Kedok “Duda” Berujung Penipuan: Saksi Kunci Bongkar Siasat Licin Terlapor di Polresta Samarinda

- Publisher

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA – SAMARINDA . Tabir gelap dugaan kasus penipuan yang menyeret pria berinisial S (Satya) mulai tersingkap. Dalam lanjutan pemeriksaan saksi di Polresta Samarinda yang berlangsung maraton sejak Senin (26/1) hingga hari ini, Selasa (27/1), dua saksi kunci memberikan keterangan mengejutkan terkait pola manipulasi yang dilakukan terlapor terhadap korban, Fatmawati.

Jejak Identitas Palsu dan Niat Jahat

Pemeriksaan pada Senin kemarin menghadirkan Herlinawati, sahabat sekaligus rekan sejawat korban di organisasi guru TK/PAUD. Di hadapan penyidik, Herlinawati membeberkan bahwa hubungan korban dan terlapor didasari oleh kebohongan sejak awal perkenalan melalui penggunaan identitas yang diduga tidak valid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut ia sandarkan pada saat Herlinawati memergoki Satya sedang menghadiri pesta hajatan bersama istri sah dan anaknya. Kebohongan status Satya terbongkar secara dramatis pada Agustus 2025.

BACA JUGA :  Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Namun Dipulangkan Polisi: Keluarga Korban Pertanyakan Keadilan

Tak hanya soal status, modus pinjaman modal bengkel fiktif pada Maret 2025 juga mencuat, di mana atas perintah terlapor korban sampai menggunakan akun pinjol milik Herlinawati untuk memenuhi permintaan dana dari terlapor, dan dana tersebut diserahkan kepada terlapor dan belum dikembalikan.

Menanggapi fakta tersebut, Kuasa Hukum korban, Roszi Krissandi, S.H memberikan penekanan serius terkait aspek  dan motif terlapor. Menurutnya, penggunaan dokumen identitas yang tidak sesuai sejak awal bukan sekadar kekhilafan, melainkan sebuah strategi kriminal yang terencana.

“Bahwa terlapor menunjukkan identitas palsu saat awal perkenalan sudah menunjukkan dengan sangat kuat bahwa ada niat jahat (mens rea) dari terlapor untuk mengelabui korban,” tegas Roszi Krissandi kepada awak media

Adik Angkat Terjerat Hutang Kredit

BACA JUGA :  Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Pemeriksaan berlanjut dengan menghadirkan wulan, adik angkat korban. Kesaksian Siti mempertegas pola eksploitasi finansial yang dilakukan terlapor. Wulan mengaku namanya digunakan untuk pengambilan kredit iPhone 15 atas perintah Satya kepada korban.

“Satya menjanjikan uang tersebut untuk keperluan proyek dan berjanji akan melunasi pada Agustus 2025. Nyatanya, ponsel tersebut justru digadaikan, uangnya diambil Satya, dan sekarang saya yang dikejar-kejar debt collector,” ungkap Wulan. Ia juga sering diperlihatkan oleh korban bukti chat Satya yang terus-menerus meminta uang dengan alasan orang tua sakit hingga modal usaha.

BACA JUGA :  Polda Sulsel Bongkar Sejumlah Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi Periode Maret–Mei 2026

Kasus Terus Bergulir: Dua Saksi Tambahan Siap Diperiksa

Meski kesaksian dua saksi utama ini sudah cukup memberatkan, proses hukum dipastikan akan semakin tajam dalam beberapa waktu ke depan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi tambahan lainnya yang direncanakan akan dipanggil pada Februari 2026 mendatang.

Hadirnya saksi-saksi baru ini diharapkan dapat memperkuat konstruksi hukum kasus ini, mengingat agenda mediasi sebelumnya telah menemui jalan buntu. Dengan bukti-bukti yang mulai terkumpul, mulai dari dugaan KTP palsu hingga bukti percakapan eksploitatif, pihak korban berharap kepolisian segera menetapkan status hukum yang jelas bagi terlapor untuk mencegah jatuhnya korban-korban baru

Penulis : SNI

Editor : Muqsid

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama Samarinda

Berita Terkait

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru
Tim Investigasi HAM Soroti Penanganan Kasus Kembru Berdarah oleh Komnas HAM
Pemerintah Desa Bontolempangan Dorong Solusi Komprehensif Atasi Dampak Tambang
Aktivitas Tambang Diduga Tak Berizin di Karst Bontolempangan Terus Berjalan
Kepolisian Resor (Polres) Berau bersama tim gabungan lintas instansi, Sidak terkait dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
LSM GARDA 08 Desak Pemkot Makassar Tak Tebang Pilih: Dugaan Peternakan Babi Ilegal di Panaikang Jadi Sorotan, Warga Tuntut Ketegasan
Dugaan Mafia Solar di SPBU Hertasning Jadi Sorotan Warga
SPBU Kalaserenna Diserbu Mobil Siluman, Warga Desak Polisi Turun Tangan
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:48 WIB

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:21 WIB

Tim Investigasi HAM Soroti Penanganan Kasus Kembru Berdarah oleh Komnas HAM

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:51 WIB

Pemerintah Desa Bontolempangan Dorong Solusi Komprehensif Atasi Dampak Tambang

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:57 WIB

Aktivitas Tambang Diduga Tak Berizin di Karst Bontolempangan Terus Berjalan

Senin, 22 Juni 2026 - 19:07 WIB

Kepolisian Resor (Polres) Berau bersama tim gabungan lintas instansi, Sidak terkait dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Berita Terbaru

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB

Nasional

Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:11 WIB

Berita Utama

Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:43 WIB