membalikan, tapi memang ada yang belum juga memberikan tanggapan. Kami akan terus mengejar dan mencari solusi,” ujar Andrian dalam forum dialog yang digelar usai aksi.

Andrian menambahkan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap persoalan infrastruktur di wilayah Pandeglang, namun menghadapi keterbatasan fiskal yang berdampak pada kemampuan pembangunan.

“Kritik dari teman-teman mahasiswa adalah bagian dari evaluasi kami. Kami terbuka dan akan terus berupaya memperbaiki diri,” pungkasnya.

Menutup aksinya, LASMI Banten menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal proses ini hingga tuntas, termasuk mendorong ini ke BPK bahwasannya DPUPR dianggap tidak patuh terhadap tindak lanjut Temuan LHP LKPD T.A 2024, kita akan terus mendorong dan mengawal proses hukumnya

“Kami tidak ingin ini jadi budaya pembiaran. Sanksi administratif maupun hukum harus dijalankan. Jika dibiarkan, ini akan melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah,” tutup Aditia Ihksan Nurrohman.

Penulis : IdGunadi Turtusi

Editor : IdGunadi Turtusi

Sumber Berita : LASMI Banten

Berita Terkait

Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota
Status Irwan Saputra Dipertanyakan dalam Sidang Korupsi KUR BNI Kampar
Kedok “Duda” Berujung Penipuan: Saksi Kunci Bongkar Siasat Licin Terlapor di Polresta Samarinda
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Mahasiswa FH Unila Asal Tanggamus Raih Juara Nasional Lomba Dakwaan Hukum Tindak Pidana Lingkungan Hidup
Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal
Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:24

Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota

Rabu, 28 Januari 2026 - 00:48

Status Irwan Saputra Dipertanyakan dalam Sidang Korupsi KUR BNI Kampar

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:49

Kedok “Duda” Berujung Penipuan: Saksi Kunci Bongkar Siasat Licin Terlapor di Polresta Samarinda

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:57

Mahasiswa FH Unila Asal Tanggamus Raih Juara Nasional Lomba Dakwaan Hukum Tindak Pidana Lingkungan Hidup

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:16

Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:38

Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terbaru