Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal

- Publisher

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Tangkapan layar (Kanal YouTube Prabowo Subianto)

Tangkapan layar (Kanal YouTube Prabowo Subianto)

Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu sambutan kunci atau keynote di acara World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/01/2026).

Dalam forum tersebut, Prabowo menyampaikan “Prabowonomics” dan hasil kerjanya selama 1 tahun menjabat sebagai Presiden.

Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan aturan hukum, dan kepentingan hukum harus diutamakan di atas kepentingan manapun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di tahun 2025, Indonesia, sebagaimana janji saya telah menghadapi korupsi secara langsung, tegas, dan terbuka,” tegasnya.

BACA JUGA :  Tujuh Terpidana Kasus Renah Alai Masih Berkeliaran, Kejari Pastikan Eksekusi

Dia mengatakan, dalam beberapa minggu pertamanya sebagai presiden, pemerintah mengungkap penyalahgunaan besar-besaran dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah. Di seluruh sektor ekonomi pemerintah menemukan banyak praktik ilegal.

“Pada tahun pertama pemerintah saya, kami telah menyita 4 juta hektar perkebunan dan tambang ilegal. Saya menyebut ini bukan usaha bebas, bukan pasar bebas. Saya menyebutnya greedynomics. Ekonomi keserakahan, ekonomi dengan praktik-praktif yang represif”, ungkap Prabowo.

Dalam rapat kabinet beberapa hari lalu, Prabowo memutuskan untuk mencabut izin 28 perusahaan yang memiliki izin atas lahan seluas lebih dari 1,01 juta hektar karena melanggar hukum. Perusahaan-perusahaan tersebut dibangun di area perkebunan dan hutan lindung.

BACA JUGA :  Wali Kota Pangkal Pinang Tekankan Pentingnya Semangat Gotong Royong dan Jaga Kelestarian Lingkungan di Kecamatan Gerunggang

Prabowo menyatakan para pengusaha represif meremehkan kedaulatan pemerintah atau merasa dapat membeli semua pejabat. Dia mengaku mendapatkan laporan bahwa dalam sebuah pertemuan, pihak-pihak tersebut menyebut tidak ada pejabat yang tidak dapat disuap. Menanggapi hal itu, Prabowo menantang pengusaha-pengusaha tersebut untuk mencoba menyuap para pejabat di pemerintah, jika hal itu dilakukan mereka akan mendapat “kejutan besar”.

BACA JUGA :  Kebakaran Hutan, Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Sementara

Prabowo mengaku telah menutup seribu tambang ilegal. Kendati demikian, dia menyatakan masih terdapat seribu atau bahkan lebih tambang ilegal.

Prabowo menegaskan tidak akan ada kompromi dan tidak ada langkah mundur untuk melawan praktik tersebut.

Dalam forum tersebut, Prabowo juga membahas mengenai Makan Bergizi Gratis, Danantara, cek kesehatan gratis, dan perbaikan sekolah, serta menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas dalam hubungan antar negara.

Penulis : Keitaro Alfarizi

Sumber Berita: Kanal Youtube Prabowo Subianto

Berita Terkait

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 
Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
Kejati Jambi Sita Dua Mobil Hybrid dan Puluhan Barang Bukti dalam Kasus Dugaan Korupsi Anggaran DPRD Merangin
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:49 WIB

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 11:56 WIB

Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Berita Terbaru

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp